Takefusa Kubo, sayap kanan Timnas Jepang. Foto: TVRI/Grafis/Dede Mauladi
TVRINews - Sevilla, Spanyol
Takefusa Kubo baru kembali dari cedera hamstring kiri yang dialaminya pertengahan Januari lalu. Ia sebelumnya juga sempat mencatat asis lewat sundulan dalam laga La Liga melawan Alaves.
Penyerang sayap Timnas Jepang, Takefusa Kubo, akhirnya meraih trofi besar pertamanya setelah membawa Real Sociedad menjuarai Copa Del Rey (Piala Raja Spanyol). Sociedad mengalahkan Atletico Madrid melalui adu penalti 4-3 setelah bermain imbang 2-2 pada laga final yang berlangsung di Estadio de La Cartuja, Sevilla, Spanyol, Minggu (19/4/2026) dini hari WIB lalu.
Kubo masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-88 dan langsung memberikan dampak positif sepanjang babak tambahan. Di bawah asuhan pelatih anyar asal Amerika Serikat, Pellegrino Matarazzo, Sociedad tampil impresif dan berhasil mengangkat trofi Copa del Rey untuk pertama kalinya dalam enam tahun terakhir.
“Saya sebelumnya sering kalah di pertandingan-pertandingan penting, jadi saya sangat senang,” ujar Kubo dikutip dari media Jepang, The Mainichi, Rabu (22/4/2026). “Sekarang saya punya satu hal lagi yang bisa saya banggakan saat pensiun nanti,” ia menambahkan.
Sociedad membuka keunggulan sangat cepat, tepatnya dalam 14 detik pertama melalui sundulan Ander Barrenetxea. Namun, Atletico membalas lewat gol Ademola Lookman pada menit ke-18. Jelang turun minum, Mikel Oyarzabal sukses mengeksekusi penalti untuk membawa Sociedad kembali unggul.
Atletico tidak menyerah dan menyamakan skor menjadi 2-2 lewat gol Julian Alvarez pada menit ke-83. Laga kemudian berlanjut hingga adu penalti, di mana Sociedad tampil lebih tenang dan memastikan kemenangan.
Kubo sendiri baru kembali dari cedera hamstring kiri yang dialaminya pada pertengahan Januari lalu. Ia sebelumnya juga sempat mencatat asis lewat sundulan dalam laga La Liga melawan Alaves.
“Saya bisa bermain dengan lebih percaya diri ke depannya setelah tampil baik melawan lawan selevel ini,” kata Kubo. “Tidak ada gunanya panik. Saya ingin membawa energi positif ini ke Timnas Jepang (di Piala Dunia 2026),” ia menambahkan.
Pelatih Brighton Puji Gol Mitoma Setara Marco van Basten
Sementara itu di Inggris, rekan senegara Kubo, Kaoru Mitoma, juga tampil gemilang bersama Brighton & Hove Albion. Ia mencetak gol spektakuler dalam hasil imbang 2-2 melawan Tottenham Hotspur di kompetisi Premier League.
Masuk pada menit ke-20, Mitoma mencetak gol lewat tendangan voli indah menggunakan kaki kiri, yang merupakan kaki lemahnya, pada masa injury time babak pertama. Ia memanfaatkan umpan silang Pascal Gross dan melepaskan tembakan tajam dari sudut sempit ke pojok atas gawang.
“Baru saja ada yang menunjukkan kepada saya bahwa Marco van Basten (striker legendaris AC Milan dan Belanda era 1980-an dan 1990-an) pernah mencetak gol serupa,” ujar pelatih Brighton, Fabian Hurzeler, memuji gol Mitoma. “Semua orang yang bermain sepak bola tahu betapa sulitnya menyelesaikan peluang seperti itu, dan kami tahu Mitoma adalah pemain kunci bagi kami.”
Mitoma kemudian ditarik keluar pada menit ke-75 karena mengalami sedikit ketidaknyamanan pada kakinya. Tottenham sempat kembali unggul lewat gol Xavi Simons, setelah sebelumnya membuka skor melalui sundulan Pedro Porro.
Namun, Brighton berhasil menyamakan kedudukan di masa injury time babak kedua melalui gol Georginio Rutter. Hasil ini membuat Spurs, yang kini dilatih mantan manajer Brighton, Roberto De Zerbi, masih belum meraih kemenangan di Liga Inggris sepanjang tahun 2026 ini.