TVRINews – London, Inggris

Jordan Pickford selangkah lagi melewati rekor kiper legendaris Inggris, Peter Shilton.

Jordan Pickford akan mencetak sejarah jika diturunkan pelatih Thomas Tuchel dalam pertandingan perempat final Piala Dunia 2026 antara Norwegia vs Inggris di Miami Stadium, Amerika Serikat pada Minggu (12/7/2026) pagi WIB.

Kiper berusia 32 tahun tersebut akan menjadi pemain Inggris dengan penampilan terbanyak di Piala Dunia, yakni 18 kali. Jumlah itu melampaui rekor sebelumnya yang dipegang oleh Peter Shilton.

Merujuk penampilan apiknya dalam pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2026 melawan Meksiko, besar kemungkinan Tuchel akan kembali memercayainya untuk menghadapi Norwegia. Terlebih sejak awal perjalanan tim berjuluk The Three Lions, ia selalu jadi starter.

Konsistensi Pickford bersama Everton menjadi salah satu alasan utama ia tetap menjadi pilihan pertama di bawah mistar. Dalam dua musim terakhir Premier League, ia membukukan 23 clean sheet.

Meski demikian, mantan kiper Inggris Paul Robinson menilai kontribusi Pickford belum mendapat apresiasi yang layak, baik dari pendukung Everton maupun Inggris. Padahal, secara statistik hanya kiper Arsenal, David Raya, yang mampu mencatatkan lebih banyak clean sheet dalam dua musim terakhir.

"Saya pikir ia kurang dihargai di Everton dan Inggris jika Anda melihat angka-angka yang ia catat, pertandingan yang ia mainkan, dan jumlah clean sheet yang diraih," kata Robinson, dikutip dari BBC.

"Ia hanya berada di urutan kedua setelah David Raya dalam jumlah clean sheet dalam dua musim terakhir, padahal mereka bermain untuk tim yang sangat berbeda," ia menambahkan.

Robinson juga menilai pengalaman Pickford di turnamen besar menjadi modal penting bagi Inggris dalam upaya melangkah lebih jauh di Piala Dunia 2026.

"Bersama Inggris, Anda melihat pengalamannya, bagaimana ia melaju jauh di berbagai turnamen. Saya selalu berbicara tentang penampilan di kompetisi, tetapi ia memiliki banyak penampilan di turnamen yang sangat penting," ujarnya.

Selain pengalaman, Robinson memuji perkembangan kemampuan distribusi bola Pickford yang dinilainya semakin komplet. Menurutnya, kelebihan tersebut menjadi salah satu senjata Inggris, termasuk saat mengalahkan Meksiko di babak 16 besar.

"Saya pikir ia telah menjadi pribadi dan profesional yang lebih dewasa. Saya pikir ia telah memperbaiki dirinya sendiri. Ia adalah kiper yang luar biasa, distribusinya tidak tertandingi," kata Robinson.

"Ia telah meningkatkan distribusinya. Anda bisa melihat bagaimana distribusi jarak jauhnya sangat bagus, yang digunakan Inggris sebagai senjata saat melawan Meksiko. Saya juga melihat ia telah meningkatkan distribusi jarak pendeknya. Saya sangat menyukai apa yang saya lihat."