Dallas, siapkan pengalaman khusus buat fan bola. Foto: Grafis: Yusuf
TVRINews – Jakarta, Indonesia
Penggemar sepak bola asal Indonesia akan sangat sulit untuk menyaksikan langsung semua pertandingan Piala Dunia 2026. Berikut tip paling simpel menonton sebanyak mungkin laga.
Piala Dunia 2026 bukan hanya menjadi yang pertama diikuti jumlah negara terbanyak, 48 (sebelumnya, dari 1998 sampai 2022, 32), namun juga perdana dilangsungkan di tiga negara, dalam hal ini Amerika Serikat (AS), Kanada, dan Meksiko.
Dengan banyaknya jumlah peserta, otomatis banyaknya pertandingan juga naik menjadi total 104. Masalahnya, total 104 laga itu tersebar di 16 kota di ketiga negara Amerika Utara tersebut dengan rincian: AS 11 kota, Meksiko tiga, dan Kanada dua.
AS bakal menggelar pertandingan terbanyak, 78, dengan Dallas menjadi kota dengan laga terbanyak, sembilan. Meksiko kebagian jatah 13 laga dengan Mexico City terbanyak, lima. Kanada juga menjadi tuan rumah untuk 13 pertandingan dengan Vancouver terbanyak, tujuh.
Trik Menonton Langsung Sebanyak Mungkin Laga untuk Penonton Indonesia
Karena berlangsung di wilayah yang sangat luas dan menyebar, lokasi Piala Dunia 2026 bisa dibilang terbagi dalam empat klaster.
1. Klaster Koridor Timur Laut (Pantai Timur Amerika)
Di sini ada total 34 pertandingan yang masing-masing berlangsung di New York New Jersey Stadium (8 laga), Philadelphia Stadium (6), Boston Stadium (7), Miami Stadium (7), dan Toronto Stadium di Kanada (6).
2. Klaster Pusat dan Wilayah Selatan (Zona Waktu Tengah/Central Time Zone)
Di klaster ini ada total 30 pertandingan, masing-masing di Dallas Stadium (9), Houston Stadium (7), Atlanta Stadium (8), dan Kansas City Stadium (6).
3. Klaster Pantai Barat
Ada total 27 pertandingan di klaster ini, yakni di Vancouver Stadium Kanada (7), Seattle Stadium (6), San Francisco Bay Arena Stadium (6), dan Los Angeles Stadium (8).
4. Klaster Segitiga Meksiko
Klaster ini akan menyuguhkan 13 pertandingan yang semuanya berlangsung di wilayah Meksiko, yakni di Estadio Azteca di Mexico City (5), Monterrey Stadium (4), dan Guadalajara Stadium (4).
Klaster Ideal yang Bisa Dipilih Penonton asal Indonesia (khususnya dari Jabodetabek)
Penonton asal Indonesia masing-masing tentu memiliki negara jagoan dan pasti memilih di mana saja tim favorit mereka bertanding. Namun untuk yang paling mudah dengan rute yang tidak terlalu rumit, TVRI coba memberikan opsinya.
Jika menghitung jumlah pertandingan dan posisi geografis, paling ideal penonton dari Indonesia memulai dari Klaster Segitiga Meksiko lalu ke Klaster Pusat dan Wilayah Selatan. berlanjut ke Klaster Pantai Barat
Laga-laga fase grup – 12 grup dari A sampai L – bakal digelar pada 11 Juni sampai 27 Juni. Jika Anda ingin menyaksikan upacara pembukaan dan pertandingan pembuka Piala Dunia 2026, Klaster Segitiga Meksiko bisa menjadi pilihan pertama. Meksiko melawan Afrika Selatan di Grup A pada 11 Juni akan menjadi pertandingan pembuka.
Penerbangan dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Cengkareng ke Bandara Mexico City Benito Juarez berjarak sekitar 16.845 km dengan waktu tempuh antara 24 sampai 28 jam, tergantung maskapai yang Anda pilih. Adapun pilihan termudah adalah maskapai All Nippon Airways (ANA) atau United Airlines dengan tujuan akhir Mexico City.
Berikutnya, jika ingin menyaksikan laga pertama tuan rumah lainnya, setelah laga Meksiko versus Afsel, Anda bisa langsung terbang ke Los Angeles Stadium (Klaster Pantai Barat) atau jalan darat sejauh 2.949 km selama 32 jam untuk laga AS melawan Paraguai di Grup D pada 12 Juni.
Tetapi jika Anda mengejar laga yang lebih panas, duel Brasil melawan Maroko di Grup C akan tersaji di New York New Jersey Stadium (Klaster Koridor Timur Laut) pada 13 Juni. Dari Mexico City, Anda bisa terbang sejauh 4.107 km atau menempuh jalur darat selama sekitar 40 jam lebih.
Dallas yang berada di Klaster Pusat dan Wilayah Selatan menggelar sembilan pertandingan dengan sejumlah laga panas di fase grup. Jadi, dari laga pembuka di Mexico City, Anda bisa langsung terbang sejauh 1.823 km yang bisa ditempuh jalan darat selama sekitar 19 jam lebih.
Dallas Stadium Suguhkan Lebih Banyak Pertandingan Panas di Fase Grup
Anda bisa melupakan laga Brasil melawan Maroko di New York untuk memilih pertandingan Belanda menghadapi Jepang (Grup F) di Dallas Stadium pada 14 Juni mulai pukul 3:00 sore waktu setempat.
Untuk menghemat biaya, Anda bisa fokus untuk tinggal di Dallas untuk menghabiskan fase grup karena pada 17 Juni di stadion yang sama akan digelar duel Inggris melawan Kroasia (Grup L).
Tanggal 18 dan 19 Juni bisa dibilang tidak ada pertandingan yang benar-benar panas. Mungkin hanya Meksiko melawan Korea Selatan (Grup A) di Guadalajara pada 18 Juni dan Skotlandia versus Maroko (Grup C) pada 19 Juni di Boston, yang terbilang menarik.
Namun jika Anda memilih Klaster Pusat dan Wilayah Selatan sebagai basis setelah laga pembuka di Mexico City, tiga hari setelah laga Belanda melawan Jepang, pada 20 Juni Anda bisa menuju Houston yang hanya sejauh 426 km di tenggara Dallas untuk menyaksikan duel panas Belanda melawan Swedia (Grup F).
Selanjutnya, jika memilih kembali ke Dallas, Anda bisa menyaksikan laga-laga panas fase grup masing-masing Argentina versus Austria (Grup J) pada 22 Juni, Jepang melawan Swedia (Grup F) pada 25 Juni, serta Yordania menghadapi Argentina (Grup J) pada 27 Juni.
Dallas juga akan menggelar masing-masing satu laga 32 besar (Runner-up Grup D vs Runner-up Grup G) pada 3 Juli, satu pertandingan 16 besar pada 6 Juli, dan satu semifinal pada 14 Juli.
Komparasi Jarak dari Jakarta
Bila Anda memilih pertandingan pembukaan di Mexico City lalu lanjut ke Los Angeles untuk laga kedua, total jarak yang Anda tempuh dari Jakarta adalah 19.794 km. Jika dari Mexico City langsung ke New York untuk laga kedua, dari Jakarta, Anda akan menempuh total jarak 20.952 km.
Bila Anda memilih Dallas sebagai tujuan kedua – setelah pembukaan di Mexico City – dan tinggal di sana menunggu sampai babak penyisihan grup selesai dan berlanjut bahkan hingga semifinal, maka total jarak yang harus Anda tempuh adalah 18.668 km.
Diperkirakan, jarak-jarak kota pertandingan dari tiga klaster itu dari Jakarta adalah antara 19 ribu sampai 21 ribu km.
Bila penerbangan dari Sabang di Aceh hingga Merauke di Papua menempuh jarak 5.245 km, maka jarak antarwilayah menonton laga Piala Dunia hampir empat kali terbang dari ujung barat ke timur Indonesia.
Jika jalan darat – praktis menyeberangi beberapa laut, jarak Sabang ke Merauke adalah sekitar 8.514 km, itu hanya sekitar dua setengah kali lebih pendek daripada jarak antarklaster di atas.
Opsi Lain, dari Pembukaan Langsung ke Klaster Koridor Timur Laut
Jika ingin menyaksikan langsung upacara pembukaan dan laga pertama serta final Piala Dunia 2026, Anda bisa memilih trip dari Mexico City lalu lanjut berbasis di Klaster Koridor Timur Laut atau Pantai Timur Amerika. Klaster ini memiliki jumlah laga terbanyak, 34, termasuk final.
Seperti disebutkan di atas, jarak dari Mexico City ke New York New Jersey Stadium, pusat dari klaster ini, adalah 4.107 km atau jika lewat jalur darat ditempuh selama lebih dari 40 jam. Selain laga Brasil melawan Maroko (Grup C) pada 13 Juni, sejumlah laga fase grup sengit juga digelar di stadion ini.
Prancis melawan Senegal (Grup I) pada 16 Juni juga berlangsung di New York. Juga laga Ekuador versus Jerman (Grup E) pada 25 Juni dan Panama menghadapi Inggris (Grup L) pada 27 Juni.
New York New Jersey juga akan menggelar satu pertandingan 16 besar pada 5 Juli serta laga final pada 19 Juli.
Klaster Pantai Timur ini bisa dibilang yang terbaik dari sisi transportasi penghubung. Bisa dibilang, klaster ini memiliki gugusan kota yang paling kompak.
Anda dapat dengan mudah mengakses antarkota dengan kereta Amtrak (misal dari New York ke Philadelphia memakan waktu sekitar 90 menit) atau bus Megabus dan Greyhound untuk transportasi hemat biaya.
Jika memilih pesawat terbang, Anda bisa terbang dari Boston ke New York atau sebaliknya dengan menggunakan maskapai JetBlue atau Delta.
Sebagai informasi, jarak New York New Jersey Stadium ke Philadelphia Stadium hanya 155 km atau sekitar dua jam lebih jalan darat. New York ke Boston sekitar 333 km atau sekitar tiga setengah jam berkendara dengan mobil.
Lalu, New York ke Toronto di Kanada 745 km atau tujuh setengah jam lebih dengan mobil. Adapun jarak dari New York ke Miami menjadi yang terjauh, yakni 2.031 km.
Dari tujuh pertandingan di Boston dua laga yang pantas ditonton mungkin Inggris melawan Gana (Grup L) pada 23 Juni dan perempat final pada 9 Juli. Di Philadelphia, dua pertandingan yang patut diperhatikan adalah Brasil melawan Haiti (Grup C) pada 19 Juni dan 16 besar pada 4 Juli.
Di Miami, dari tujuh pertandingan, laga-laga Skotlandia melawan Brasil (Grup C) pada 24 Juni, perempat final pada 11 Juli, dan playoff tempat ketiga pada 18 Juli.
Dari enam laga di Toronto Stadium, mungkin tiga yang menarik perhatian adalah Jerman versus Pantai Gading (Grup E) pada 20 Juni, Panama melawan Kroasia (Grup L) pada 23 Juni, dan satu laga 32 besar (Runner-up Grup K vs Runner-up Grup L).
Jarak antarkota di Klaster Pantai Timur ini adalah antara 155 km sampai 2 ribuan km. Jika ditambah jarak dari Jakarta ke Mexico City lalu ke New York dan kota-kota di klaster tersebut, maka jarak yang harus ditempuh adalah antara 21 ribuan sampai 23 ribuan km.
Jarak itu sekitar empat kali jarak ujung barat (Sabang) ke timur (Merauke) Indonesia dengan pesawat, atau hampir tiga kali lebih jika Anda menempuh jalan darat.
Butuh Berapa Liter jika Ditempuh dengan Motor Skutik dan Mobil LCGC
Lantas, berapa liter bahan bakar yang diperlukan jika Anda menempuh jarak dari Jakarta ke Mexico City lalu lanjut ke New York dan Dallas – estimasi antara 19 ribu sampai 21 ribu km – dengan sepeda motor otomatis (skutik) dan mobil LCGC (Low Cost Green Car)?
Jika konsumsi bahan bakar skutik berkapasitas mesin 110cc – 125cc (Honda Beat, Honda Scoopy, Yamaha Fino, Yamaha Grand Filano) kira-kira 50 – 62 km/liter, maka jumlah bahan bakar yang diperlukan sekitar 307 liter sampai 420 liter.
Untuk mobil LCGC dengan mesin 1.000 cc (seperti Agya, Ayla, Sigra) dengan estimasi konsumsi bahan bakar 18 – 22 km/liter maka bahan bakar yang diperlukan sekitar 864 liter – 955 liter.
Adapun untuk mobil LCGC 1.200cc (seperti Brio, Calya, Sigra) dengan konsumsi BBM di angka 15 – 20 km/liter, maka jumlah bahan bakar yang diperlukan 950 liter sampai 1.050 liter.
Sementara itu, jika Anda memilih fokus ke Klaster Pantai Timur setelah Mexico City, lantas ke New York dan kota-kota di klaster tersebut, jarak yang harus ditempuh adalah antara 21 ribuan sampai 23 ribuan km.
Dengan skutik mesin 110cc – 125cc, bahan bakar yang diperlukan adalah 420 liter sampai 460 liter. Sedangkan dengan mobil LCGC 1.000cc, bahan bakar yang dikonsumsi antara 1.167 km sampai 1.278 km. Untuk LCGC 1.200cc, diperlukan bahan bakar sekitar 1.400 liter sampai 1.534 liter.