TVRINews – Miami, Amerika Serikat

Sang desainer menceritakan bagaimana sebuah usulan yang dipublikasikan di media sosial akhirnya menjadi identitas resmi tim Afrika Barat, Tanjung Hijau, dalam segala aspeknya.

Tim Nasional Tanjung Hijau akan menghadapi juara bertahan Argentina di babak 32 besar Piala Dunia 2026 di Miami Stadium, Amerika Serikat (AS), yang akan disiarkan TVRI Sport pada Sabtu (04/07/2026) mulai pukul 03.30 dini hari WIB.

Tanjung Hijau telah menggunakan lambang Blue Sharks (Hiu Biru) pada logo federasi sepak bola mereka yang kini menjadi bagian dari identitas mereka selama beberapa tahun terakhir.

Lambang Blue Sharks ini ternyata memiliki kisah yang jarang diketahui. Semua bermula sebagai proyek independen yang dibagikan di media sosial, lalu menarik perhatian federasi, hingga akhirnya menjadi gambar resmi pada seragam tim untuk Piala Dunia 2026.

Pembuat logo tersebut, Alex Figueiredo, mengungkapkan proses kreatif di balik lambang saat ini dalam sebuah wawancara dengan Kantor Berita Tanjung Hijau, Inforpress.

Sang desainer menjelaskan bahwa inisiatif ini dimulai pada tahun 2020 bersama Felipe Soares dengan tujuan memperbarui identitas visual tim nasional, meskipun tidak ada permintaan sebelumnya dari Federasi Sepak Bola Tanjung Hijau (FCF). 

Menurut Figueiredo, ia menyusun proposal tersebut sepenuhnya secara independen dan memutuskan untuk mengunggahnya di Instagram guna memamerkan karyanya. 

Respons yang muncul pun sangat cepat. Unggahan tersebut mulai beredar di kalangan penggemar dan komunitas sepak bola hingga akhirnya sampai ke pihak FCF.

“Beberapa hari kemudian, kami dihubungi oleh pihak federasi yang menginformasikan bahwa mereka sedang mengerjakan proses pembaruan identitas visual tim nasional, serta mengundang kami untuk mengajukan proposal resmi,” ucap Figueiredo, mengenang.

Kontak awal tersebut mengawali proses yang berlangsung selama sekitar dua bulan. Dalam kurun waktu itu, desain tersebut berkembang menjadi lambang yang kini terpampang pada seragam serta digunakan dalam seluruh komunikasi kelembagaan tim asal Afrika Barat tersebut.

Inspirasi di Balik Emblem

Figueiredo menjelaskan bahwa konsep proyek ini didasarkan pada dua elemen yang telah menjadi bagian dari identitas olahraga negara tersebut, yakni bendera Tanjung Hijau dan hiu biru, julukan yang telah lama melekat pada tim nasional negaranya.

“Nama Tiburones Azules (Hiu Biru) sudah menjadi bagian dari identitas tim. Kami merasa penting untuk menempatkan simbol tersebut di tengah lambang guna menciptakan hubungan langsung antara julukan tim dan representasi visualnya,” kata Figueiredo, mengenang.

Selama proses kreatif, tim menganalisis lambang beberapa tim nasional, termasuk Portugal dan Ekuador, untuk mempelajari bagaimana mereka memadukan simbol-simbol nasional ke dalam citra yang modern.

“Tujuannya adalah menghadirkan interpretasi kontemporer atas simbol-simbol nasional dan menciptakan merek yang mampu bersaing di kancah internasional,” ucap Figueiredo.

Sang pencipta lambang menjelaskan bahwa gambar hiu ditempatkan di bagian tengah karena melambangkan nilai-nilai seperti tekad, keberanian, kegigihan, dan semangat kompetitif yang menjadi ciri khas tim tersebut. 

Meskipun tidak memiliki latar belakang pendidikan formal di bidang desain grafis, Figueiredo mengungkapkan bahwa karyanya merupakan hasil belajar secara otodidak. Ia melakukan studi, riset, serta meminta masukan dari para profesional di bidang tersebut untuk menyempurnakan identitas visual maupun presentasi proyeknya. 

“Diperlukan banyak pembelajaran untuk memahami cara membangun identitas visual yang utuh dan menyadari bahwa sebuah merek bukan sekadar gambar, melainkan juga pesan yang disampaikannya,” ujarnya. 

Sang desainer menyatakan bahwa lambang tersebut berhasil menempatkan diri secara visual setara dengan lambang tim nasional besar lainnya, serta menyoroti respons positif yang diterima dari berbagai negara.

“Lambang ini kini mudah dikenali dan mampu bersanding secara visual dengan identitas tim-tim nasional hebat dunia. Kami menerima banyak tanggapan positif, terutama dari komunitas internasional, yang mengapresiasi sisi modern simbol tersebut serta kekuatan citra hiu yang ditampilkan,” kata Figueiredo.

Apa yang diinginkan Figueiredo dan tim desainnya dari Timnas Tanjung Hijau, melalui logo yang mereka rancang, tampaknya sudah memenuhi harapan. Kendati berstatus tim debutan di Piala Dunia 2026, Blue Sharks telah membuat tim-tim besar kesulitan dan khawatir menelan kekalahan dari mereka.