Kapten Timnas Spanyol, Rodri, merayakan gelar Piala Dunia 2026 dengan rekan setimnya. Foto: TVRI/Grafis/Jovi Arnanda
TVRINews – Madrid, Spanyol
Perayaan oleh para penggemar Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026 menimbulkan kehebohan dan guncangan di beberapa kota negara tersebut dan terekam seismograf.
Spanyol memenangi Piala Dunia kedua mereka pada hari Minggu (19/7/2026) malam waktu New Jersey, Amerika Serikat (AS). Satu-satunya gol untuk kemenangan Spanyol atas Argentina yang dicetak Ferran Torres, ternyata memicu fenomena aneh sekaligus unik di Spanyol.
Perayaan menyusul gol penyerang milik FC Barcelona itu pada menit ke-106 babak perpanjangan waktu di final Piala Dunia 2026 menyebabkan getaran tanah yang terekam oleh seismograf di berbagai wilayah Spanyol.
Hal ini disampaikan oleh Dewan Tinggi untuk Penelitian Ilmiah (CSIC) negara tersebut dalam sebuah pernyataan pada hari Senin (20/7/2026).
Catatan dari Institut Geografi Nasional (IGN) dan Institut Geologi dan Kartografi Catalonia (ICGC) menunjukkan adanya tanda-tanda getaran di beberapa kota dan wilayah Spanyol pada tiga momen berbeda selama pertandingan final hari Minggu.
Momen-momen tersebut meliputi gol Torres, gol Spanyol lainnya yang dianulir, serta bunyi peluit akhir pertandingan. Momen terakhir inilah yang menyebabkan getaran paling kuat yang terekam oleh seismograf, menurut pernyataan yang sama.
CSIC mengungkapkan bahwa seismograf sebelumnya juga telah mencatat getaran di Algeciras (Spanyol selatan) saat pertandingan tim nasional sebelumnya melawan Portugal, tepatnya setelah gol Mikel Merino yang menyingkirkan Portugal (dengan skor 1-0) dari Piala Dunia 2026.
Skuad Spanyol Tiba di Rumah
Para pemain Timnas Spanyol sendiri sudah tiba di Madrid pada hari Senin siang. Selanjutnya, mereka akan melintasi jalan-jalan yang dipenuhi penggemar yang siap menyambut mereka layaknya pahlawan.
Setelah mendarat pada pukul 14.30 waktu setempat di Bandara Madrid-Barajas, sosok pertama yang turun dari pesawat adalah kapten tim sekaligus pemain terbaik turnamen, Rodri, dengan membawa trofi di tangannya.
Rodri yang didampingi pelatih Luis de la Fuente, kemudian diikuti oleh para pemain lainnya—termasuk bintang Lamine Yamal dan Ferran Torres—menaiki bus yang dihiasi spanduk bertuliskan “Congratulations, champions” (Selamat, para juara).
Setelah diterima oleh Raja Felipe VI di Istana Zarzuela dan Perdana Menteri Pedro Sánchez di Istana Moncloa, para juara dunia tersebut akan memulai parade menyusuri jalan-jalan Madrid dengan menaiki bus tingkat.
Mereka akan melintasi jalan-jalan utama ibu kota Spanyol itu hingga tiba di Plaza de Cibeles—lokasi balai kota Madrid—sekitar pukul 19.00 waktu setempat (14.00 waktu Brasilia), tempat upacara penghormatan bagi tim akan dilangsungkan.
Sekitar satu juta orang diperkirakan akan menghadiri perayaan tersebut, menurut perkiraan delegasi pemerintah di Madrid, Francisco Martín; ia juga merinci bahwa lebih dari 2.000 petugas kepolisian dan 400 personel Garda Sipil akan dikerahkan untuk menjaga keamanan.