Legenda Timnas Italia, Andrea Pirlo. Foto: TVRI/Grafis/Dede Mauladi
TVRINews - Roma, Italia
Pencarian pelatih Timnas Italia kini mengarah kepada Antonio Conte, sosok yang dekat dengan Giorgio Chiellini.
Andrea Pirlo mengungkapkan kekecewaannya terkait kegagalannya menjadi pelatih Timnas Italia. Pria berusia 47 tahun tersebut sebelumnya dikabarkan akan segera resmi sebagai pelatih Gli Azzurri dan itu memang akan segera terjadi. Hingga Minggu (26/7/2026) waktu setempat, nama Andrea Pirlo masih berada di posisi teratas untuk posisi tersebut.
Namun demikian, perubahan begitu cepat terjadi. Andrea Pirlo dikabarkan tidak akan melatih Timnas Italia. Alasannya, karena keterkaitannya dengan merek perusahaan taruhan Rusia, Fonbet. Alasan lainnya, terungkap bahwa Andrea Pirlo pernah menghadiri sebuah acara di Moskow, Rusia pada Mei 2025 lalu.
Dua hal tersebut ternyata sudah cukup mengganjal langkah legenda yang pada masanya dikenal sebagai maestro lini tengah Timnas Italia ini menangani Gli Azzurri. Di Italia, iklan dan promosi terkait perjudian dilarang keras oleh hukum.
Selain itu, kunjungannya ke Rusia di tengah ketegangan internasional baru-baru ini telah menuai kritik keras karena dianggap tidak pantas bagi seorang pelatih tim nasional. Kritik dari siapa? Sejauh ini, interpretasi dari Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) yang dipimpin oleh Giovanni Malago sebagai presiden dari Lembaga tertinggi sepak bola Italia tersebut.
Setidaknya, demikianlah gambaran yang terjadi di belakang proses kegagalan Andrea Pirlo menjadi pelatih Timnas Italia. Andrea Pirlo mengungkapkan situasi tersebut melalui akun resmi media sosialnya, Instagram pada Senin (27/7/2026) ini.
“Tadi malam saya mengetahui bahwa saya bukan lagi kandidat untuk tim nasional Italia,” demikian pernyataan pembuka Andrea Pirlo dalam Instagram tersebut. “Dalam beberapa hari terakhir, saya menyaksikan dengan sangat kecewa perdebatan seputar nama saya dan kemungkinan saya mengambil alih sebagai pelatih tim nasional Italia. Karena menghormati lembaga-lembaga, Federasi, dan semua pihak yang terlibat, saya memilih untuk tetap diam hingga saat ini. Namun, saya merasa perlu untuk mengklarifikasi beberapa poin."
"Sepanjang karier saya, pertama sebagai pemain dan sekarang sebagai pelatih, saya selalu bertindak sepenuhnya sesuai dengan hukum negara tempat saya bekerja dan kontrak yang telah saya tandatangani. Kolaborasi profesional yang menjadi subjek kontroversi baru-baru ini muncul selama masa saya di Uni Emirat Arab dan bersifat komersial dan olahraga semata. Mengaitkan makna politik pada kolaborasi ini berarti mengaitkan kepada saya keyakinan yang tidak pernah saya ungkapkan."
Intinya, Andrea Pirlo ingin memberikan penjelasan dari sisinya tentang kegagalan dirinya menjadi pelatih Timnas Italia. Pertama, bahwa semua bagian kerja sama baru-baru ini di Uni Emirat Arab (UEA) murni bersifat komersial dan terkait olahraga, tanpa implikasi politik. Lalu, dia menekankan adanya faktor politik pada hal ini, sama saja dengan memaksakan pemikiran yang tidak pernah dia ungkapkan dan tidak terkait dengan keyakinan dirinya.
Selebihnya, Andrea Pirlo menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Paolo Maldini dan Leonardo, dua figure yang memang mendapatkan kepercayaan dari FIGC untuk mencari pelatih Timnas Italia. “Saya ingin berterima kasih kepada Paolo Maldini dan Leonardo atas kepercayaan mereka kepada saya. Saya sangat menyadari kemampuan luar biasa mereka, sikap tulus, dan dedikasi mereka terhadap sepak bola Italia.”
“Saya sangat menyesal bahwa keputusan yang murni bersifat olahraga tiba-tiba meningkat menjadi perdebatan publik, dengan makna dan niat yang tidak pernah saya miliki dikaitkan dengan tindakan saya.”
Terakhir, Pirlo mengungkapkan kecintaannya pada tim dan negara, dengan menyatakan, “Kecintaan saya pada Italia tidak bergantung pada posisi apa pun yang mungkin saya pegang. Itu adalah bagian dari sejarah dan identitas saya, dan akan selalu bersama saya.”
Kabar Setelah Laga Uji Coba
Menurut pers Italia, La Gazzetta dello Sport, Andrea Pirlo mendapatkan kabar bahwa dirinya tidak akan melatih Timnas Italia setelah mendampingi klubnya, Dubai United (United FC), imbang 1-1 lawan Salzburg, Sabtu (25/7/2026).
Setelah perjalanan bus selama satu jam kembali ke Geinberg dari laga uji coba di Salzburg, datanglah panggilan telepon yang mengubah segalanya: "Anda tidak akan menjadi pelatih Italia." Andrea Pirlo saat itu berada di hotelnya, menjawab panggilan tersebut, dan mengetahui berita itu.
Tidak jelas apakah yang mengontak dan memberi kabar itu adalah temannya, Paolo Maldini, Leonardo, atau Presiden Giovanni Malago yang meneleponnya. Sebelum telepon tersebut, Andrea Pirlo sibuk sepanjang hari dengan pengacara FIGC yang meneliti dokumen-dokumen terkait hubungan dirinya dengan Fonbet.
Presiden Giovanni Malago menyadari bahwa peran pelatih tim nasional adalah peran mewakili Italia di panggung dunia, jadi dia ingin memahami situasi secara langsung, meninjau perjanjian Andrea Pirlo dengan sejumlah klub dan perjanjian mengenai sponsor dan hak citra, yang ditandatangani pelatih dalam kapasitas pribadinya.
Giovanni Malago juga telah membicarakan hal ini dengan pengacara federasi dan kepala Hubungan Kelembagaan dan kantor legislatif, Giancarlo Viglione, yang dengan cermat memeriksa dokumen-dokumen yang telah dikumpulkan.
Paolo Maldini Bisa Mengundurkan Diri
Terkait situasi ini, Paolo Maldini kemungkinan juga akan mengundurkan diri dari tugasnya sebagai Direktur Teknik FIGC. Dengan penolakan terhadap Andrea Pirlo, berarti pula FIGC menolak idenya untuk menjadikan Andrea Pirlo sebagai pelatih.
Giovanni Malago akan bertemu pada hari Senin ini dengan Paolo Maldini dan Leonardo yang bertindak sebagai penasihat. Paolo Maldini mungkin merasa otonominya dalam pengambilan keputusan telah berkurang setelah apa yang terjadi.
Sebelumnya, Paolo Maldini, legenda bek Italia ini sudah mengajukan tawaran kepada Carlo Ancelotti dan Pep Guardiola. Namun, kedua pelatih top tersebut menolak tawaran itu. Carlo Ancelotti memiliki alasan kuat karena dia ingin menghormati kontraknya dengan Timnas Brasil sedangkan Pep Guardiola di antaranya terkait bayaran yang tidak sesuai keinginannya.
Giorgio Chiellini dan Antonio Conte
Jika memang Paolo Maldini mengundurkan diri dari tugasnya di FIGC, pers Italia menyebutkan mantan kapten Timnas Italia yang memenangkan Kejuaraan Eropa, dan sekarang menjadi manajer Juventus: Giorgio Chiellini, memiliki potensi menggantikan tugas tersebut.
Situasi ini memunculkan kemungkinan nama Antonio Conte kembali muncul sebagai kandidat calon pelatih Italia. Giorgio Chiellini berada di bawah asuhan Antonio Conte selama periode tiga tahun di Juve dari 2011 hingga 2014, dan ada hubungan pribadi maupun profesional.
Antonio Conte memang tidak akan menerima menjadi pilihan cadangan Andrea Pirlo, tetapi dengan awal yang baru yaitu masuknya Giorgio Chiellini, semuanya akan berubah. Bukan rahasia lagi bahwa paolo Maldini tidak menginginkan Roberto Mancini atau Antonio Conte.
Yang terjadi di Italia dalam mencari pelatih baru memang menjadi bagian yang menarik perhatian. Namun, Italia kini berpacu dengan waktu karena dalam dua bulan lagi, mereka akan menghadapi pertandingan Liga Negara Eropa 2026-2027 pada 25 dan 28 September menghadapi Belgia dan Turki.