TVRINews - Roma, Italia

Legenda Timnas Italia, Gianluigi Buffon menyerukan perubahan untuk mengatasi masalah yang terjadi di sepak bola negerinya.

Legenda sepak bola Italia dan mantan delegasi Timnas Italia, Gianluigi Buffon, menyatakan penyebab kegagalan Gli Azzurri lolos ke Piala Dunia 2026 salah satunya adalah sudah lama tim ini tidak lagi memiliki pemain kreatif. Menurut Gianluigi Buffon, persoalan ini akan tetap ada di masa depan jika tidak diatasi.

"Saya melihat ada tiga hal yang menjadi penyebab mengapa Italia mengalami penurunan dalam sepak bola. Pertama adalah globalisasi yang memungkinkan semua tim menjadi sangat kompetitif, tingkat permainan juga rata-rata meningkat," kata Gianluigi Buffon kepada Guardian, Rabu (22/4/2026) ini.

"Kedua, pada sekitar 15 tahun yang lalu, kami secara taktik lebih kuat dibandingkan lawan kami. Dan, yang ketiga, kami memang memiliki pemain fantastis tapi tidak memiliki pemain kreatif seperti Roberto Baggio, Alessandro Del Piero, atau Francesco Totti. Pemain seperti itu membantu kami meraih kemenangan," Gianluigi Buffon menambahkan.

Piala Dunia 2026 yang akan pada 11 Juni 2026 memang tanpa kehadiran Italia. Gli Azzurri gagal setelah kalah adu penalti dari Bosnia. dan Herzegovina dalam final play-off Piala Dunia 2026. Sebelumnya, Italia bermain mengesankan di semifinal play-off dalam kemenangan 2-0 atas Irlandia Utara.

Namun, dalam final yang digelar di Zenica (Bosnia), Italia asuhan Gennaro Gattuso menghadapi kesulitan dalam mencetak gol. Setelah mencetak satu gol, Italia kesulitan menembus pertahanan Bosnia dan Herzegovina yang membuat laga imbang di perpanjangan waktu dan kemudian ditentukan lewat adu penalti. Italia kalah 1-4 dalam adu penalti.

Gianluigi Buffon, sokongan penuh untuk Gennaro Gattuso.

Foto: TVRI/Grafis/Yusuf



Bersama Gennaro Gattuso yang merupakan pelatih Timnas Italia sepanjang kualifikasi Piala Dunia 2026, Gianluigi Buffon kemudian memutuskan mundur dari jabatannya sebagai manajer dan ketua delegasi Timnas Italia.

Kegagalan Italia ke Piala Dunia 2026 menjadi kegagalan ketiga kalinya secara beruntun setelah Gli Azzurri juga tidak lolos ke Piala Dunia 2018 dan 2022. Untuk kembali sebagai tim dengan sepak bola yang kuat, Italia harus mengatasi persoalan tersebut.

"Untuk melewati semua kesulitan ini, pertama harus memahami dulu mengapa tiga hal tersebut menjadi sangat sulit. Kami harus berubah," kata Gianluigi Buffon lagi yang merupakan pemegang rekor laga terbanyak di Timnas Italia dengan 176 pertandingan.

Gianluigi Buffon menyatakan bahwa kegagalan tersebut sangat menyedihkan. Bahkan, dia sendiri sulit untuk menggambarkannya. "Itu momen yang sangat menyakitkan bagi sepak bola Italia dan saya sendiri. Akan lebih mudah bagi saya melihat ribuan aliens di sekitar saya ketimbang melihat kegagalan Italia dalam tiga Piala Dunia secara beruntun," kata pria yang kini berusia 48 tahun itu mengibaratkan.

Italia kini tengah mengalami situasi sulit, termasuk kemunduran sepak bola mereka secara kualitas. Hal tersebut juga terlihat dari sedikitnya para bintang berkelas yang menjadikan Italia sebagai tempat tujuan karier mereka. Persoalan sepak bola Italia bahkan semakin serius ketika belakangan ini ditemui ada pemain klub di Liga Italia (Seri A) yang terlibat jaringan prostitusi.

Namun dari semua itu, fakta bahwa kegagalan Italia ke Piala Dunia memang disebabkan karena tidak lagi memiliki pemain kreatif seperti Roberto Baggio, Alessandro Del Piero, atau Francesco Totti. "Itulah realitanya. Untuk mengatasinya, kami harus memahami dulu mengapa hal itu menjadi begitu sulit. Kami harus berubah untuk menciptakan masa depan yang lebih baik. Namun, jika Anda menyangkalnya itu akan menjadi sebuah masalah, masalah yang akan selalu ada," kata Gianluigi Buffon menegaskan.