Bek Australia, Alessandro Circati. Foto: TVRI/Grafis/Dede Mauladi
TVRINews – Dallas, Amerika Serikat
Alessandro Circati optimistis Australia dapat melangkah lebih jauh di Piala Dunia 2026.
Keputusan Alessandro Circati untuk membela Australia pada 2023 terbilang tepat. Pemain berusia 22 tahun tersebut akhirnya bisa merasakan tampil di Piala Dunia 2026 bersama tim berjuluk Socceroos.
Circati sempat membela skuad usia muda Italia. Bakatnya terendus oleh Federasi Sepak Bola Australia, kemudian diajak bergabung. Sejak berpindah kewarganegaraan, bek yang bermain di Serie A bersama Parma itu sudah mencatatkan 16 penampilan.
Pelatih Australia, Tony Popovic, memberi kepercayaan kepada Circati untuk tampil penuh dalam tiga pertandingan Grup D Piala Dunia 2026. Ia berpeluang kembali menjadi pilihan utama saat melawan Mesir di babak 32 besar.
Australia mengincar kemenangan atas Mesir. Hasil tersebut dapat membuat mereka mengukir sejarah baru, yakni untuk pertama kali berhasil memenangi laga babak gugur Piala Dunia.
Sejauh mana persiapan Australia menghadapi Mesir, dan apa yang jadi incaran Circati? Berikut kami sajikan wawancaranya, dikutip dari laman Federasi Sepak Bola Australia.
Seberapa kuat ikatan dalam skuad Australia sekarang ini?
Beberapa pemain sudah berada di kamp pelatihan selama dua bulan. Saya sendiri sudah berada di kamp selama lebih dari sebulan, tetapi setiap hari saya melihat orang-orang berkembang, menjadi lebih baik, dan saling mendorong untuk menjadi lebih baik.
Apa target tim selanjutnya?
Yang terpenting, orang-orang siap membuktikan kepada dunia apa yang bisa dilakukan Australia dalam sepak bola. Kami akan mencoba melangkah sejauh mungkin, melihat pertandingan demi pertandingan, dan sekarang kami akan sepenuhnya fokus untuk pertandingan melawan Mesir.
Bagaimana Anda melihat peta persaingan di babak gugur Piala Dunia 2026?
Ini adalah permainan sepak bola, kita tahu apa pun bisa terjadi. Tim-tim masuk sebagai favorit, tetapi keluar dengan kekalahan, itulah yang terjadi dalam 90 menit, terutama di Piala Dunia.
Saya rasa tidak pernah ada tim yang jelas-jelas bisa menang. Ada begitu banyak yang dipertaruhkan sehingga para pemain bisa melakukan hal-hal di luar dugaan.
Tim sudah mempersiapkan jika harus adu penalti?
Kami mulai berlatih adu penalti, melakukannya dalam situasi nyata dengan menyiapkan dua tim, dan melakukan tendangan penalti dengan benar. Semua itu membutuhkan latihan, dan pada hari pertandingan, setelah 120 menit, banyak perubahan terjadi di lapangan.
Para pemain yang memulai pertandingan, kemungkinan besar mereka tidak akan berada di lapangan hingga akhir. Jadi, jika sampai pada tahap itu, maka staf pelatih harus memutuskan bersama dengan pemain yang tersisa di lapangan.
Bagaimana penilaian Anda terhadap performa lini belakang Australia?
Hal favorit saya adalah bermain melawan pemain bagus. Saya suka menguji diri sendiri. Saya tidak gentar menghadapi tantangan, semakin baik lawannya, semakin besar kesempatan saya untuk menjadi lebih baik dan menunjukkan kemampuan saya.
Dua kali kami clean sheet, itu memberi kepuasan yang luar biasa. Tidak mudah untuk melakukan itu. Kami juga berada di grup yang sangat sulit, dan kami menunjukkan betapa solidnya pertahanan kami sebagai sebuah tim, baik pemain di lapangan maupun di luar lapangan, karena mereka yang mungkin tidak bermain pun sangat membantu kami dalam latihan.
Penilaian terhadap kekuatan Mesir?
Saya rasa mereka akan cukup agresif, menggunakan kemampuan individu yang mereka miliki, dan mencoba mengeksploitasinya. Kami tahu tipe pemain seperti apa yang mereka miliki. Kami harus mencoba menghentikan itu dan mencoba mengakhiri pertandingan dengan kemenangan.
Ini adalah pertandingan babak gugur, setiap orang akan menghadapinya dengan cara sendiri, tetapi para pemain menyadari apa yang dipertaruhkan, dan kami menyadari bahwa kami akan mendapatkan hasilnya.