TVRINews – Miami, Amerika Serikat

Norwegia bakal mempertahankan identitas permainan saat menghadapi Inggris.

Norwegia bersiap menantang Inggris dalam pertandingan perempat final Piala Dunia 2026 di Miami Stadium, Amerika Serikat pada Minggu (12/7/2026) pagi WIB. Duel sesama wakil Eropa ini diprediksi bakal berjalan sengit.

Norwegia yang kembali ke Piala Dunia setelah 28 tahun absen datang dengan generasi emas. Dipimpin pelatih Stale Solbakken, tim berjuluk Lovene mampu tampil konsisten, termasuk mengalahkan Brasil di babak 16 besar.

Yang menarik dari laga nanti adalah fakta bahwa orang-orang Norwegia sangat menyukai gaya sepak bola Inggris. Hal itu tak lepas dari siaran langsung Liga Inggris di stasiun televisi NRK selama musim libur panjang.

Dampaknya terlihat setiap akhir pekan di Inggris. Banyak warga Norwegia datang untuk menonton pertandingan, tidak hanya tim-tim besar seperti Liverpool, Manchester United, dan Arsenal, tetapi juga Wolverhampton Wanderers maupun Ipswich Town yang berjaya pada 1970-an.

"Setiap orang di Norwegia yang mengikuti sepak bola Inggris pasti punya tim atau pemain favorit, dan itu mungkin membuat pertandingan besok sedikit lebih istimewa," kata Solbakken, dikutip dari Reuters.

Di atas kertas, Norwegia tidak diunggulkan saat menghadapi Inggris. Secara kualitas pemain, tim besutan Thomas Tuchel lebih baik karena merata di setiap lini dan juga pemain cadangan.

Meski demikian, bukan berarti Norwegia tidak berani meladeni permainan Inggris secara terbuka. Solbakken menekankan pentingnya untuk tetap menjaga identitas permainan tim.

"Hal terpenting bagi saya adalah kami menjadi diri sendiri dengan bola dan kami berani memainkan permainan itu sendiri, bukan hanya mengikuti suasana sekitar, dan kami berkonsentrasi di lapangan," ujarnya.

"Saya ingin melihat Norwegia yang bermain sesuai dengan kekuatan mereka dan menjadi diri mereka sendiri."

Juru taktik berusia 58 tahun itu mengatakan, anak asuhnya saat ini juga memiliki tambahan kepercayaan diri karena mampu mengalahkan Brasil. Ini menjadi modal bagus untuk menghadapi Inggris yang bertabur bintang.

"Jauh di lubuk hati para pemain, mereka merasa bisa mengalahkan Inggris. Tapi jelas, kami harus berada dalam performa terbaik kami. Jika tidak, Inggris akan lolos," kata Solbakken.