Pemain Timnas Iran ketika merayakan kemenangan dalam kualifikasi Piala Dunia 2026. Foto: TVRI/Grafis/Dede Mauladi
TVRINews - Teheran, Iran
Iran harus segera menentukan sikap terhadap tiga jadwal laga grup mereka yang seluruhnya berada di tanah Amerika Serikat saat situasi politik yang memanas.
Menteri Olahraga Iran, Ahmad Donyamali, mengeluarkan pernyataan terbaru terkait partisipasi negaranya di Piala Dunia 2026. Pernyataan ini muncul sebagai respons atas klaim Presiden FIFA, Gianni Infantino, yang sebelumnya menyatakan Timnas Iran dipastikan hadir dalam turnamen tersebut.
Piala Dunia 2026 dimulai 11 Juni hingga 19 Juli mendatang dengan 48 tim yang telah terkonfirmasi. Namun, keikutsertaan Team Melli masih diliputi ketidakpastian akibat konflik yang sedang berlangsung antara koalisi pasukan Amerika Serikat dan Israel melawan Iran.
Sejumlah tokoh penting telah menyuarakan pendapat mereka mengenai isu sensitif ini dalam beberapa bulan terakhir. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sebelumnya menyatakan bahwa Iran sebenarnya disambut baik untuk hadir, meski juga menyarankan untuk tidak datang demi keselamatan nyawa mereka sendiri.
Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI), kemudian mengajukan permohonan agar jadwal pertandingan mereka dipindahkan ke Meksiko sebagai sesama tuan rumah. Hal ini dikarenakan tiga laga grup Iran melawan Belgia, Mesir, dan Selandia Baru berlangsung di wilayah Amerika Serikat.
Jika Iran berhasil melaju ke babak gugur, pertandingan mereka pun tetap akan diselenggarakan di Amerika Serikat. Meskipun ada permintaan dari FFIRI, Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum telah mengonfirmasi bahwa FIFA secara resmi menolak usulan pemindahan lokasi tersebut.
Pada 15 April lalu, Presiden FIFA Gianni Infantino menegaskan keyakinannya kalau Iran akan tetap berpartisipasi di Piala Dunia 2026. Berbicara di forum Invest in America milik CNBC, ia menekankan pentingnya kehadiran Iran dalam ajang bergengsi tersebut.
"Tim Iran pasti datang, ya. Tentu saja kita berharap pada saat itu situasinya akan damai, karena seperti yang saya katakan, hal itu pasti akan sangat membantu," kata Infantino saat itu.
"Namun, Iran harus datang. Tentu saja, mereka mewakili rakyatnya. Mereka telah lolos kualifikasi. Para pemain ingin bermain. Mereka benar-benar ingin bermain, dan mereka harus bermain. Olahraga harus berada di luar politik sekarang," Infantino melanjutkan.
Donyamali, memberikan tanggapan lebih lanjut mengenai pernyataan optimis dari Infantino tersebut. Ia menjelaskan bahwa pihak kementerian telah membentuk komite khusus untuk membahas kondisi dan nasib tim nasional mereka.
"Kami telah berdiskusi mengenai tim nasional itu sendiri, kondisi tim nasional, dan kami juga telah membentuk sebuah komite. Hari ini kami juga mengadakan pertemuan dalam pembahasan ini, dan kami menjalankan kewenangan kami," ujar Donyamali, dikutip dari Sportbible.
Donyamali menegaskan kesiapan tim tetap menjadi prioritas meskipun keputusan akhir mengenai keberangkatan belum bersifat final. Menurutnya, segala keputusan strategis akan sangat bergantung pada situasi geopolitik terkini yang dievaluasi oleh otoritas tertinggi negara.
"Kita harus bersiap. Dalam hal apa pun, mungkin saja diputuskan untuk tidak berangkat. Dan jika diputuskan untuk berangkat, kita harus tetap siap, sehingga kehadiran kita, jika memang terjadi, adalah kehadiran yang kuat. Namun, sekali lagi, saya tekankan bahwa dalam bidang ini, pengambilan keputusan didasarkan pada kondisi yang ada saat ini, melalui pemerintah dan kemungkinan Dewan Keamanan Nasional," ucapnya.
Sebanyak 78 dari total 104 pertandingan Piala Dunia 2026 akan berlangsung di Amerika Serikat, sementara sisanya dibagi antara Meksiko dan Kanada. Iran memiliki catatan sejarah yang cukup kuat dengan telah berkompetisi dalam enam edisi Piala Dunia sebelumnya.