TVRINews - Roma, Italia

Persaingan tim nasional menjadi sangat menarik jika Pep Guardiola memang jadi menangani Timnas Italia.

Ketika Italia memiliki rencana menjadikan Pep Guardiola sebagai pelatih tim nasional, langkah ini sudah menentang sejarah. Inggris gagal bersama Thomas Tuchel, hanya sampai semifinal Piala Dunia 2026 dan Brasil bersama Carlo Ancelotti bahkan langsung rontok di 16 besar. Dua pelatih top pun tidak dapat mematahkan "kutukan" yang sudah lama terjadi di turnamen terbesar sepak bola dunia ini.

Thomas Tuchel, nyaris mencatat sejarah saat Inggris memiliki peluang ke final. Namun, faktanya itu tidak terjadi. The Three Lions tersingkir dalam laga dramatis setelah kalah dari Argentina di semifinal Piala Dunia 2026 ini.

Ya, jika tujuan Italia adalah Piala Dunia, ide mengangkat Pep Guardiola tampaknya harus kembali dipertimbangkan. Boleh jadi, pria asal Spanyol ini bisa membawa Italia lolos nanti ke Piala Dunia 2030. Namun, soal sampai di mana langkah Gli Azzurri nanti akan menjadi tantangan tersendiri.

Termasuk mematahkan "takhayul" tentang pelatih asing yang menangani sebuah tim nasional. Sejak Piala Dunia pertama, belum ada pelatih dari negara lain yang berhasil membawa tim ke final. Thomas Tuchel, pelatih asal Jerman yang menangani Inggris, adalah contoh terakhir.

Terlepas dari benar atau tidak terkait takhayul tersebut, perburuan Italia mendapatkan Pep Guardiola untuk dijadikan pelatih Timnas Italia menjadi sisi yang menarik setelah Piala Dunia 2026 ini berakhir.

Jika memang jadi, Pep Guardiola akan melengkapi negara-negara besar yang mengangkat pelatih legendaris dan pelatih top. Setelah Carlo Ancelotti di Brasil, Prancis dalam waktu dekat akan memperkenalkan Zinedine Zidane sebagai pelatih baru mereka menggantikan Didier Deschamps.

Di Jerman, kehadiran Jurgen Klopp sudah dinantikan. Yang kurang hanya pengumuman resmi dari masing-masing federasi. Kini, akan ada empat pelatih hebat yang menangani tim nasional yang hebat pula. Carlo Ancelotti di Brasil, Zinedine Zidane di Prancis, Jurgen Klopp di Jerman, dan kemungkinan Pep Guardiola di Italia.

Empat kekuatan sepak bola dunia telah mempercayakan proyek mereka kepada empat pelatih terbaik di abad ke-21 ini. Carlo Ancelotti sudah memimpin proses pembangunan kembali Brasil. Kegagalan di Piala Dunia 2026 hanya bagian dari proses alamiah membuat Brasil kembali ke puncak kejayaan, setidaknya itulah yang diyakini publik Negeri Samba.

Sementara itu, Prancis bersiap untuk perubahan generasi dengan Zinedine Zidane. Jerman bertaruh pada kembalinya Jurgen Klopp di pinggir lapangan setelah gagal bersama Julian Nagelsmann. Dan Italia bermimpi meyakinkan Pep Guardiola untuk memulai revolusi yang akan mengembalikan mereka ke jajaran elite.

Era Zinedine Zidane Segera Dimulai

Didier Deschamps telah menandai era yang tak tertandingi sebagai pelatih Timnas Prancis. Di Bawah asuhannya, Les Bleus meraih gelar Piala Dunia 2018, finalis di Piala Dunia 2022, dan selama lebih dari satu dekade menjadi simbol stabilitas.

Namun, siklus Didier Deschamps bersama Timnas Prancis telah berakhir. Penggantinya adalah Zinedine Zidane. Nama Zinedine Zidane sudah muncul ke permukaan sejak tahun lalu. Mantan pelatih Real Madrid ini akan memulai petualangan besar keduanya di pinggir lapangan dan akan mewarisi generasi yang penuh dengan talenta.

Belum lama ini, Zinedine Zidane bahkan sudah memberikan komentarnya: "Saya sangat menyukai trio ini," kata Zinedine Zidane. Yang dimaksud adalah Kylian Mbappe, Michael Olise, dan Ousmane Dembele.

Zinedine Zidane tidak diragukan lagi. Sebagai pemain, dia telah menaklukkan dunia. Sebagai pelatih, ia mengangkat tiga trofi Liga Champions berturut-turut bersama Real Madrid. Kini ia menghadapi tantangan paling kompleks dalam kariernya: membangun tim nasional Prancis.

Tugas Berat Carlo Ancelotti di Brasil

Carlo Ancelotti telah memulai petualangannya sebagai pelatih Brasil. Kegagalan Brasil di Piala Dunia 2026 salah satu momen pahit yang akan menjadi titik tolak bagi tim nasional ini. Negeri yang telah meraih lima gelar Piala Dunia ini ingin segera kembali ke tempatnya, sebagai tim paling sukses di Piala Dunia.

Karena itulah, mereka mengangkat Carlo Ancelotti. Brasil telah beralih ke pelatih paling berprestasi dalam sejarah Liga Champions, yang terbiasa menangani ruang ganti yang penuh bintang dan berkompetisi di bawah tekanan yang sangat besar.

Pelatih asal Italia ini memiliki waktu empat tahun untuk membentuk proyek yang akan mencapai puncaknya di Piala Dunia 2030. Brasil tidak hanya ingin menang lagi. Ia ingin mendapatkan kembali rasa hormat dari para pesaingnya.

Jurgen Klopp Harapan Jerman

Jerman juga tengah mengalami masa sulit. Setelah kegagalan di Piala Dunia 2026, federasi telah memutuskan untuk menempatkan harapan di Pundak salah satu tokoh paling sukses dan karismatik dalam sepak bola modern.

Jurgen Klopp telah meninggalkan Liverpool dan mendedikasikan dirinya dalam peran sebagai direktur global sepak bola di Red Bull. Jurgen Klopp telah mendapatkan jalan untuk menangani Timnas Jerman.

Jurgen Klopp memiliki kemampuan membangun tim yang kompetitif, dan kepribadiannya menjadikan Klopp profil ideal untuk memimpin proses pembangunan kembali yang membutuhkan hasil segera. Jerman ingin menjadi Jerman lagi. Mereka berharap, Jurgen Klopp adalah pelatih yang mereka cari selama ini setelah beberapa kali terjadi pergantian pelatih.

Italia Berharap Pep Guardiola

Di antara empat tim besar tersebut, Italia satu-satunya yang hingga kini belum bisa memastikan apakah Pep Guardiola bersedia menerima tantangan ini. Setelah absen di tiga Piala Dunia berturut-turut, Gli Azzurri sedang mencari sosok yang dapat mengubah keadaan.

Kedatangannya akan mewakili revolusi sepak bola di negeri ini. Italia, dalam hal ini Timnas Italia, pernah dikenal sebagai salah satu tim dengan permainan yang mengandalkan kekuatan pertahanan. Sementara itu, Pep Guardiola akan membawa pendekatan yang sama sekali berbeda.

Sepak bola yang dimainkannya adalah penguasaan bola dengan permainan menyerang. Ini tentu menjadi sisi terbesar yang menarik dari kehadiran Pep Guardiola. Pelatih yang sangat menyukai sepak bola menyerang, akan berada di negeri sepak bola yang dikenal dengan taktik bertahan yang kuat.

Yang menarik dari semua pelatih ini, dapat dikatakan ini menjadi pengalaman baru sebagai pelatih tim nasional. Kecuali Carlo Ancelotti tentunya yang telah menjajal tugas ini. Yang pasti, dengan kehadiran Carlo Ancelotti, Jurgen Klopp, Zinedine Zidane, dan mungkin Pep Guardiola, wajah tim nasional tidak pernah dalam peta persaingan pelatih top seperti ini.