TVRINews - Mexico City, Meksiko

Negara bagian Jalisco yang menjadi tuan rumah empat pertandingan, diperkirakan menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi terbesar Meksiko selama Piala Dunia 2026. 

Piala Dunia 2026 diprediksi akan memberikan dampak ekonomi yang sangat besar bagi Meksiko. Federasi Sepak Bola Meksiko (FMF) memperkirakan ajang sepak bola terbesar di dunia itu mampu menghasilkan perputaran uang hingga 2,1 miliar dolar AS atau sekitar Rp37 triliun selama berlangsungnya turnamen pada Juni mendatang.

Dikutip dari media Spanyol As, Selasa (26/5/2026), Komisioner Umum FMF, Mikel Arriola, mengungkapkan angka tersebut dalam presentasinya di Expo ANTAD 2026, 19-21 Mei lalu. 

Menurutnya, dampak ekonomi itu berasal langsung maupun tidak langsung dari aktivitas terkait Piala Dunia 2026, dengan perkiraan sekitar 5,5 juta pengunjung akan datang ke Meksiko selama turnamen berlangsung.

Arriola menjelaskan bahwa perputaran ekonomi tersebut diperkirakan berkontribusi antara 0,2 hingga 0,5 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) tahunan Meksiko. Ia menilai ajang ini akan menjadi salah satu motor penggerak ekonomi terbesar negara dalam beberapa tahun terakhir.

Dari total 2,1 miliar dolar AS yang diproyeksikan masuk ke ekonomi nasional, sekitar 317 juta dolar AS (Rp5,6 triliun) diperkirakan berasal dari sektor ritel. Angka itu mencakup konsumsi makanan, minuman, hingga produk olahan yang meningkat drastis selama turnamen berlangsung.

Arriola juga menyoroti lonjakan konsumsi minuman selama Piala Dunia. Ia memperkirakan konsumsi minuman beralkohol akan meningkat antara 55 hingga 60 persen, sementara minuman nonalkohol diprediksi naik sekitar 20 persen.

"Sepak bola memiliki pengaruh ekonomi yang sangat besar di Meksiko karena olahraga tersebut menyumbang sekitar 60 persen dari total PDB sektor olahraga nasional," Arriola menuturkan.

Negara bagian Jalisco diperkirakan menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi terbesar selama Piala Dunia 2026. Wilayah yang menjadi tuan rumah empat pertandingan di Guadalajara itu disebut akan menyumbang sekitar 33 persen dari total dampak ekonomi nasional yang berkaitan dengan turnamen.

Pemerintah Jalisco bahkan telah menginvestasikan 14 juta peso (sekitar Rp14 miliar) untuk meningkatkan kualitas Stadion Guadalajara, venue yang akan menggelar sejumlah pertandingan penting, termasuk laga yang melibatkan Tim Nasional Spanyol dan Uruguay.

Selain itu, ajang ini diprediksi menciptakan sekitar 7.000 lapangan kerja baru di kawasan tersebut. Lapangan kerja itu berasal dari sektor pariwisata, transportasi, perhotelan, keamanan, hingga layanan pendukung lainnya yang meningkat menjelang dan selama turnamen berlangsung.

Meski ada kekhawatiran terkait situasi keamanan dan kekerasan narkotika di wilayah tersebut, terutama setelah penangkapan dan kematian Nemesio Oseguera Cervantes alias “El Mencho”, pemerintah daerah setempat tetap optimistis terhadap dampak positif ekonomi yang akan tercipta.

Arriola menambahkan bahwa besarnya dampak ekonomi Piala Dunia 2026 juga didukung oleh kerja sama ekonomi tiga negara tuan rumah, yakni Meksiko, Amerika Serikat, dan Kanada. Ketiga negara tersebut secara bersama-sama mewakili hampir 30 persen PDB nominal dunia dan memiliki nilai perdagangan regional mencapai 1,6 triliun dolar AS (sekitar Rp28,46 kuadriliun).

Piala Dunia 2026 sendiri akan berlangsung lebih dari satu bulan, tepatnya 11 Juni-19 Juli 2026. Ajang ini akan diikuti 48 negara, alias terbesar sepanjang sejarah Piala Dunia.