Kiper Real Madrid, Thibaut Courtois memiliki riwayat cedera yang berisiko kambuh jelang Piala Dunia 2026. Foto: TVRI/Grafis/Jovi Arnanda
TVRINews – Madrid, Spanyol
Thibaut Courtois mengalami cedera dalam pertandingan terakhir Belgia di Piala Dunia 2026.
Dalam pertandingan perempat final Piala Dunia 2026 melawan Spanyol di Los Angeles Stadium, California, Amerika Serikat, Sabtu (11/7/2026) dini hari WIB, Thibaut Courtois terpaksa meninggalkan lapangan akibat cedera otot pada menit ke-71.
Kiper veteran andalan Timnas Belgia itu merasakan nyeri pada menit ke-65. Setelah jeda minum di babak kedua, ia digantikan oleh Senne Lammens. Usai pertandingan, dalam pernyataannya kepada DAZN, Courtois menjelaskan apa yang ia rasakan saat insiden itu terjadi.
“Saya agak kesal, tapi ya sudahlah. Saya merasakan sesuatu saat melakukan tendangan jauh, itu saja. Saya pikir hamstring saya hanya tertarik, karena saya sudah melakukan sekitar 30 operan jauh,” tutur kiper Real Madrid tersebut.
“Saya sempat merasakannya sedikit saat melakukan beberapa penyelamatan, dan pada satu tendangan jauh lainnya, rasanya semakin kuat,” kata kiper yang sudah memperkuat Belgia sebanyak 115 pertandingan sejak debut pada 15 November 2011 tersebut.
Courtois mengungkapkan bahwa ia sempat mencoba untuk terus bermain. Namun, keputusan pelatih Rudi Garcia yang akhirnya diambil.
“Saya sempat duduk sejenak agar dokter bisa memeriksa saya dan saya ingin lanjut, tapi saya tidak bisa menendang bola. Pelatih bilang jika kondisi saya tidak 100 persen, dia akan mengganti saya,” ucap mantan kiper Atletico de Madrid dan Chelsea FC tersebut.
“Saya bilang kondisi saya kurang baik dan tidak bisa melakukan operan jauh, tapi saya ingin lanjut untuk melihat perkembangannya. Kalau saya tidak harus melakukan operan jauh, mungkin saya bisa lanjut, tapi tidak masalah. Jika pelatih menginginkan pemain dengan kondisi 100 persen, itu tidak masalah.”
Pemain internasional Belgia itu juga mengomentari kesalahan Lammens, yang gagal menangkap bola dengan sempurna setelah tembakan Pau Cubarsi, sehingga bola pantul memungkinkan Mikel Merino mencetak gol penentu kemenangan Spanyol, 2-1.
“Memang benar kondisi lapangan sangat kering, itu nasib sial. Pada akhirnya, begitulah sepak bola. Jangan menghakimi pemain muda itu terlalu keras. Dia kiper hebat, dia menjalani musim yang luar biasa bersama Manchester United, dan dia tidak pantas mengalami ini,” kata Courtois.
Menatap musim mendatang bersama Real Madrid asuhan pelatih baru Jose Mourinho, Courtois mengatakan bahwa sikap hati-hati mungkin akan membuatnya absen di awal musim.
“Saya menatap musim depan dengan penuh hasrat dan antusiasme. Pertama, saya berharap hasil pencitraan resonansi magnetik (MRI) tidak menunjukkan adanya masalah serius—dan saya yakin memang tidak akan ada masalah demikian,” katanya.
“Saya berharap sudah dalam kondisi bugar pada pertengahan Agustus untuk memulai musim," ujar Courtois, yang sekaligus menyiratkan keraguan mengenai kesiapannya untuk mengikuti latihan pramusim bersama Mourinho.
Pertandingan pertama pelatih baru Real Madrid tersebut akan berlangsung pada 1 Agustus mendatang, dalam laga persahabatan melawan klub Italia, ACF Fiorentina.