Livano Comenencia, pencetak gol pertama Curacao dalam sejarah Piala Dunia. Foto: TVRI/Grafis/Jovi Arnanda
TVRINews - Houston, Amerika Serikat
Livano Comenencia sudah sering membayangkan akan mencuat di laga pertama Curacao di Piala Dunia.
Sepak bola Curacao menandai keberhasilan timnas mereka tampil untuk pertama kali di Piala Dunia 2026 dengan kesempatan menantang salah satu raksasa dunia, Jerman. Hasilnya tidak terlalu menggembirakan. The Blue Wave takluk telak.
Meski kebobolan tujuh gol, Curacao mendapat hiburan yang tidak bisa dibilang kecil mengingat mereka adalah debutan. Si Ombak Biru bahkan sempat membuat Jerman ketar-ketir karena bisa menyamakan kedudukan.
Gol penyeimbang itu jadi satu-satunya gol yang dihasilkan Curacao. Namun, maknanya tentu besar. Gol itu merupakan gol pertama negara kepulauan di Laut Karibia itu dalam sejarah Piala Dunia.
Yang menarik, pencetaknya, Livano Comenencia, sudah mengutarakan semacam ramalan bahwa dirinya akan tampil bagus di laga perdana Curacao. Produk akademi PSV ini mengaku dirinya memimpikan momen-momen menantang Jerman.
"Saya sungguh memimpikannya setiap hari. Saya membayangkan pertandingan setiap kali akan bermain, tapi bahkan lebih fokus lagi menjelang laga besar seperti ini. Tanggal 14 Juni sudah berada dalam pikiran saya sejak lama. Setiap malam saya mengambil bola dari Wirtz, Musiala, Kimmich, Anda sebut saja. Semuanya siap saya hadapi," ucap pemain berusia 22 tahun itu kepada Voetbal International diikuti dengan tawa berderai.
Comenencia mengatakan pula niatnya menjadikan Piala Dunia 2026 sebagai batu loncatan bagi kelanjutan kariernya. Saat ini, Comenencia memperkuat klub Zurich, tapi akan terbuka pada kemungkinan lain, apalagi jika bisa menarik perhatian di turnamen akbar global ini.
Berangkat dari akademi PSV, Comenencia berpromosi memperkuat Jong PSV sebelum digaet Juventus Next Gen pada 2023. Karena setelah dua tahun ia tidak mendapatkan kepastian masuk tim senior I Bianconeri, Comemencia menerima kontrak di Zurich yang akan berlangsung sampai 2029.
"Saya rasa saya dapat mencapai level tertinggi. Bundesliga. Premier League. Saya tahu kemampuan saya," ucap pemain yang juga sempat memperkuat tim nasional berbagai kelompok umur Belanda itu.
Namun, Comenencia paham pula bahwa masih banyak ruang untuk perbaikan. "Membuat pilihan yang lebih baik terhadap bola, mengurangi keraguan, dan acap kali bertindak lebih cepat. Di segi-segi itu saya masih bisa berkembang," lanjutnya.
Keputusan cepat itu sudah terlihat meningkat. Gol ke gawang Jerman adalah berkat keputusan cepat dan tepat Comenencia untuk menggeber bola liar di dalam kotak penalti.
Harapan Livano Comenencia akan pindah ke liga yang lebih mapan boleh jadi lebih mendekat ke kenyataan.