Pelatih Bayern Munchen, Vincent Kompany menolak menjadi analis di Piala Dunia 2026. Foto: TVRI/Grafis/Yusuf
TVRINews - Munchen, Jerman
Penolakan Kompany terhadap tawaran stasiun televisi Inggris dilakukan demi menjaga keseimbangan kehidupan pribadi dan profesional.
Pelatih Bayern Munchen, Vincent Kompany, menolak tawaran sejumlah stasiun televisi Inggris untuk menjadi komentator pada Piala Dunia 2026 mendatang. Keputusan tegas tersebut diambil agar ia fokus penuh dalam karier kepelatihannya di Jerman serta komitmen terhadap waktu istirahat keluarga.
Pernyataan ini muncul menyusul laporan media Inggris yang menyebutkan jasa Kompany bakal dipakai sebagai analis Piala Dunia 2026. Namun, pria asal Belgia tersebut mengonfirmasi penolakan tersebut dalam konferensi pers menjelang laga semifinal krusial DFB Pokal melawan Bayer Leverkusen Selasa (21/4/2026) waktu setempat.
"Tidak mungkin, tidak mungkin," kata Kompany sebagai respons instan terhadap isu kepindahan sementaranya ke industri penyiaran di sela-sela musim panas nanti dikutip dari Goal.
Kompany memberikan penjelasan tidak ingin kehilangan momen berharga bersama keluarganya hanya demi menjadi pakar di layar kaca. Baginya, tekanan pekerjaan sebagai pelatih di klub sebesar Bayern Munchen sudah cukup menyita seluruh energi dan waktunya sepanjang musim.
"Apa yang harus saya lakukan sekarang sebagai pakar televisi saat sedang liburan? Nanti tahun depan saya tidak akan punya keluarga lagi di Munchen," ucap Kompany yang disambut tawa sekaligus mengakhiri spekulasi mengenai kemungkinan kembalinya ke studio BBC atau Sky Sports seperti pada tahun-tahun sebelumnya.
Ketertarikan stasiun televisi untuk menggunakan jasa Kompany karena melihat rekam jejaknya. Pria berusia 40 tahun tersebut memiliki pemahaman mendalam tentang sepak bola internasional.
Secara spesifik, stasiun televisi Inggris mengincar Kompany karena pengetahuannya yang sangat mendetail mengenai kapten Timnas Inggris, Harry Kane, yang kini menjadi anak asuhnya di Bayern Munchen. Pengalaman Kompany sebagai analis di masa lalu diyakini mampu memberikan perspektif berharga bagi penonton global selama turnamen berlangsung.
Namun, prioritas utama Kompany saat ini tetap tertuju pada kesuksesan Bayern Munchen yang baru saja memastikan gelar juara Bundesliga ke-35 pekan lalu. Ia kini tengah mengarahkan seluruh kekuatan timnya untuk menghadapi laga semifinal DFB Pokal di markas Bayer Leverkusen, Stadion BayArena, Rabu (22/4/2026).
Pertandingan DFB Pokal ini menjadi pertaruhan hidup mati bagi Die Roten dalam ambisi meraih gelar ganda di kompetisi domestik musim ini. Kemenangan atas Leverkusen akan membawa Bayern Munchen melaju ke babak final untuk pertama kalinya sejak terakhir kali mencapainya pada 2020.
Kesiapan Bayern Munchen dalam laga semifinal ini sedikit terganggu oleh badai cedera yang memaksa Kompany melakukan perombakan skuad di beberapa posisi. Ia dipastikan harus kehilangan tiga pemain penting yang saat ini tengah menjalani perawatan medis intensif akibat cedera serius.
Serge Gnabry dipastikan absen akibat robekan adduktor, sementara Lennart Karl dan Tom Bischof juga menepi karena mengalami cedera robekan serat otot. Kehilangan trio pemain ini menjadi tantangan besar bagi strategi ofensif yang tengah diusung oleh Kompany di penghujung musim.
Di tengah keterbatasan pilihan pemain, Kompany menaruh harapan besar pada proses pemulihan Jamal Musiala agar segera kembali ke bentuk permainan terbaiknya. Pemain berusia 23 tahun tersebut dianggap sebagai kunci utama kreativitas serangan Bayern Munchen dalam menghadapi blok pertahanan rapat lawan.
"Kapan 'Magis Musiala' ini akan kembali, seorang Jamal di masa kejayaannya? Dan itu pasti akan kembali 100 persen," ungkapnya.