Seattle membersihkan kota untuk menyambut Piala Dunia 2026. Foto: TVRI/Grafis/Dede Mauladi
TVRINews - Seattle, Amerika Serikat
Sinergi antara teknologi canggih dan keterlibatan aktif masyarakat menjadi fondasi utama Seattle dalam mempersiapkan estetika kota.
Pemerintah Kota Seattle kini tengah meningkatkan upaya pembersihan wilayah secara besar-besaran sebagai persiapan menyambut gelaran Piala Dunia 2026. Para petugas dan sukarelawan telah berhasil mengangkut 2,4 juta kg sampah sepanjang tahun lalu.
Volume sampah yang fantastis tersebut mencakup berbagai jenis limbah berbahaya, termasuk di antaranya lebih dari 660.000 jarum suntik yang ditemukan di ruang publik. Dibutuhkan dedikasi yang sangat besar untuk merealisasikan pencapaian ini dengan total waktu hingga hampir 32.000 jam kerja sukarela.
Presiden Dewan Seattle, Joy Hollingsworth, memberikan apresiasi tinggi terhadap keterlibatan aktif dan semangat gotong royong masyarakat dalam menjaga keindahan lingkungan mereka. Ia meyakini keberhasilan program ini merupakan bukti nyata dari kekuatan persatuan warga yang mencintai kota mereka sendiri.
“Kekuatan Seattle selalu terletak pada orang-orangnya,” kata Hollingsworth saat memberikan komentar mengenai laporan keberhasilan program pembersihan kota tersebut dikutip My North West.
“Pekerjaan ini menunjukkan apa yang mungkin terjadi ketika tetangga, kelompok masyarakat, dan pihak kota bersatu dengan tanggung jawab dan rasa bangsa bersama terhadap lingkungan kita,” Hollingsworth menambahkan.
Di sisi lain, pihak pemerintah kota memandang aksi pembersihan ini sebagai bagian penting dari strategi pelayanan dan keramah-tamahan internasional. Andrew Lee, selaku Manajer Umum dan CEO Seattle Public Utilities (SPU), menegaskan langkah ini adalah bentuk janji nyata mereka.
“Saat kita menatap ke depan untuk menyambut dunia dalam Piala Dunia FIFA 2026, pekerjaan ini mencerminkan komitmen kita kepada komunitas kita. Kami fokus membangun lingkungan yang bersih dan sehat serta memastikan kota kami terlihat terbaik bagi penduduk, bisnis, dan pengunjung setiap hari,” ujar Lee.
Sasaran besar telah ditetapkan pemerintah setempat seiring dengan adanya proyeksi lonjakan jumlah manusia yang akan memadati pusat kota dalam waktu dekat. Kota ini memperkirakan setidaknya 750.000 pengunjung yang datang untuk meramaikan suasana menjelang Piala Dunia 2026 yang bergulir 11 Juni hingga 19 Juli mendatang.
Pada 2025, pemerintah kota mengambil langkah strategis dengan memperluas program uji coba penggunaan kamera pemantau untuk mengatasi masalah pembuangan sampah ilegal. Pejabat berwenang menyatakan bahwa penggunaan teknologi ini sangat efektif dalam menekan angka pelanggaran di lokasi-lokasi yang sebelumnya sangat bermasalah.
Bahkan, beberapa titik panas yang sebelumnya mencatatkan puluhan kasus pembuangan liar per tahun kini dilaporkan berhasil mencapai angka nol kejadian. Program inovatif ini pertama kali diluncurkan secara terbatas pada tahun 2023 dengan mengandalkan perangkat kamera yang dilengkapi sensor gerak otomatis.
Penempatan alat pemantau pintar ini difokuskan pada lokasi-lokasi tersembunyi yang sering kali disalahgunakan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk membuang limbah. Melalui situs web resminya, pemerintah kota menjelaskan cara kerja teknologi pengawasan tersebut dalam memberikan peringatan dini kepada para pelanggar aturan.
“Kamera-kamera ini dipasang di area yang sering terjadi pembuangan sampah ilegal. Saat gerakan terdeteksi, kamera akan memutar pesan pencegahan,” demikian bunyi penjelasan tertulis resmi tersebut.
Sistem keamanan ini juga memiliki kemampuan untuk mendokumentasikan setiap aktivitas yang mencurigakan di sekitar area pemantauan demi kepentingan penegakan hukum. Jika peringatan awal tidak dihiraukan, perangkat akan secara otomatis merekam data visual untuk diidentifikasi lebih lanjut oleh pihak berwenang.
“Jika gerakan berlanjut, kamera akan menangkap gambar individu atau kendaraan untuk ditinjau lebih lanjut,” lanjut keterangan dalam unggahan di situs web kota tersebut. Bukti foto dan video yang dihasilkan akan menjadi dasar bagi pemerintah untuk memberikan sanksi tegas sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Kombinasi antara teknologi canggih dan kerja bakti massal ini diharapkan dapat menjaga wajah kota tetap bersih dan menawan bagi siapa pun. Seattle kini merasa optimistis dapat memberikan kesan terbaik saat seluruh mata dunia tertuju pada mereka pada musim panas 2026.