Ibrahim Baish bicara tentang misa besar Irak di Piala Dunia 2026. Foto: TVRI/Grafis/Yusuf
TVRINews - Baghdad, Irak
Fokus tim kini beralih untuk mempersiapkan diri lebih matang demi membanggakan nama Irak di kancah internasional.
Skuad Irak merayakan keberhasilannya dengan penuh suka cita setelah resmi memastikan diri lolos ke putaran final Piala Dunia 2026. Pencapaian besar ini didedikasikan secara khusus untuk seluruh rakyat Irak dari berbagai lapisan tanpa terkecuali.
Pemain andalan Irak, Ibrahim Baish, mengungkapkan betapa tingginya tensi yang terjadi di lapangan sebelum kemenangan tersebut benar-benar dipastikan. Menurutnya, menit-menit terakhir pertandingan terasa sangat menguras emosi dan memberikan tekanan mental yang luar biasa bagi seluruh tim.
"Momen-momen terakhir pertandingan sangat sulit, dengan tekanan yang intens pada para pemain di lapangan," kata Baish menggambarkan suasana mencekam di sisa waktu laga dikutip kantor berita Irak, INA.
Baish mencatat peristiwa tersebut akan selalu tersimpan dalam ingatan kolektif para pemain sebagai sebuah tonggak sejarah yang membanggakan. Irak butuh 40 tahun untuk kembali merasakan tampil di Piala Dunia setelah mengalahkan Bolivia dengan skor 2-1 pada final play-off antarkonfederasi.
"Peluit akhir adalah momen bersejarah yang tak terlupakan, dengan kegembiraan yang menyebar di antara semua pemain baik di dalam maupun di luar lapangan," tuturnya.
Lebih lanjut, Baish menegaskan keberhasilan menembus panggung dunia ini bukan sebuah kebetulan semata. Seluruh pemain Irak bekerja keras dengan konsisten tanpa kenal lelah.
"Pencapaian ini adalah hasil dari upaya besar dan didedikasikan untuk para penggemar Irak yang mendukung tim dalam segala situasi," ujar pesepak bola berusia 25 tahun tersebut.
Selain kepada penggemar setia, para pemain juga memiliki niat mulia untuk memberikan penghormatan kepada yang telah berjasa bagi negara. Mereka secara khusus mempersembahkan kelolosan ke Piala Dunia 2026 kepada arwah para martir Irak yang rela berkorban demi tanah air, sebagai bentuk penghormatan tertinggi.
Rasa terima kasih juga mengalir deras kepada semua pihak yang telah setia mendampingi dan menyokong perjalanan panjang Irak selama masa kualifikasi. Para pemain menyatakan dukungan moral dan doa dari masyarakat menjadi fondasi utama kekuatan mereka dalam menghadapi lawan-lawan tangguh.
Euforia yang dirasakan publik saat ini merupakan tanggung jawab besar yang harus dijawab dengan prestasi lebih gemilang lagi. Kegembiraan yang dialami warga Irak sekarang adalah motivasi utama untuk tampil lebih baik lagi di tahap selanjutnya.
Secara terpisah, bek tangguh Irak, Maytham Jabbar memberikan pernyataan emosionalnya. Ia menyampaikan rasa bangganya atas perjuangan rekan-rekannya yang berhasil mewujudkan impian jutaan orang di seluruh negeri.
"Kemenangan ini adalah perayaan bagi seluruh rakyat Irak. Kami mengucapkan selamat kepada rakyat kami atas pencapaian yang telah lama dinantikan ini," ungkap Jabbar dengan nada penuh haru.
Jabbar menutup pembicaraan dengan menekankan dedikasi para suporter adalah energi yang tak ternilai harganya bagi perkembangan sepak bola nasional. Oleh karena itu, ia sangat senang bisa mempersembahkan tiket putaran final Piala Dunia 2026.
"Penggemar Irak layak mendapatkan pengakuan ini atas dukungan luar biasa yang telah mereka berikan kepada tim," tutur pilar Al-Zawraa tersebut.