Gelandang Timnas Spanyol yang meraih gelar Piala Dunia 2026, Dani Olmo. Foto: TVRI/Grafis/Yusuf
TVRINews - Barcelona, Spanyol
Dani Olmo menyatakan dirinya tidak mengatakan apapun kepada Roberto Ayala sebelum asisten pelatih Argentina itu memukul wajahnya.
Dani Olmo menyanggah pernyataan Roberto Ayala terkait pukulan yang diarahkan kepada gelandang Timnas Spanyol tersebut dan menyatakan asisten pelatih Timnas Argentina itu berbohong. Selain itu, Dani Olmo mempertanyakan ketulusan permintaan maaf mantan bintang La Albiceleste tersebut.
“Seseorang yang mengaku menyesal, tetapi membenarkan pukulan dengan mengklaim itu adalah respons terhadap sebuah komentar, jelas itu bukanlah penyesalan, karena dia (Roberto Ayala) tidak mengatakan yang sebenarnya, dia berbohong," kata Dani Olmo kepada Catalan Diari de Terrassa yang juga dimuat pers Spanyol lainnya seperti Diario As, Minggu (26/7/2026) lalu.
Pernyataan Dani Olmo ini sebagai tanggapan dari pernyataan Roberto Ayala beberapa waktu lalu. Mantan pemain Timnas Argentina tersebut juga mengatakan bahwa jika dia bertemu dengan Dani Olmo, dia akan meminta maaf kepada gelandang berusia 28 tahun tersebut secara pribadi.
Namun demikian, terkait keinginan Roberto Ayala tersebut, Dani Olmo menegaskan lagi tentang ketidaksesuaian pernyataan Roberto Ayala dengan apa yang terjadi di lapangan, saat itu. "Saya tidak pernah mengatakan apapun kepadanya, jadi dia tidak pernah meminta maaf kepada saya," kata Dani Olmo.
Spanyol juara Piala Dunia 2026 pada Minggu (19/7/2026) lalu setelah menang 1-0 atas Argentina dalam final Piala Dunia 2026. Namun demikian, emosi memuncak saat peluit akhir dibunyikan, dengan beberapa pemain dan staf Argentina terlibat dalam pertengkaran sengit.
Di tengah kekacauan, kamera televisi menangkap Roberto Ayala memukul wajah Olmo saat gelandang Barcelona itu tampaknya hanya ingin mencoba meredakan situasi. FIFA sejak itu telah membuka penyelidikan atas perilaku pemain dan staf pelatih Argentina, termasuk Roberto Ayala.
Peristiwa tersebut menyita perhatian dunia, khususnya terhadap Roberto Ayala yang selama ini dikenal sebagai salah satu pemain bintang La Albiceleste pada masanya. Di sisi lain, Roberto Ayala juga mantan bek yang Namanya semakin dikenal ketika bermain di klub Spanyol, Valencia.
Setelah sekitar tiga hari setelah insiden tersebut, Roberto Ayala menyatakan penyesalan atas insiden itu. Namun demikian, dalam pernyataannya seolah dia meremehkan kontak tersebut sebagai sesuatu yang tidak seserius daripada yang terlihat dalam rekaman.
Roberto Ayala yang kini berusia 53 tahun mengatakan bahwa itu "lebih berupa dorongan daripada pukulan". Bahkan, Roberto Ayala mengklaim itu terjadi sebagai "reaksi terhadap sesuatu yang dikatakan (Dani Olmo)."
"Yang benar-benar mendefinisikan kita bukanlah kesalahan, tetapi keberanian untuk mengakuinya dengan kerendahan hati, kejujuran, dan martabat," kata Roberto Ayala, saat itu. "Jika saya bertemu dengannya, saya jelas akan meminta maaf kepadanya secara langsung."
Roberto Ayala dalam pernyataan permintaan maaf tersebut tampak ada "pembenaran" yang dia lakukan. Dalam hal ini, ada dua hal yang memang pantas disorot dari pernyataan Roberto Ayala. Pertama bahwa itu hanya sebuah "dorongan" tangannya ketimbang pukulan. Dan, yang kedua adalah bahwa dia melakukan hal tersebut sebagai reaksi dari pernyataan yaitu Dani Olmo.
Dua hal itulah yang kini membuat Dani Olmo akhirnya buka suara. Lebih jauh, Dani Olmo mempertanyakan ketulusan permintaan maaf Roberto Ayala yang merupakan asisten pelatih Lionel Scaloni. “Dia tidak mengatakan yang sebenarnya, dia tidak perlu meminta maaf," kata Dani Olmo.
Terlepas dari kontroversi tersebut, Dani Olmo lebih memilih untuk fokus pada kenangan olahraga dari kejuaraan bersejarah yang telah diraih Spanyol. “Tetapi syukurlah, yang benar-benar penting adalah kami mengalami Piala Dunia yang luar biasa, bahwa dunia melihatnya, dan bahwa kita adalah juara dunia setelah kerja keras yang begitu besar,” kata Dani Olmo.
"Saya ingin mereka bangga dengan bagaimana kami berkompetisi, bagaimana kami menang, dan yang terpenting, dengan perilaku kami," Dani Olmo menambahkan. Ditanya apa yang mendasari kemenangan Spanyol, Dani Olmo dengan tegas menunjuk bahwa persatuan di atas bakat individu.
"Kelompok, kolektif, selalu di atas pemain individu," kata Dani Olmo, menggambarkan skuad sebagai keluarga yang melampaui bintang tunggal mana pun. Dia juga memuji staf di belakang layar, terutama dalam hal pengkondisian fisik, menegaskan bahwa Tidak ada jalan pintas menuju kesuksesan.
"Semuanya tentang kerja keras, tidak ada yang lain, untuk mencapai tujuan," dia menambahkan. Pada Piala Dunia 2026 lalu, Dani Olmo menjadi pemain penting dari sukses La Roja. Dia memberikan dua asis yaitu satu asis lawan Arab Saudi dan satu asis di laga menghadapi Prancis.