Bek Timnas Maroko, Achraf Hakimi. Foto: TVRI/Grafis/Yusuf
TVRINews – New York, Amerika Serikat
Tim Nasional Maroko menurunkan 11 pemain kelahiran luar negeri sejak menit ke-65 ketika melawan Brasil di Grup C Piala Dunia 2026.
Ada satu hal menarik yang terjadi saat Tim Nasional Maroko menghadapi Brasil pada pertandingan pertama mereka di Grup C Piala Dunia 2026 pada Minggu (14/06/2026) pagi WIB.
Pertandingan itu sendiri berakhir 1-1 setelah gol dari Ismael Saibari pada menit ke-21 berhasil dibalas penyerang sayap Brasil yang bermain di Real Madrid, Vinicius Junior, hanya 11 menit berselang.
Hasil itu memang membuat Maroko dan Brasil masing-masing menempati peringkat kedua dan ketiga di klasemen Grup C di bawah Skotlandia yang meredam Haiti dengan skor 1-0.
Namun, momen menarik terjadi di lapangan New York New Jersey Stadium, New York, Amerika Serikat (AS), pada menit ke-65, ketika Chemsdine Talbi dan Samir El Mourabet masuk dengan masing-masing menggantikan Brahim Diaz dan Azzedine Ounahi.
Saat Talbi dan El Mourabet masuk, itu untuk pertama kalinya dalam sejarah Piala Dunia, 11 pemain sebuah tim seluruhnya diaspora – kelompok masyarakan yang bermigrasi ke berbagai belahan dunia lain namun tetap mempertahankan identitas, ikatan emosional, dan budaya – bermain bersamaan satu lapangan.
Pencapaian penting Maroko dengan menurunkan 11 diaspora sekaligus dalam satu lapangan pertandingan ini menjadi bukti keberhasilan strategi pencarian bakat global yang disengaja dilakukan oleh Federasi Sepak Bola Kerajaan Maroko (FRMF).
Saat wasit asal Slovenia, Slavko Vincic, meniup peluit kick-off, Maroko sudah 10 pemain yang lahir di luar negeri. Saat itu, hanya Azzedine Ounahi, gelandang milik Girona FC – klub Divisi II Spanyol, yang lahir di Maroko, tepatnya di Casablanca.
Ke-11 pemain diaspora Maroko yang turun dalam satu lapangan sejak pada menit ke-65 itu berasal dari lima negara berbeda, yakni:
- Prancis (4 pemain): Issa Diop (lahir di Toulouse), Neil El Aynaoui (Nancy), Ayyoub Bouaddi (Senlis), Samir El Mourabet (Strasbourg)
- Spanyol (3): Chadi Riad (Palma), Achraf Hakimi (Madrid), Ismael Saibari (Terrassa)
- Belgia (2): Chemsdine Talbi (Sambreville), Bilal El Khannouss (Molenbeek)
- Belanda (1): Noussair Mazraoui (Leiderdorp)
- Kanada (1): Yassine Bounou (Montreal)
Momen bersejarah yang dibuat oleh Tim Nasional Maroko ini jelas banyak menceritakan tentang seperti apa sepak bola internasional di tahun 2026.