TVRINews - Los Angeles, Amerika Serikat

Fleksibilitas Mikel Merino sudah diperlihatkan saat di Borussia Dortmund dan di Arsenal.

Mikel Merino, nama yang belakangan ini selalu muncul setelah Timnas Spanyol mengakhiri pertandingan di Piala Dunia 2026. Baru saja namanya menjadi perhatian setelah mencetak gol penentu kemenangan La Roja atas Portugal, kini gelandang berusia 30 tahun tersebut kembali menjadi pembicaraan, khususnya bagi publik sepak bola Negeri Matador ini.

Semua itu tidak lain karena gol yang diciptakannya pada menit ke-88 ke gawang Belgia dalam laga perempat final Piala Dunia 2026, Jumat (10/7/2026) malam waktu setempat atau Sabtu dini hari tadi WIB. Dengan gol yang diciptakannya, Spanyol pun menang 2-1 dan membuat tim asuhan Luis de la Fuente ini berhasil melangkah ke semifinal Piala Dunia 2026 ini.

Dengan demikian, Mikel Merino telah mencetak dua gol. Dua gol dengan nilai yang tinggi. Golnya ke gawang Portugal, di menit ke-90+1 pada 16 besar dan golnya ke gawang Belgia, menempatkan Mikel Merino sebagai salah satu pilar yang sangat penting bagi La Roja di turnamen yang bergulir di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko ini.

Apa yang dilakukan Mikel Merino dalam dua pertandingan tersebut sekaligus telah menjawab pertanyaan, mengapa Luis de la Fuente begitu tegas dengan keputusannya membawa pemain Arsenal ini ke dalam 26 skuad untuk Piala Dunia 2026.

Jauh sebelum Piala Dunia 2026 ini bergulir, Luis de la Fuente memang mengambil keputusan tetap memanggil Mikel Merino masuk dalam skuad. Padahal, saat itu, sang pemain dalam kondisi pemulihan cedera.

Pemain asal Navarra ini mengalami cedera kaki kiri. Meski tidak sedikit yang optimistis terkait keputusan Luis de la Fuente, ada juga yang meragukan pilihan tersebut. Pada saat yang sama, Luis de la Fuente juga tetap memanggil Lamine Yamal dan Nico Williams, dengan kondisi yang sama.

Meski demikian, akhirnya, perlahan tapi pasti rencana atau keputusan Luis de la Fuente mulai terlihat hasilnya. Lawan Belgia, Lamine Yamal bermain dengan kemampuan terbaiknya, dia tampak bergerak bebas. Begitu pula dengan Nico Williams. Yang kurang hanya gol dari kedua pemain ini.

Tapi, yang tentu menggembirakan adalah Mikel Merino yang sudah memberikan kontribusi yang sangat penting bagi Spanyol. "Saya akan menggendongnya," kata Luis de la Fuente setelah gol pemain Arsenal itu melawan Portugal di 16 besar.

Karena gol itu membenarkan keputusan untuk menunggu Mikel Merino melawan segala rintangan. Itu adalah gol emas lainnya bagi pemain asal Navarra itu dan konfirmasi bahwa ia adalah salah satu pemain yang tak ternilai harganya dalam Tim Matador.

Menurut Luis de la Fuente seperti yang disampaikan kepada pers Spanyol, Marca, gol Mikel Merino harus pula dilihat dari reaksinya saat momen itu terjadi. Itu adalah aksi yang menunjukkan kecepatan berpikirnya, bangkit dengan cepat setelah dijatuhkan pada saat pertandingan di mana pemain lain akan menghentikan permainan.

Kecepatan berpikir dalam melihat peluang untuk mendapatkan keuntungan. Lalu ada aspek kemampuan untuk berkoordinasi dengan rekan satu tim, untuk mengoper dan bergerak maju. Mikel Merino juga memperlihatkan kemampuannya dalam membaca permainan dan melakukan pergerakan yang memang perlu dilakukan.

Dan, pada akhirnya, ketenangan untuk menghadapi Diogo Costa dan mengalahkannya dengan sentuhan kelas menggunakan bagian dalam kakinya. Reaksi itu pula yang terlihat saat mencetak gol di laga lawan Belgia.

Yang menarik dari kehadiran Mikel Merino, dia telah memberikan solusi bagi para pelatihnya. Dalam kariernya, dia adalah pemain yang sebenarnya ditempatkan dengan peran gelandang box-to-box. Menjadi pemain bintang di Osasuna pada 2014 hingga 2016, Mikel Merino kemudian bergabung ke Borussia Dortmund. Di posisinya, persaingan sangat ketat untuk pemain yang saat itu berusia 20 tahun.

Jadi, pelatih Borussia Dortmund ketika itu, Thomas Tuchel menempatkan Mikel Merino sebagai bek tengah darurat. Saat itu, Mikel Merino sudah menjadi bagian dari Timnas Spanyol U-21. Pelatih Timnas U-21 saat itu, Albert Celades, mengakui bahwa perubahan itu justru memberikan keuntungan bagi Spanyol.

"Saat itu, Mikel Merino berada di Borussia Dortmund dan Thomas Tuchel memainkannya sebagai bek tengah. Itu cocok untuk kami, karena kami memiliki banyak pilihan di lini tengah sedangkan kami kekurangan bek tengah," kata Albert Celades, kepada Marca.

Itu adalah cara untuk memanfaatkan kekuatan seorang pemain yang, di atas segalanya, sangat cerdas. "Kami bisa melihat bahwa dia bisa bermain di banyak posisi, di setiap lini. Dia sangat cerdas. Sebagai bek tengah, dia memberi kami distribusi bola, kemampuan udara. Itu adalah cara untuk memanfaatkan potensi dari tim," Albert Celades menjelaskan.

Bukan hanya Thomas Tuchel. Di Arsenal, pelatih Mikel Arteta pun mendapatkan berkah dari kehadiran Mikel Merino yang bergabung bersama The Gunners pada 2024 lalu. Arsenal pernah mengalami situasi Ketika mereka tidak memiliki penyerang tengah.

Dia melihat timnya dan matanya tertuju pada Mikel Merino. Dia memainkannya sebagai striker, dan Mikel Merino merespons dengan gol dan pergerakan khas pemain yang telah menghabiskan separuh hidupnya di area penalti.

Itu adalah langkah lain yang diperhatikan dengan oleh tim nasional. Dan hari ini, Mikel Merino lebih daripada sekadar alternatif bagi barisan depan Spanyol. Fleksibilitas itu tidak pernah mengurangi nilai gelandang tersebut.

"Tidak semua pemain mampu mengelola perubahan posisi. Dalam kasusnya, itu membuatnya lebih kuat secara mental," kata Javi Martínez, mantan pemain Timnas Spanyol yang juga berasal dari daerah yang sama dengan Mikel Merino.

Ia juga menghargai perpaduan gaya sepak bola yang telah diperoleh Mikel dalam perkembangannya: sekolah Spanyol, waktunya di Jerman, ketangguhan di Newcastle UNited, kedewasaannya di Real Sociedad, dan lompatan ke level yang lebih tinggi di Arsenal.

"Itu membutuhkan mentalitas yang sangat kuat yang tidak semua orang mampu memilikinya. Dia memilikinya," kata Javi Martínez lagi. Kini, Spanyol akan menatap laga selanjutnya, semifinal yang lebih tinggi tantangannya, yaitu menghadapi Prancis. Mikel Merino siap memberikan kontribusi lagi dalam perannya di tim asuhan Luis de la Fuente.