TVRINews - Inglewood, California, Amerika Serikat

Masih ada puluhan ribu kursi di SoFi Stadium yang belum terisi meskipun pertandingan melibatkan tim tuan rumah Amerika Serikat.

Tim Nasional Amerika Serikat akan membuka perjalanan mereka di fase penyisihan Grup D Piala Dunia 2026 dengan menghadapi Paraguai pada 12 Juni 2026 di SoFi Stadium, Inglewood, California. Namun, menjelang laga pembuka tersebut, muncul kekhawatiran terkait rendahnya minat penonton, meskipun Amerika Serikat berstatus sebagai tuan rumah.

Berdasarkan dokumen bertanggal 10 April 2026 yang pertama kali dilaporkan oleh The Athletic, Rabu (22/4/2026), baru sekitar 40.934 tiket yang telah terjual untuk pertandingan tersebut. Padahal, SoFi Stadium di California memiliki kapasitas sekitar 69.650 kursi. Artinya, masih ada puluhan ribu kursi yang belum terisi meskipun pertandingan melibatkan tim tuan rumah.

Menariknya, pertandingan lain di stadion yang sama justru menunjukkan angka penjualan lebih tinggi. Laga Iran vs Selandia Baru yang digelar tiga hari setelahnya telah terjual 50.661 tiket, atau hampir 10.000 tiket lebih banyak dibanding laga pembuka AS. Sementara itu, Bosnia dan Herzegovina vs Swiss mendekati 47.000 tiket terjual, dan Iran vs Belgia bahkan menembus angka lebih dari 50.000 tiket.

Salah satu faktor utama yang disorot oleh para pencinta sepak bola di Amerika Serikat adalah harga tiket yang sangat tinggi. Tiket kategori 1 dilaporkan mencapai 2.730 dolar AS (sekitar Rp46,9 juta), kategori 2 sekitar 1.940 dolar AS (Rp33,3 juta), dan kategori 3 yang biasanya berada di bagian atas stadion masih dibanderol sekitar 1.120 dolar AS (Rp19,2 juta). Bagi banyak penggemar, harga tersebut dianggap terlalu mahal untuk sebuah pertandingan fase grup.

Presiden FIFA, Gianni Infantino, sebelumnya menjelaskan strategi penjualan tiket organisasi tersebut. “Kami sudah menjual sekitar 5 juta tiket,” kata Infantino. Ia kemudian menambahkan, FIFA menyimpan sebagian tiket untuk dijual mendekati turnamen agar memberi kesempatan bagi pembeli terlambat.

Namun, di sisi lain, pasar sekunder menunjukkan sinyal berbeda. Beberapa pembeli yang sudah memiliki tiket untuk laga pembuka AS dilaporkan mulai menjual kembali tiket mereka dengan harga di bawah nilai asli. Hal ini memperkuat indikasi bahwa permintaan tidak sekuat yang diperkirakan.

Selain faktor harga, performa tim juga diduga ikut memengaruhi antusiasme. Timnas Amerika Serikat baru-baru ini mengalami kekalahan dalam laga uji coba melawan Belgia dan Portugal di Atlanta, yang kemungkinan turut memengaruhi optimisme penggemar menjelang turnamen.

Dengan kombinasi harga tinggi, performa yang belum stabil, serta pergerakan pasar tiket yang melemah, laga pembuka AS di Piala Dunia 2026 melawan Paraguai berpotensi tidak akan terisi penuh seperti yang diharapkan. FIFA kini menghadapi tantangan untuk menjaga keseimbangan antara strategi harga dan daya tarik turnamen di negara tuan rumah.