TVRINews - Washington D.C, Amerika Serikat

Adams tetap yakin metode ketat ini adalah persiapan terbaik bagi Amerika Serikat untuk menghadapi panggung dunia.

Era kepemimpinan Mauricio Pochettino di Timnas Amerika Serikat tak lagi mengenal istilah pemain tak tersentuh. Gelandang Tyler Adams membocorkan resep rahasia pria asal Argentina tersebut dalam menjaga bara kompetisi tetap menyala di ruang ganti menjelang perhelatan Piala Dunia 2026.

Pochettino telah berhasil membangun atmosfer bahwa tidak ada seorang pun pemain yang posisinya benar-benar aman sehingga setiap sesi latihan dan pertandingan di klub masing-masing menjadi ajang pembuktian. Hal ini diakui Adams sebagai pendorong motivasi besar untuk terus memperbaiki diri di Bournemouth demi mengamankan peluang tampil dalam turnamen empat tahunan tersebut.

Adams merupakan pilar penting Bournemouth yang mencatatkan rekor tak terkalahkan dalam tujuh laga terakhir Liga Primer Inggris saat dirinya tampil sejak Desember tahun lalu. Kesuksesan serupa juga ia torehkan di level internasional sebagai kapten Amerika Serikat pada Piala Dunia 2022 dan peraih gelar Pemain Putra Terbaik Amerika Serikat 2022.

Meskipun telah mengantongi 52 penampilan, Adams tetap merasa tertantang oleh kebijakan Pochettino yang belum memberikan jaminan posisi kepada pemain mana pun untuk musim panas ini. Sikap waspada ini justru dianggap positif oleh Adams karena dianggap mampu memicu performa terbaiknya hingga mencapai level permainan yang lebih tinggi.

"Apa yang dilakukan Mauricio Pochettino adalah membangun perasaan bahwa tidak ada seorang pun yang posisinya aman, dan saya rasa hal itu menuntut rasa hormat yang besar karena setiap pertandingan dan sesi latihan yang saya jalani di Bournemouth, saya bekerja keras untuk berkembang," ujar Adams kepada Men in Blazers

"Ini tidak hanya akan memengaruhi waktu saya di Bournemouth, tetapi juga gambaran besar serta peluang saya untuk bermain di Piala Dunia. Saya menyukai rasa ketidakpastian ini. Saya merasa hal itu memicu performa terbaik saya dan memungkinkan saya untuk bersaing di level yang bahkan lebih maju," Adams menambahkan.

Pochettino telah melakukan berbagai eksperimen besar, baik terhadap pemain maupun formasi, dalam upayanya meramu permainan terbaik, meski sempat menuai kritik di sepanjang proses tersebut. Ia kini hanya memiliki waktu sebulan sebelum mengumumkan daftar final 26 pemain yang akan diuji dalam laga persahabatan terakhir melawan Senegal dan Jerman pada akhir Mei mendatang.

Namun, saking banyaknya pemain dan formasi yang telah dicoba, publik masih meraba-raba siapa saja yang akan mengisi skuad dan posisi apa yang mereka tempati nanti. Ketidakpastian ini menjadi ciri khas kepemimpinan Pochettino yang terus mencari formula paling tepat bagi Amerika Serikat melalui penjaringan talenta yang sangat luas.

Setelah sempat tampil konsisten dengan formasi tiga bek pada musim gugur lalu, Pochettino secara mengejutkan mengubah total skema permainannya bulan lalu untuk menguji fleksibilitas tim. Ia menerapkan formasi 4-2-3-1 saat kalah dari Belgia dan 4-3-3 saat menyerah dari Portugal, menunjukkan keberaniannya dalam melakukan perombakan taktis melawan raksasa Eropa.

Pochettino telah mengundang lebih dari 45 pemain ke pusat pelatihan sejak September tahun lalu dan rutin merotasi susunan pemain utamanya. Ia bahkan tidak ragu untuk mencadangkan bintang besar seperti Adams dan penyerang veteran Christian Pulisic demi memberikan panggung bagi nama-nama baru.

"Ketika Anda masuk ke kamp pelatihan, Anda adalah pemain tim nasional Amerika Serikat, Anda layak berada di sini. [Dia akan] memastikan Anda menjadi lebih baik setiap kali datang ke kamp dan merasa berharga. Tetapi di saat yang sama, Anda dituntut untuk memberikan apa yang akan Anda berikan dan dapatkan dari sana," ungkap Adams bulan lalu sebelum kamp pelatihan.

Sorotan tajam juga didapatkan Pochettino atas beberapa pilihan pemainnya yang dianggap kontroversial, termasuk pemanggilan kembali Gio Reyna yang sempat terasing dari tim nasional. Meski Reyna minim menit bermain di level klub sepanjang 2026, ia tetap memegang teguh penilaiannya terhadap bakat anak asuhnya tersebut.

"Bakat yang sangat istimewa dan pemain yang sangat istimewa," ujar Pochettino mengenai Reyna menjelang laga persahabatan internasional Maret lalu.

Ketidakpastian dalam susunan pemain Pochettino makin diperparah dengan badai cedera yang menimpa beberapa pilar andalan tim baru-baru ini secara berturut-turut. Penyerang Patrick Agyemang harus absen karena cedera tendon Achilles yang parah, sementara bek kiri John Tolkin juga mengalami cedera lutut bagian dalam pekan lalu.

Kabar buruk lainnya datang dari sektor penjaga gawang setelah Jonathan Klinsmann mengalami cedera tulang belakang akhir pekan lalu yang mengakhiri musimnya lebih cepat. Rentetan cedera ini dipastikan memaksa Pochettino untuk kembali memutar otak guna menyusun komposisi skuad yang solid di tengah krisis pemain yang ada.

"Seperti yang Anda lihat, kami sangat siap menghadapi Piala Dunia," tegas Adams menutup pembicaraan mengenai ambisi besar tim nasional Amerika Serikat di bawah asuhan Pochettino.