Lamine Yamal, Mikel Oyarzabal, dan Aymeric Laporte diyakini menjadi pemain kunci Spanyol di Piala Dunia 2026. Foto: TVRI/Grafis/Jovi Arnanda
TVRINews - London, Inggris
Komputer super Opta mengeluarkan rincian peluang para peserta melaju sampai ke podium kampiun.
Waktu telah memasuki Juni. Artinya, dalam hitungan hari, Piala Dunia 2026 akan mulai digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada. Urusan tebak-menebak kubu mana yang akan meraih kesuksesan terus berkembang, apalagi dibuat penghasil analisis tajam dan melibatkan teknologi mutakhir seperti kecerdasan buatan.
Beberapa waktu lalu, komputer super Opta menampilkan 10 favorit kampiun Piala Dunia 2026. Urutan dibuat dari skuad yang memiliki peluang terbesar keluar sebagai juara dunia setelah laga puncak pada 19 Juli mendatang.
Pekan ini, The Analyst memaparkan hasil olahan lanjutan komputer super Opta. Komputer super ini dikaryakan untuk membuat simulasi Piala Dunia 2026 sampai sebanyak 10 ribu kali.
Hasilnya berupa rincian ciamik mengenai peluang perjalanan tim-tim partisipan turnamen akbar yang akan digelar di Amerika Utara mulai 11 Juni nanti. Detail ini akan memperkuat tingkat kefavoritan tim-tim jagoan. Mari, kita telusuri bersama.
1. Spanyol
- Juara grup: 75,1%
- Mencapai 32 besar: 98,4%
- Mencapai 16 besar: 72%
- Mencapai perempat final: 51,3%
- Mencapai semifinal: 38,5%
- Mencapai final: 25,2%
- Juara: 16,1%
Spanyol dianggap sebagai favorit terdepan dengan kans sebesar 16,1 persen. Kualitas La Roja dipertegas dengan menjadi satu-satunya kubu yang peluangnya lolos ke perempat final lebih besar daripada mandek di 16 besar. Skuad asuhan Luis de la Fuente ini juga mempunyai kesempatan terbesar menjuarai grup dibandingkan tim-tim lain. Dengan Lamine Yamal sebagai bakat terdepan, Rodri yang sudah bugar dan siap menjadi kapten tim, Spanyol diramal akan terus menjaga momentum di Piala Dunia 2026 ini.
2. Prancis
- Juara grup: 60,7%
- Mencapai 32 besar: 95,3%
- Mencapai 16 besar: 70,5%
- Mencapai perempat final: 47,9%
- Mencapai semifinal: 33,3%
- Mencapai final: 21,3%
- Juara: 13,2%
Setelah Spanyol, Prancis favorit juara berikutnya. Akan tetapi, Les Bleus dinilai berada di grup terberat dibandingkan unggulan lainnya dengan Norwegia, Senegal, dan Irak di Grup I sehingga kans mereka untuk menjuarai grup menjadi yang paling kecil di empat besar.
Namun, bila bisa mencapai perempat final, kans Tim Ayam Jantan dapat mulai membaik. Komputer super Opta melihat kemungkinan 21,3 persen Prancis sampai final, yang semakin mematri status sebagai langganan laga puncak setelah empat kali tampil di sana dari tujuh edisi terakhir.
3. Inggris
- Juara grup: 67,5%
- Mencapai 32 besar: 96,4%
- Mencapai 16 besar: 68,9%
- Mencapai perempat final: 47,9%
- Mencapai semifinal: 30,3%
- Mencapai final: 18,7%
- Juara: 10,9%
Thomas Tuchel tampak percaya diri setelah menepikan beberapa pemain. Harry Kane dipercaya tetap mendapatkan sokongan kreatif untuk meneruskan musim apiknya di Bayern Munchen.
Inggris pun menjadi dua teratas soal peluang tampil di delapan besar (47,9 persen). Setelah mendekati gelar dengan dua kali ke final Euro secara beruntun, Tim Tiga Singa dianggap sebagai salah satu kandidat kuat untuk hadir di partai puncak hingga juara.
4. Argentina
- Juara grup: 72,6%
- Mencapai 32 besar: 96,9%
- Mencapai 16 besar: 63,8%
- Mencapai perempat final: 45,3%
- Mencapai semifinal: 30,3%
- Mencapai final: 18,7%
- Juara: 10,9%
Juara bertahan, Argentina diharapkan membuat start cepat. Albiceleste dinilai punya probabilitas terbesar kedua untuk menjadi juara grup. Selanjutnya, skuad Lionel Scaloni ditempatkan di posisi keempat soal peluang meraih gelar.
Meski dapat mendulang keyakinan dari fakta bahwa tujuh delapan edisi di benua Amerika dimenangi tim wakil Conmebol, Argentina dihadapkan pula pada kesulitan mematahkan kesulitan tim mempertahankan gelar di era modern setelah terakhir kali Brasil melakukannya pada 1962. Namun, bila magi Lionel Messi masih besar, semuanya bisa terjadi.
Ancaman 3 Kubu
Di kelompok berikutnya, hadir Portugal, Brasil, dan Jerman. Ketiganya memiliki kans juara lebih dari 5 persen dan setidaknya 10 persen peluang mencapai final. Akan menarik menanti kiprah tiga tim tersebut dengan keunggulannya masing-masing.
Portugal mencoba memberikan hadiah perpisahan dengan Cristiano Ronaldo. Brasil menghadirkan Carlo Ancelotti dengan harapan mengangkat performa semenjana. Jerman menawarkan kombinasi pemain muda dan berpengalaman untuk melesat dari performa buruk di dua edisi sebelumnya.
5. Portugal
- Juara grup: 59,4%
- Mencapai 32 besar: 94,6%
- Mencapai 16 besar: 62,4%
- Mencapai perempat final: 40,4%
- Mencapai semifinal: 24,1%
- Mencapai final: 13,3%
- Juara: 7,2%
6. Brasil
- Juara grup: 60,7%
- Mencapai 32 besar: 96,7%
- Mencapai 16 besar: 61,5%
- Mencapai perempat final: 37,8%
- Mencapai semifinal: 22,2%
- Mencapai final: 12,3%
- Juara: 6,5%
7. Jerman
- Juara grup: 60,2%
- Mencapai 32 besar: 96,2%
- Mencapai 16 besar: 61,8%
- Mencapai perempat final: 33,8%
- Mencapai semifinal: 20,4%
- Mencapai final: 11%
- Juara: 5,8%
Trio Kuda Hitam
Tiga tim berikutnya dianggap sebagai calon pemberi kejutan dengan peluang juara antara 2 sampai 4 persen. Bakal menarik pula menunggu penampilan Belanda dengan kolektivitasnya di bawah penanganan Ronald Koeman, Norwegia dengan kualitas ofensif dan defensif di bawah arahan Ralf Rangnick, dan Belgia yang menyertakan sisa generasi emas mereka.
8. Belanda
- Juara grup: 47,8%
- Mencapai 32 besar: 88,4%
- Mencapai 16 besar: 49%
- Mencapai perempat final: 30%
- Mencapai semifinal: 15,8%
- Mencapai final: 8,1%
- Juara: 3,9%
9. Norwegia
- Juara grup: 25,2%
- Mencapai 32 besar: 82,1%
- Mencapai 16 besar: 49,3%
- Mencapai perempat final: 27,6%
- Mencapai semifinal: 14,9%
- Mencapai final: 7,2%
- Juara: 3,4%
10. Belgia
- Juara grup: 52%
- Mencapai 32 besar: 89,5%
- Mencapai 16 besar: 53,9%
- Mencapai perempat final: 28,1%
- Mencapai semifinal: 12,1%
- Mencapai final: 5,3%
- Juara: 2,2%