TVRINews - Sao Paulo, Brasil

Neymar mendapatkan kritik dari mantan bintang Timnas Brasil terkait sikapnya kepada fans Santos.

Neymar masih menjadi perdebatan. Apa yang dilakukannya, ucapannya, gerak-geriknya, selalu menjadi perhatian publik khususnya untuk fans sepak bola Brasil. Bintang 34 tahun ini disukai tapi juga dibenci. Neymar menjadi harapan Brasil namun tidak sedikit pula yang meragukan apakah bintang Santos FC ini memang pantas mendapatkan keistimewaan tersebut.

Jelang Piala Dunia 2026 yang kurang dari dua bulan lagi akan bergulir, Neymar kembali menjadi perhatian setelah gestur yang dia perlihatkan ketika Santos FC kalah 2-3 di kandang dari Fluminense, Minggu (19/4/2026) lalu.

Setelah laga itu berakhir, Neymar meletakkan tangannya di samping telinganya seiring dirinya meninggalkan lapangan menuju kamar ganti. Gestur tersebut tentu saja diinterpretasikan sebagai pesan bahwa dia tidak mendengar suara-suara kritik dari para fan klubnya.

Kekalahan Santos FC tersebut memang membuat fans Santos kecewa. Mereka meneriaki pemain tim asuhan Alexi "Cuca" Stival ini. Neymar salah satu yang menjadi sasaran dari kekecewaan pendukung klubnya tersebut. Namun, reaksi Neymar yang membuat insiden tersebut menjadi perhatian, khususnya setelah kamera televisi menyorot dirinya yang meletakkan tangan di telinga.

Terkait hal ini, Neymar kemudian membuat klarifikasi melalui media sosial. Lewat akun Instagram, mantan bintang Barcelona, Paris Saint-Germain, dan Al Hilal tersebut menjelaskan bahwa dirinya hanya menggaruk telinga, tidak ada maksud untuk membalas kritik para fan. Tapi, dia kemudian juga memberikan pernyataan bernada kritik, menempatkan dirinya sebagai korban yang selalu menerima perlakuan tersebut.

"Hari ini saya harus menjelaskan mengapa saya menggaruk telinga! Jujur saja, mereka terlalu kasar dan melewati batas. Sangat menyedihkan harus hidup dengan semua itu. Tidak ada manusia yang bisa tahan dengan hal ini," kata Neymar dalam pernyataan di akun media sosialnya.

Namun demikian, walau kapten Timnas Brasil ini sudah memberikan jawaban sekaligus keluhannya, seorang mantan pemain Brasil justru memberikan pernyataan bernada kritik terhadap Neymar. Pemain tersebut adalah Ze Elias, gelandang Timnas Brasil era 1995-1999.

"Kami jelas sekali tahu apa yang terjadi saat itu di sana. Orang-orang tahu apa itu. Orang-orang tidak bodoh. Setiap orang tahu apa yang terjadi sesungguhnya," kata Ze Elias, seperti yang disampaikan kepada Tribuna.com dan juga diberitakan pers Spanyol, Marca, Selasa (21/4/2026) lalu. 

Menurut Ze Elias, sikap Neymar serta komentar sang pemain di media sosial memperlihatkan kembali tentang sikap sang pemain yang memang tidak dewasa. Bahkan, Ze Elias mengibaratkan Neymar seperti seorang anak kecil. Jika Neymar memiliki sikap yang dewasa, menurut Ze Elias dia tidak akan bertindak seperti itu.

"Semua ini hanya bukti lainnya, bukan begitu? Dan, saya akan mengatakan lagi, bahwa itu adalah sikap seorang anak berusia 16 tahun. 15 atau 16 tahun, yang kurang memahami siapa dirinya," kata Ze Elias yang dalam kariernya di Timnas Brasil tampil dalam 16 pertandingan.

"Karena jika dia memahami siapa dirinya, apa yang dia wakili, dia tidak akan berperilaku seperti itu. Dan selalu, dia merasa seperti menjadi korban. Selalu saja terkesan seperti orang-orang menindasnya. Dia (Neymar) selalu benar dan semua orang salah. Seluruh dunia salah," kata Ze Elias lagi yang pernah bermain untuk Inter Milan pada 1997-1999.

Jadi, wajar pula menurut Ze Elias jika semua itu memengaruhi peluang Neymar untuk bermain bersama Timnas Brasil di Piala Dunia 2026. Apalagi, sebagai seorang kapten tim dari negeri dengan sejarah sepak bola seperti Brasil, apa yang dilakukan Neymar bukan sesuatu yang bagus.

Hingga kini, peluang Neymar untuk bermain di Piala Dunia 2026 memang masih menjadi tanda tanya besar. Tapi, situasi tersebut lebih banyak disebabkan kondisi fisik Neymar yang belum fit 100 persen. Pelatih Brasil, Carlo Ancelotti hanya melihat dari aspek tersebut. Jika Neymar fit, dia akan masuk skuad Brasil untuk Piala Dunia 2026 nanti.

Neymar sendiri sangat berharap dia bisa memperlihatkan kepada Carlo Ancelotti bahwa dirinya siap. Kondisinya sudah bisa tampil untuk Timnas Brasil. Neymar mencoba lagi membangun kariernya di Santos, klub awal kariernya.

Namun, situasinya kemudian tidak mudah karena dirinya sempat absen dalam 10 laga sejak awal tahun 2026 ini karena pemulihan setelah operasi di lututunya. Hubungannya dengan fans Santos pun tidak terlalu bagus. Bahkan, insiden telinga tersebut terjadi hanya lima hari setelah dia bersitegang dengan fan karena hasil imbang 1-1 lawan Deportivo Recoleta di ajang Copa Sudamericana, pada Rabu pekan lalu.

"Saya mengerti fans yang mengkritik permainan kami, tapi ketika itu mengarah kepada personal dan mereka menyerang saya dengan cara yang berbeda, saya tidak dapat menerimanya," kata Neymar, saat itu.