Neymar salah satu bintang masa kini yang membuat sensasi lewat penampilannya di Piala Dunia U-17 pada 2009. Foto: TVRI/Grafis/Yusuf
TVRINews - Jakarta, Indonesia
Neymar, Mario Goetze, Son Heung-min, Victor Osimhen, hingga Phil Foden adalah barisan bintang yang menjadi bintang di Piala Dunia U-17.
Piala Dunia U-17 2026 akan bergulir pada 19 November hingga 13 Desember 2026 nanti. Turnamen ini akan bergulir di Qatar dan akan disiarkan TVRI. Dalam sejarahnya, Piala Dunia U-17 menjadi awal dari munculnya pemain bintang. Di turnamen inilah kemudian nama-nama besar lahir.
TVRI Newstelah mengungkap deretan pemain yang terpilih sebagai Pemain Terbaik dalam setiap edisi Piala Dunia U-17 sejak turnamen ini bergulir. Kini, TVRI News akan menampilkan deretan pemain masa kini yang sebelumnya juga "alumni" Piala Dunia U-17.
Jika melihat skuad Spanyol yang juara Piala Dunia 2026, ada nama Pau Cubarsi, bek Timnas Spanyol yang kini berusia 19 tahun. Pau Cubarsi pernah tampil di Piala Dunia U-17 yang bergulir di Indonesia yaitu Piala Dunia U-17 2023. Meski Spanyol saat itu gagal meraih hasil terbaik, namun itu menjadi titik tolak dari lompatan karier bek yang kini bermain di Barcelona.
Perjalanan Pau Cubarsi masih sangat Panjang dan dia telah berhasil meraih sukses di level senior. Jauh sebelumnya, Piala Dunia U-17 telah memperkenalkan kepada dunia pemain-pemain yang saat ini sangat dikenal seperti Neymar hingga generasi yang lebih tua dibandingkan dengan Pau Cubarsi yaitu Phil Foden. Kali ini, TVRI News menampilkan 10 pemain bintang masa kini yang di awal kariernya di level timnas tampil di Piala Dunia U-17. Siapa saja pemain tersebut? Berikut ini 10 pemain itu:
1. Neymar (Brasil)
Dari gocekan di Piala Dunia U-17 2009 hingga kini sebagai pemegang rekor pencetak gol terbanyak sepanjang masa Brasil. Neymar muncul saat membuat sensasi di Piala Dunia U-17 yang bergulir di Nigeria. Pada laga pertama fase grup menghadapi Jepang, 24 Oktober 2009, Neymar mencetak gol kedua Tim Samba. Mengenakan nomor 11 dia menggocek kiper Jepang untuk kemudian mencetak gol kedua timnya dalam kemenangan 3-2. Meski tidak dapat membuat Brasil lolos, tapi namanya kemudian semakin dikenal. Di tahun berikutnya, sebuah petisi untuk memasukkan Neymar ke dalam skuad Brasil untuk Piala Dunia 2010 mencapai sekitar 14.000 tanda tangan, tetapi pelatih Brasil saat itu, Dunga memutuskan untuk tidak memilih sensasi remaja tersebut. Sejak itu, ia bermain untuk Barcelona dan Paris Saint-Germain, dan memenangkan medali emas Olimpiade, di antara prestasi lainnya. Kini ia bermain untuk Santos di Brasil.
2. Alisson Becker (Brasil)
Alisson Becker bermain di semua laga Brasil dalam Piala Dunia 2009 itu. Sejak tampil dalam Piala Dunia U-17 tersebut, karier Alisson Becker terus menanjak. Ia menghabiskan lebih dari 10 tahun di klub masa kecilnya, Internacional, sebelum pindah ke sejumlah klub Eropa seperti AS Roma dan Liverpool. Di Liverpool, dia tumbuh menjadi salah satu kiper terbak dunia. Pada Mei 2021, ia menjadi kiper pertama yang mencetak gol untuk Liverpool, serta kiper pertama yang mencetak gol penentu kemenangan di Liga Inggris, ketika ia mencetak gol sundulan spektakuler di menit-menit akhir melawan West Brom.
3. Casemiro (Brasil)
Casemiro tampil dalam dua dari tiga pertandingan babak penyisihan grup Brasil di Piala Dunia U-17 2009. Dia kemudian tumbuh menjadi gelandang yang menarik perhatian hingga membuatnya bergabung ke Real Madrid. Di klub La Liga ini, dia memenangkan lima gelar Liga Champions dan tiga Piala Dunia Antarklub FIFA, sebelum pindah ke Manchester United. Dua tahun setelah kekecewaan di Piala Dunia U-17 2009, Casemiro menjadi bagian dari skuad yang mengangkat trofi Piala Dunia U-20 2011 di Kolombia.
4. Mario Goetze (Jerman)
Piala Dunia U-17 2009 juga memunculkan nama Mario Goetze. Pada turnamen ini, dia mengoleksi tiga gol. Dimulai dengan satu gol lawan Nigeria di fase grup lalu satu gol ke gawang Argentina, dan satu gol lainnya di 16 besar, saat kalah 3-4 dari Swis. Ia melakukan debutnya di Bundesliga tak lama setelah kembali dari turnamen, dan selanjutnya adalah pencapaian kariernya yang tidak terlupakan. Termasuk mencetak gol kemenangan di final Piala Dunia 2014 sebagai pemain pengganti (pemain pertama yang melakukannya) dan menjadi pencetak gol termuda sejak Wolfgang Weber pada tahun 1966.
5. Marc-Andre ter Stegen (Jerman)
Legenda Barcelona, Marc-Andre ter Stegen, juga bagian dari skuad Jerman di Piala Dunia 2009 bersama Mario Goetze dan kawan-kawan. Ia kemudian bermain lebih dari 100 pertandingan untuk klub masa kecilnya, Borussia Monchengladbach, sebelum pindah ke Barcelona pada 2014. Pada musim 2022-2023, Marc-Andre ter Stegen mencetak rekor baru La Liga dengan mencatat 26 clean sheet. Namun, kariernya di Timnas Jerman tidak terlalu mulus karena harus bersaing dengan penjaga gawang Manuel Neuer.
Son Heung-min, penyerang sayap dan kapten Timnas Korea Selatan. (TVRI/Grafis/Yusuf)
Foto: TVRI/Grafis/Yusuf
6. Son Heung-min (Korea Selatan)
Dalam daftar pemain produktif dalam mencetak gol di Piala Dunia U-17 2009, ada nama Son Heung-min yang mengoleksi tiga gol, seperti halnya Mario Goetze untuk Jerman. Son Heung-min bagian penting dari sukses Korea Selatan melangkah hingga ke perempat final, yang merupakan hasil terbaik di turnamen ini bagi negerinya. Sejak tampil mengesankan di turnamen itu, dia kemudian bermain di Hamburg dan Bayer Leverkusen di Jerman sebelum pindah dengan sukses ke Tottenham Hotspur.
7. Marquinhos (Brasil)
Timnas Brasil U-17 berhasil meraih hasil yang lebih baik di Piala Dunia 2011 dengan meraih semifinal. Marquinhos salah satu kunci sukses Brasil saat itu yang bermain di pertahanan. Setelah Piala Dunia 2011 dengan meraih peringkat keempat, Marquinhos bermain di AS Roma tahun berikutnya sebelum pindah ke Paris Saint-Germain (PSG). Ketika Marquinhos bergabung dengan PSG, harga transfernya 27 juta pound saat itu (2013) yang membuatnya bek termahal kelima dalam sejarah sepak bola.
8. Victor Osimhen (Nigeria)
Nigeria salah satu negara paling sukses di turnamen Piala Dunia U-17. Salah satu pencapaian terbaik mereka adalah juara Piala Dunia U-17 2015 yang bergulir di Cili. Saat itu, Nigeria memperkenalkan bintang mereka di lini depan: Victor Osimhen. Pada turnamen tersebut, Victor Osimhen mengoleksi 10 gol sekaligus sebagai pencetak gol terbanyak di turnamen saat itu. Victor Osimhen kemudian bermain di Wolfsburg, Charleroi, dan Lille sebelum membawa Napoli meraih gelar liga (Seri A) Italia bersejarah sebagai pencetak gol terbanyak pada 2022-2023. Dengan 26 golnya memecahkan rekor Samuel Eto'o untuk jumlah gol terbanyak yang dicetak pemain Afrika dalam satu musim di Liga Italia, sekaligus melampaui George Weah sebagai pencetak gol terbanyak Afrika yang pernah bermain di divisi tersebut.
9. Trent Alexander-Arnold (Inggris)
Trent Alexander-Arnold telah menjadi ikon bagi Liverpool. Meski hanya tampil satu kali di Piala Dunia U-17 2015 saat Inggris tersingkir di babak grup, namun ia telah meraih lebih banyak kesuksesan sejak saat itu. Trent berhasil mengangkat sejumlah trofi bersama The Reds dan mendapatkan lebih dari 20 caps untuk Timnas Inggris. Saat ini ia bermain untuk Real Madrid. Kemampuannya sebagai bek di Timnas Inggris membuatnya selalu menjadi pemain yang mendapatkan tempat dalam sejumlah turnamen The Three Lions.
10. Phil Foden (Inggris)
Kehebatan Phil Foden menginspirasi Inggris untuk memenangkan gelar di Piala Dunia U-17 2017 yang bergulir di India. Pemain muda berbakat Manchester City ini mencetak dua gol dalam kemenangan atas Spanyol dan dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Piala Dunia U-17 2017. Sejak saat itu, banyak gol dan trofi lainnya menyusul bersama klub masa kecilnya. Phil Foden mengenakan nomor punggung 7 di turnamen tersebut. Inggris asuhan Steve Cooper saat itu juga memiliki bintang seperti Marc Guehi, Jadon Sancho, atau Conor Gallagher.