TVRINews - Ljubljana, Slovenia 

Jelang akhir kariernya, Slavko Vincic menerima berbagai penghargaan. Salah satunya dari IFFHS yang menobatkannya sebagai Wasit Terbaik Piala Dunia 2026.

Slavko Vincic resmi mengakhiri kariernya sebagai wasit profesional setelah memimpin laga final Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Spanyol. Pertandingan yang berlangsung pada 19 Juli 2026 itu menjadi penampilan terakhir wasit asal Slovenia tersebut sebelum memutuskan gantung peluit.

Kabar pensiunnya diumumkan secara resmi oleh Federasi Sepak Bola Slovenia (NZS) pada Senin (27/7/2026). Dengan keputusan itu, Vincic menutup perjalanan panjangnya sebagai salah satu pengadil lapangan paling disegani di sepak bola dunia.

Final Piala Dunia Jadi Penutup Karier

Dalam pernyataan resminya, NZS menyebut bahwa final Piala Dunia 2026 merupakan penutup yang sempurna bagi perjalanan karier Vincic.

"Satu pekan setelah final Piala Dunia di Amerika Serikat, Slavko Vincic secara resmi mengakhiri karier bersejarahnya di level tertinggi dunia sepak bola," demikian pernyataan tertulis NZS dikutip dari Marca.

Federasi Slovenia juga menilai pencapaian tersebut semakin mengukuhkan status Vincic sebagai salah satu wasit terbaik yang pernah dimiliki dunia sepak bola.

"Dengan memimpin final Piala Dunia, ia semakin mengukuhkan statusnya sebagai salah satu wasit terbaik dalam sejarah."

Pengakuan tersebut tidak datang tanpa alasan. Selama bertahun-tahun, Vincic dikenal sebagai wasit yang tegas, konsisten dalam mengambil keputusan, serta mampu mengendalikan pertandingan-pertandingan besar yang penuh tekanan.

Dinobatkan Wasit Terbaik Piala Dunia

Menjelang akhir kariernya, Slavko Vincic juga menerima berbagai penghargaan bergengsi atas penampilannya sepanjang Piala Dunia 2026.

Federasi Internasional Sejarah dan Statistik Sepak Bola (IFFHS) menobatkannya sebagai Wasit Terbaik Piala Dunia 2026. Penghargaan itu diberikan karena kemampuannya menjaga jalannya pertandingan dengan disiplin tinggi dan keputusan yang konsisten.

IFFHS memuji gaya kepemimpinan Vincic selama turnamen. "Ia mempertahankan kontrol disiplin yang jelas dan tegas yang menjadi ciri khas kepemimpinan wasit elite."

Selain penghargaan dari IFFHS, Vincic juga menerima Giulio Campanati Award di Italia sebagai bentuk apresiasi atas kualitas kepemimpinannya selama Piala Dunia 2026.

Penghargaan tersebut semakin melengkapi musim terakhir yang nyaris sempurna bagi pria berusia 46 tahun itu.

Rekam Jejak di Laga-Laga Besar

Slavko Vincic mulai memimpin pertandingan internasional sejak 2010. Dalam kurun waktu lebih dari satu dekade, ia dipercaya UEFA dan FIFA untuk menangani berbagai laga bergengsi di level klub maupun tim nasional.

Salah satu pertandingan besar yang dipimpinnya adalah final Liga Europa 2022 antara Eintracht Frankfurt melawan Glasgow Rangers.

Dua tahun kemudian, UEFA kembali mempercayainya memimpin final Liga Champions 2024 saat Real Madrid mengalahkan Borussia Dortmund untuk merebut gelar Eropa.

Masih pada tahun yang sama, IFFHS menempatkan Vincic sebagai wasit terbaik kedua di dunia, sebuah pengakuan yang menegaskan konsistensinya berada di jajaran elite perwasitan internasional.

Puncak kariernya akhirnya datang pada musim 2026 ketika FIFA menunjuknya sebagai wasit final Piala Dunia yang mempertemukan Argentina dan Spanyol. Penugasan tersebut menjadi kehormatan tertinggi bagi seorang wasit, sekaligus menandai penutup perjalanan panjangnya di lapangan hijau.

Dengan berbagai pengalaman memimpin pertandingan-pertandingan berisiko tinggi, penghargaan internasional, serta kepercayaan memimpin final kompetisi terbesar di dunia, Slavko Vincic meninggalkan dunia perwasitan dengan reputasi yang sulit ditandingi. 

Final Piala Dunia 2026 bukan hanya menjadi laga penutup kariernya, tetapi juga simbol puncak pengabdian seorang wasit yang selama bertahun-tahun dikenal karena ketegasan, ketenangan, dan integritasnya dalam menegakkan aturan permainan.