Bintang Timnas Portugal, Cristiano Ronaldo, bertepuk tangan usai diganti dalam laga semifinal UEFA Nations League A antara Jerman dan Portugal di Munich, Jerman, 4 Juni 2025. Foto: Philippe Ruiz/Xinhua
TVRINews - Jakarta
Pada usia 41 tahun, meski kondisi fisiknya setara pemain berusia 30-an, Cristiano Ronaldo telah kehilangan akselerasi eksplosifnya.
Kembalinya Cristiano Ronaldo ke panggung Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, 11 Juni-19 Juli 2026, bisa disebut sebagai keajaiban medis dan profesionalisme.
Dalam usia 41 tahun, Ronaldo tetap menjadi ikon global dan hingga kini masih aktif bermain di kompetisi Saudi Pro League (SPL) bersama Al-Nassr.
Namun, jika bicara peluang meraih Golden Boot alias pencetak gol terbanyak (top-scorer) Piala Dunia 2026, realitas taktis dan statistik menunjukkan jalan yang sangat terjal bagi sang legenda.
Berikut adalah enam alasan utama mengapa mantan bintang Real Madrid ini sulit bersaing sebagai kandidat pencetak gol terbanyak Piala Dunia 2026, meskipun total torehan golnya sepanjang kariernya sudah melebihi 900 gol:
1. Penurunan Akselerasi di Area Krusial
Di usia 41 tahun, meski kondisi fisiknya setara pemain berusia 30-an, Cristiano Ronaldo telah kehilangan akselerasi eksplosifnya.
Dalam turnamen dengan intensitas tinggi seperti Piala Dunia, kemampuan untuk melakukan sprint pendek dalam memperebutkan bola liar atau melewati bek lawan dalam situasi satu lawan satu sangatlah menentukan.
Tanpa kecepatan ini, jumlah peluang bersih yang didapat Ronaldo secara mandiri akan berkurang drastis dibandingkan penyerang seperti Kylian Mbappe.
2. Strategi Permainan Kolektif Roberto Martinez
Pelatih Portugal, Roberto Martinez, kini mengusung filosofi permainan yang lebih cair dan tidak lagi hanya bertumpu pada satu target man. Kemenangan telak 9-0 Portugal atas Luksemburg dalam kualifikasi Piala Eropa 2024, di mana gol lahir dari enam pemain berbeda, membuktikan bahwa Portugal justru lebih berbahaya ketika serangan mereka tidak terduga.
Hal ini membuat distribusi gol akan terbagi merata ke pemain seperti Bruno Fernandes atau Goncalo Ramos, bukan terkonsentrasi pada Ronaldo saja.
3. Persaingan Golden Boot Makin Brutal
Piala Dunia 2026 akan diikuti 48 tim, membuka panggung bagi lebih banyak penyerang elite. Nama-nama seperti Kylian Mbappe, Erling Haaland, Jude Bellingham, Vinicius Jr., dan Lautaro Martinez akan berada di usia emas dan menjadi tumpuan utama tim masing-masing.
Mereka bukan hanya tajam, tetapi juga bermain dalam sistem yang sangat mendukung produktivitas gol. Dengan persaingan seperti ini, konsistensi mencetak gol dalam tiap laga menjadi kunci, sesuatu yang makin sulit bagi pemain veteran.
4. Tingginya Efisiensi Pertahanan Modern
Sepak bola tahun 2026 didominasi oleh sistem pertahanan blok rendah yang sangat rapat. Striker murni yang menunggu bola di kotak penalti seperti peran Ronaldo saat ini lebih mudah dikunci oleh bek-bek modern yang memiliki fisik besar dan kecepatan tinggi.
Tanpa kemampuan dribbling untuk membongkar pertahanan dari luar kotak penalti, Ronaldo sangat bergantung pada kualitas umpan silang rekan setimnya.
5. Rekor Kolektif Lebih Utama daripada Rekor Pribadi
Pada pengujung kariernya, Ronaldo tampak lebih fokus pada kesuksesan tim daripada ambisi pribadi. Dalam beberapa wawancara terbaru, penyerang Al-Nassr ini menegaskan bahwa prioritasnya adalah membawa Portugal meraih trofi Piala Dunia yang belum pernah ia menangkan.
Mentalitas ini membuatnya tidak segan memberikan assist kepada rekan yang posisinya lebih menguntungkan ketimbang memaksakan tendangan sendiri. Secara tidak langsung ini akan mengurangi pundi-pundi gol pribadinya.
6. Piala Dunia Bukan Panggung yang Ramah bagi Ronaldo
CR7 sebelumnya sudah tampil dalam lima edisi Piala Dunia terakhir (2006, 2010, 2014, 2018, 2022) bersama Portugal. Dari kelima edisi tersebut, ia hanya mengoleksi total delapan gol dalam 22 pertandingan, atau rata-rata 0,36 gol per laga.
Sebanyak 50 persen dari jumlah gol itu (empat gol) dicetak pada Piala Dunia 2018 di Rusia. Sedangkan pada empat edisi lainnya, Ronaldo masing-masing hanya menyumbangkan satu gol.
Bandingkan dengan Ronaldo Nazario (Brasil) yang mampu mengoleksi 15 gol dalam hanya 19 penampilannya di Piala Dunia, atau Kylian Mbappe (Prancis) dengan 12 golnya hanya dari dua Piala Dunia terakhir (2018 dan 2022).
Pencapaian Penting Ronaldo di Piala Dunia
Itulah enam alasan CR7 sulit untuk bersaing untuk menjadi pencetak gol terbanyak Piala Dunia 2026 yang akan diikuti 48 tim. Meski demikian, penggemar Ronaldo tidak perlu berkecil hati karena ia tetap mencatatkan pencapaian penting dalam pentas Piala Dunia.
Ingat bahwa Ronaldo merupakan pemain pertama yang mencetak gol dalam lima Piala Dunia berbeda. Gol-golnya juga sering krusial, dan kontribusinya tentu tidak harus tercermin dari jumlah golnya.
Namun, jika tolok ukurnya adalah sebagai mesin gol, Piala Dunia sepertinya bukanlah panggung terbaik Cristiano Ronaldo.