Carlos Queiroz, pelatih tim nasional Gana di Piala Dunia 2026. (TVRI/Grafis/Yusuf) Foto: TVRI/Grafis/Yusuf
TVRINews – Accra, Gana
Dengan waktu yang sempit, Carlos Queiroz berambisi membawa Gana kembali ke jalur kemenangan di Piala Dunia 2026.
Carlos Queiroz langsung tancap gas membenahi Tim Nasional Gana jelang Piala Dunia 2026. Dengan waktu persiapan terbatas, pelatih asal Portugal itu bertekad membawa tim berjuluk Black Stars kembali kompetitif di level tertinggi.
Queiroz dipercaya menjadi pelatih Gana untuk menggantikan Otto Addo. Harapan besar ada di pundaknya agar bisa mengangkat kembali performa Jordan Ayew dan kawan-kawan.
"Saya adalah seorang pemenang. Saya di sini untuk membuat Black Stars kembali menjadi pemenang," kata Queiroz, dikutip dari Graphic, Jumat (24/4/2026).
Federasi Sepak Bola Gana (GFA) hanya memberikan kontrak singkat kepada Queiroz. Ia perlu membuktikan diri dengan membawa tim asuhannya berbicara banyak di Piala Dunia 2026 jika ingin mendapat perpanjangan.
Tugas pelatih berusia 73 tahun tersebut tidaklah mudah. Gana tergabung ke Grup L Piala Dunia 2026 bersaing dengan Inggris, Kroasia, dan Panama untuk memperebutkan tiket ke babak gugur.
Queiroz tak gentar dengan tantangan yang akan dihadapi. Dengan pengalaman melatih di berbagai negara, ia siap membangun kembali kekuatan Gana dalam waktu kurang dari dua bulan.
"Ini adalah tantangan besar dalam karier saya. Saya siap dan akan membawa lebih dari 40 tahun pengalaman ke pekerjaan ini. Ambisi saya tinggi, dan saya percaya kami bisa meraih kesuksesan," tuturnya.
Tugas utama Queiroz saat ini adalah mencari pemain yang sesuai dengan rancangan strateginya. Para asisten akan membantu melakukan kajian data untuk mendukung keputusan akhir penetapan skuad.
Setiap pemain dipastikan bakal melalui seleksi yang ketat untuk menjadi bagian dari tim di Piala Dunia 2026. Nama besar tidak menjamin seseorang otomatis terpilih.
"Kami membutuhkan informasi yang tepat untuk membuat keputusan. Kriteria seleksi sederhana: tidak ada yang memiliki tim nasional. Pemain harus mendapatkannya melalui performa, pengalaman, karakter, dan komitmen," ujar Queiroz.
Melihat lawan yang akan dihadapi di Piala Dunia 2026, publik penasaran dengan rencana yang dipersiapkannya untuk Gana. Queiroz menolak diberi label tertentu, karena yang utama adalah membawa Black Stars menang di setiap laga.
"Saya bukan pelatih defensif atau ofensif. Saya pelatih pemenang. Tantangan saya adalah memenangkan pertandingan berikutnya, lalu berikutnya lagi, karena Gana mengharapkan kemenangan," katanya.