TVRINews - Madrid, Spanyol

Nico Williams pemain yang berada di balik terciptanya gol kemenangan Spanyol atas Argentina yang diciptakan Ferran Torres.

Nico Williams sang pemberi asis bagi terciptanya gol kemenangan Spanyol atas Argentina, 1-0, yang diciptakan Ferran Torres. Sayap kiri La Roja ini memang memainkan peran penting saat dia menanduk umpan lambung rekannya, Pedro Porro. Nico Williams kemudian menanduk bola tersebut dan mengarahkannya ke belakang ke ruang kosong. Ferran Torres kemudian melepaskan tembakan dengan kaki kirinya yang membuat Spanyol mencetak gol, sekaligus gol penentu kemenangan La Roja yang membuat mereka memastikan gelar Piala Dunia 2026.

Bintang Athletic Bilbao ini menyita perhatian bukan hanya karena asis yang dia berikan melainkan sejumlah gesture yang diperlihatkannya dalam momen perayaan gelar yang terjadi di Stadion New York New Jersey Stadium pada Minggu (19/7/2026) lalu itu.

Setelah mendapatkan medali emas, bintang berusia 24 tahun ini kemudian merayakan gelar tersebut bersama rekan setimnya di podium di tengah lapangan. Setelah itu, Nico Williams kemudian berlari ke tribun, mencari seseorang dan ternyata dia menghampiri ibunya, Maria.

Nico Williams kemudian mempersembahkan medali kepada ibunya. Sebuah gestur kecil sebagai bentuk penghargaan kepada wanita yang kepadanya ia berutang segalanya dan yang telah mengatasi banyak rintangan di masa lalu. Nico Williams memperlihatkan contoh yang sangat positif, di mana dia tidak pernah melupakan jasa wanita yang telah melahirkannya dan membuatnya bisa seperti saat ini.

Pemberian medali emas Piala Dunia 2026 kepada ibunya menyimpan kisah tentang perjalanan keluarganya hingga sampai berada di Spanyol. Nico Williams lahir pada 2002 di Pamplona, ​​Spanyol. Kelahirannya menjadi harapan kedua bagi keluarga yang saat itu tengah mengalami masa sulit.

Ayahnya, Felix, dan ibunya, Maria, meninggalkan Accra (Gana). Mereka menyeberangi Gurun Sahara bersama para pengungsi, berjalan bermil-mil, terkadang bahkan tanpa alas kaki dalam situasi mengandung Inaki (kakak Nico Williams). Mereka menyeberangi tembok di Melilla dan di sana mereka bertemu dengan Pastor Inaki, dan mengatur agar mereka menetap di Bilbao.

Williams yang tertua, yang bernama Inaki, lahir pada tahun 1994 dan memilih bermain untuk Gana. Delapan tahun kemudian, Nico Williams lahir, dan sekarang, mengenakan seragam Spanyol, mewujudkan impian seluruh keluarga.

Inaki Williams pun memberikan ucapan selamat yang menyentuh melalui media sosial setelah sukses adiknya membawa Spanyol meraih gelar Piala Dunia 2026. Dalam pesan kepada Nico, ia mengatakan bahwa saudaranya telah membuat jutaan imigran, termasuk orang tua mereka, merasa bangga.

Ibu dan ayah mereka menyeberangi Sahara dengan berjalan kaki pada tahun 1994. Mereka awalnya bertujuan ke Inggris sebelum seorang teman keluarga menyarankan Spanyol sebagai pilihan yang lebih murah. Sesampainya di Melilla, mereka ditahan oleh Guardia Civil setelah memanjat pagar.

Dipenjara sebagai pendatang ilegal, mereka menerima bantuan dari seorang pengacara Caritas yang kemungkinan itu adalah Pastor Inaki. Nama itu pula yang tampaknya diabadikan ayah dan ibunya untuk Inaki Williams, kakak dari Nico Williams.

Pada April 1994, dua bulan sebelum kelahiran Inaki, keluarga tersebut tiba di Bilbao. Mereka kemudian menetap di Navarra, pertama di Sesma, tempat sang ayah bekerja sebagai petani, kemudian di Pamplona. Mereka tinggal di sana hingga tahun 2012, ketika Inaki bergabung dengan Athletic Bilbao, sementara ayah mereka pindah ke London pada 2006 untuk mencari pekerjaan.

Dalam final lawan Argentina, Nico Williams sempat mencetak gol di babak pertama perpanjangan waktu sebelum gol itu dianulir secara kontroversial. Namun, dia akhirnya memberikan peran dengan cara lain bagi Spanyol. Dia berhasil mengarahkan bola ke arah Ferran Torres untuk gol kemenangan.

"Saudaraku, kau telah memenangkan Piala Dunia. Kau telah membuat sejarah," demikian pesan Inaki Williams di Instagram. "Di luar trofi, terima kasih untuk ini: kau telah membuat jutaan imigran seperti orang tua bangga bahwa anak-anak mereka di masa depan suatu hari nanti mungkin akan mengalami apa yang telah kau alami, dan kau telah membuat jutaan orang Spanyol berempati. Bukan hanya kisah kita, tetapi kisah semua orang yang meninggalkan segalanya demi masa depan yang lebih baik. Dengan kerja keras dan dedikasi, apa pun bisa diraih."

"Asis" untuk Fans Saat Perayaan Gelar

Nico Williams pun tidak berhenti membuat perhatian dengan sikapnya. Dia tanpa sengaja telah memberikan bantuan kepada seorang fans yang membuat video melalui telepon genggam fans tersebut mendapatkan jutaan tontonan.

Parade kemenangan Piala Dunia Spanyol di jalanan memang diwarnai dengan momen-momen tak terlupakan, tetapi ada satu yang dilakukan Nico Williams dan seorang penggemar yang mengalami beberapa detik kepanikan sebelum semuanya berubah secara tak terduga.

Saat bus tim melaju melewati ribuan pendukung yang bersorak, seorang penggemar berlari di sampingnya, terbawa suasana. Berharap untuk menangkap sudut pandang yang unik, ia melemparkan ponselnya ke arah bus. Itu adalah tindakan berisiko, dan perangkat itu akhirnya jatuh ke dalam bus.

Untuk beberapa saat, tampaknya mustahil dia akan mendapatkannya kembali. Kemudian Nico Williams menemukannya. Alih-alih segera mengembalikan ponsel itu, bintang Spanyol itu melakukan sesuatu yang tidak diharapkan siapa pun. Dia mengambilnya dari lantai bus, mengganti kamera ke mode selfie dan mulai merekam dari dalam bus tim.

Rekaman tersebut menangkap perspektif yang tidak mungkin dialami penggemar mana pun. Nico tersenyum ke arah kamera sementara, di belakangnya, Lamine Yamal dan beberapa pemain Spanyol bernyanyi, merayakan, dan menikmati suasana setelah menjadi juara Piala Dunia FIFA 2026.

Ponsel tersebut akhirnya merekam kegembiraan tim di luar lapangan, menawarkan tampilan santai dan di balik layar perayaan saat para pemain berbagi salah satu momen paling membahagiakan dalam karier mereka.

Setelah merekam selama beberapa detik, Nico Williams melihat pemilik ponsel di kerumunan dan dengan hati-hati melemparkannya kembali. Penggemar tersebut berhasil menangkapnya, dan ketika akhirnya menonton video tersebut, ia mungkin menyadari bahwa ia telah menerima jauh lebih banyak daripada yang pernah ia harapkan ketika ia memutuskan untuk melempar ponselnya ke arah bus.

Apa yang seharusnya berakhir dengan ponsel yang hilang malah menjadi kenangan sekali seumur hidup bagi fans tersebut. Dan, itu terjadi karena sikap Nico Williams yang dengan tulus mengembalikan ponsel itu dengan hati-hati kepada sang penggemar.

Keberuntungan Nico Williams

Di final menghadapi Argentina, Nico Williams memang sempat sangat kecewa karena gol yang diciptakannya dianulir. Namun, dia menjadi pemain penting yang memberikan asis bagi terciptanya gol kemenangan Spanyol.

Yang menarik, asis yang diciptakannya itu pun terjadi tidak terlepas dari "peran" pemain belakang Argentina, Nahuel Molina. Ya, momen saat bola lambung Pedro Porro mengarah kepadanya, Nahuel Molina yang menjaganya dengan ketat, mendorong tubuh Nico Williams ke depan.

Namun, dorongan Nahuel Molina justru semakin mendekatkan Nico Williams ke arah jatuhnya bola. Ketika itu pula, dia menanduk bola tersebut dan memberikan bola kepada Ferran Torres yang kemudian melepaskan tembakan menjadi gol. Demikianlah, sejak hari final hingga di hari perayaan gelar setelah kembali ke Spanyol, kisah Nico Williams sepanjang final dan setelah final menjadi salah satu sisi yang menarik dari sukses La Roja meraih gelar Piala Dunia 2026.