TVRINews - Washington D.C., Amerika Serikat

FBI berupaya mencegah munculnya kepanikan publik selama Piala Dunia 2026 berlangsung.

Direktur FBI, Kash Patel, memperingatkan masyarakat agar tidak membuat ancaman bom maupun laporan penembakan palsu selama penyelenggaraan Piala Dunia 2026. Menurutnya, hal tersebut merupakan tindak pidana federal yang akan direspons secara tegas oleh aparat penegak hukum Amerika Serikat.

Peringatan tersebut disampaikan menjelang dimulainya turnamen sepak bola terbesar di dunia yang tahun ini diselenggarakan di AS, Meksiko, dan Kanada. Sebanyak 78 pertandingan berlangsung di Negeri Paman Sam, sehingga kebutuhan pengamanan menjadi salah satu prioritas utama pemerintah dan aparat keamanan federal.

Melalui unggahan di Twitter (X), Patel menyebut ancaman palsu sebagai salah satu perhatian utama FBI selama turnamen berlangsung. Alasannya, hal tersebut dapat memicu kepanikan, menguras sumber daya aparat keamanan, dan berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat yang hadir di lokasi pertandingan maupun area publik lainnya.

“Ancaman palsu tidak akan ditoleransi. FBI dan mitra-mitranya akan bekerja secara ketat dan tanpa henti untuk melacak siapa pun yang membuat ancaman palsu di acara apa pun, melalui perangkat apa pun, selama turnamen bersejarah ini," kata Patel, Selasa (2/6/2026).

Selain ancaman palsu, FBI juga mengidentifikasi sejumlah risiko keamanan lain yang perlu diantisipasi selama Piala Dunia 2026. Patel pernah mengungkapkan bahwa ancaman siber, serangan oleh pelaku tunggal, serta penggunaan drone secara ilegal menjadi perhatian utama lembaganya menjelang turnamen.

FBI bahkan telah membentuk pusat operasi khusus untuk mengumpulkan dan menganalisis berbagai informasi intelijen terkait potensi ancaman terhadap keberlangsungan ajang empat tahunan tersebut.

Sejumlah laporan juga menunjukkan bahwa aparat keamanan AS meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan aksi ekstremisme, gangguan terhadap infrastruktur transportasi, hingga ancaman terhadap kawasan suporter yang diperkirakan akan dipadati jutaan orang selama turnamen berlangsung.

FBI juga mengingatkan masyarakat terhadap berbagai modus kejahatan siber yang memanfaatkan euforia Piala Dunia. Mereka mengungkap keberadaan puluhan situs palsu yang meniru laman resmi FIFA untuk mencuri data pribadi dan informasi keuangan pengguna internet. Masyarakat diminta berhati-hati saat membeli tiket, merchandise, maupun mengakses informasi terkait turnamen secara daring.

Patel mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan setiap ancaman yang diterima atau diketahui kepada FBI melalui saluran pelaporan resmi. Menurutnya, partisipasi publik menjadi faktor penting dalam menjaga keamanan penyelenggaraan Piala Dunia FIFA 2026 yang diperkirakan akan menarik jutaan pengunjung dari berbagai negara.

Dengan pengawasan ketat dan koordinasi lintas lembaga, aparat keamanan berharap seluruh rangkaian pertandingan Piala Dunia 2026 dapat berlangsung aman dan lancar.