TVRINews - Buenos Aires, Argentina

Pelatih Argentina, Lionel Scaloni, sengaja menulis dengan huruf kapital kalimat yang mengarah kepada pengkritik Albiceleste tanpa tahu kondisi di dalam skuad.

Lionel Scaloni akhirnya memecah keheningannya di media sosial setelah hampir tiga tahun tidak mengunggah apa pun di Instagram. 

Pelatih Tim Nasional Argentina itu memilih menyampaikan pesan emosional kepada seluruh masyarakat dan fans Argentina usai berakhirnya perjalanan Albiceleste di Piala Dunia 2026, yang ditutup dengan kekalahan dari Spanyol di partai final.

Melalui unggahan di akun Instagram resminya yang disertai foto bersama staf pelatihnya, Senin (27/7/2026), Scaloni mengaku membutuhkan waktu untuk menemukan kata-kata yang tepat setelah melewati pekan yang penuh emosi.

Menurutnya, berbagai perasaan bercampur menjadi satu, mulai dari kesedihan, kebahagiaan, air mata, senyuman, kecemasan, hingga ketenangan.

Pelatih asal Pujato, Santa Fe, Argentina, itu juga mengakui dirinya bukan sosok yang gemar menggunakan media sosial. Namun, kali ini ia merasa Instagram menjadi cara terbaik untuk menyampaikan isi hatinya kepada seluruh rakyat Argentina.

Minta Maaf Tak Mampu Membawa Trofi

Dalam pesannya, Scaloni lebih dulu menyampaikan permintaan maaf karena gagal mempersembahkan gelar juara dunia kedua secara beruntun bagi Argentina. Ia memahami betapa besar harapan para suporter yang ingin kembali merasakan kebahagiaan di tengah berbagai kesulitan kehidupan sehari-hari.

"Yang bisa saya katakan hanyalah saya minta maaf karena tidak mampu membawa pulang satu trofi lagi dan memberikan kebahagiaan baru yang, meski hanya untuk beberapa hari, mungkin bisa membuat kalian melupakan segala hal buruk dalam hidup," ujarnya.

Meski demikian, pelatih berusia 48 tahun itu menegaskan bahwa ada sesuatu yang jauh lebih berharga daripada sekadar hasil pertandingan. Baginya, warisan nilai-nilai yang ditunjukkan skuad Argentina sepanjang turnamen merupakan pencapaian sesungguhnya.

Scaloni bahkan menyebut para pemainnya sebagai "para pejuangku", julukan yang selama ini ia gunakan ketika berbicara tentang timnya kepada sang istri.

Nilai-Nilai yang Menjadi Trofi Sesungguhnya

Dalam surat tersebut, Scaloni merinci berbagai karakter yang menurutnya menjadi identitas tim Argentina selama Piala Dunia.

Ia menyoroti semangat pantang menyerah, kerja keras, tekad untuk terus berjuang, keyakinan bahwa segala sesuatu bisa dicapai, hingga keberanian memberikan segalanya meski tenaga sudah hampir habis.

"Saya ingin kalian mengingat apa yang telah berusaha ditunjukkan kelompok pemain ini, para pejuangku. Kerja keras, semangat, tekad, keyakinan bahwa kami bisa, tidak pernah menyerah bahkan ketika semuanya terasa menanjak, memberikan segalanya meski sudah tidak memiliki apa-apa lagi."

Menurut Scaloni, sikap seperti itulah yang justru menjadi kemenangan terbesar timnya."Itulah trofi yang sesungguhnya."

Singgung Kritik Selama Turnamen

Salah satu bagian yang paling menarik perhatian publik adalah ketika Scaloni menyinggung kritik yang diterima skuad Albiceleste sepanjang Piala Dunia.

Dalam unggahannya, ia sengaja menulis dengan huruf kapital kalimat yang mengarah kepada orang-orang yang terus mengkritik tim nasional tanpa benar-benar mengenal kondisi di dalam skuad.

"Kami tetap bertahan meski harus menerima guyuran air dingin dari orang-orang yang tidak mengenal kami, tetap menjaga sikap, dan terus berdiri bahkan ketika kaki sudah tidak lagi mengikuti apa yang diinginkan pikiran."

Sejumlah media di Argentina menilai kalimat tersebut merupakan sindiran halus kepada berbagai pihak yang terus meragukan tim sepanjang turnamen.

Berterima Kasih kepada Semua Pihak

Selain kepada para pemain, Scaloni juga menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh staf pelatih, jajaran Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA), hingga para pekerja di balik layar yang memastikan kebutuhan tim selalu terpenuhi selama mengikuti Piala Dunia.

Tak lupa, ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh pendukung Argentina yang terus memberikan dukungan tanpa henti.

"Saya akan selalu berterima kasih kepada staf pelatih, para pemain, seluruh staf AFA, mereka yang bekerja diam-diam agar kami merasa nyaman, dan kepada masing-masing dari kalian atas kasih sayang yang telah diberikan."

Meski begitu, Scaloni sama sekali tidak menyinggung masa depannya sebagai pelatih Timnas Argentina. Surat tersebut tidak memberikan petunjuk apakah ia akan tetap melanjutkan pekerjaannya bersama Albiceleste setelah Piala Dunia.

Sebagai penutup, Scaloni menuliskan sebuah kalimat yang langsung viral di media sosial dan dianggap merangkum seluruh isi pesannya, yakni bahwa hubungan emosional dengan rakyat Argentina jauh lebih penting daripada sekadar hasil pertandingan.

"Siapa pun yang memiliki seorang teman asal Argentina, ia memiliki sebuah harta yang tak ternilai."