TVRINews - Jakarta

Meski Brasil harus kehilangan Neymar karena cedera, Ecko Show dan Hany tetap optimistis tim lima kali juara dunia itu mampu berbicara banyak sepanjang turnamen.

Demam Piala Dunia 2026 tidak hanya dirasakan para pencinta sepak bola, tetapi juga para musisi Tanah Air. 

Dalam konser musik "Semarak Bola Gembira" yang digelar TVRI Pusat di Lapangan TVRI Senayan, Jakarta, Kamis (11/6/2026), duo musisi asal Indonesia Timur, Ecko Show dan Hany Pattikawa, turut memeriahkan panggung yang menjadi bagian dari rangkaian menyambut pesta sepak bola terbesar di dunia tersebut.

Ecko Show dikenal lewat sederet lagu viral seperti Tor Monitor Ketua, Orang Baru Lebe Gacor, Lu Kenal Veronica Ko, hingga lagu bertema sepak bola Kase Gol. Sementara Hany Pattikawa merupakan penyanyi asal Ambon yang dikenal melalui lagu-lagu Laki Bini, Pemain Baru, Mama Pi Seng Bale, dan Jamahlah Aku Tuhan.

Kehadiran keduanya mencuri perhatian penonton lewat penampilan penuh energi yang membawakan lagu-lagu bernuansa Timur. Bagi Ecko Show, momen ini terasa sangat spesial karena menjadi pengalaman pertamanya tampil di Ibu Kota dalam acara besar yang berkaitan dengan Piala Dunia.

"Ini pertama kali saya bisa perform di Ibu Kota, apalagi menyambut Piala Dunia di TVRI. Jadi agak deg-degan sih," ujar Ecko Show kepada TVRI Sport di sela acara.

Senada dengan rekannya, Hany Pattikawa mengaku sangat antusias mendapat kesempatan tampil dalam acara tersebut. Penyanyi asal Ambon itu mengatakan suasana kali ini terasa berbeda dibanding penampilan-penampilannya sebelumnya di TVRI.

"Kalau saya excited sebetulnya karena saya diajak sama Ecko untuk perform sama-sama. Sebetulnya saya sudah sering tampil di acara TVRI, dulu ada beberapa program di TVRI dan saya nyanyi juga," kata Hany.

"Cuma kali ini berbeda karena kami membawakan lagu Timur, lagunya Ecko dan teman-teman yang lain. Dan ini untuk menyambut Piala Dunia kan, jadi excited, tapi deg-degan juga ya pastilah," ia menambahkan.

Saat ditanya mengenai tim favorit di Piala Dunia 2026, keduanya ternyata kompak menjagokan Brasil. Ecko bahkan langsung menunjuk warna bajunya sebagai petunjuk. "Pasti, sesuai warna baju, Brasil saya," katanya sambil tertawa.

Sedangkan Hany mengaku sebenarnya memiliki kecintaan lama terhadap Italia. Namun karena Gli Azzurri gagal tampil di putaran final Piala Dunia 2026, ia akhirnya mengalihkan dukungannya kepada Selecao.

"Sebenarnya saya suka Italia dari dulu, tapi karena Italia tidak lolos ke Piala Dunia 2026, jadi saya pindah ke Brasil," ujar Hany.

"Saya sebetulnya ikut-ikutan Toton Caribo dan Ecko Show saja, mereka kan suka Brasil, jadi saya support teman," ia menambahkan sambil tertawa.

Meski Brasil harus kehilangan Neymar karena cedera, keduanya tetap optimistis tim lima kali juara dunia itu mampu berbicara banyak sepanjang turnamen.

"Sayangnya enggak ada yang karakter permainannya seperti Neymar, tapi Brasil kan merata. Saya pikir akan tetap bagus tanpa sosok Neymar," kata Ecko.

Sementara Hany  juga menilai kekuatan Brasil tidak bergantung pada satu pemain saja. "Kalau menurut saya, Brasil itu semua pemainnya kuat dan hebat. Setiap pemain secara individu memiliki kemampuan yang luar biasa," ujarnya.

"Yang jelas di sepak bola pemenangnya baru akan diketahui setelah pertandingan. Dan menurut saya Brasil tetap akan tampil bagus tanpa Neymar. Kami nonton bola karena ingin melihat skill-skill pemain Brasil kan," kata Hany.

Obrolan kemudian beralih ke lagu tema Piala Dunia yang paling membekas di hati mereka. Menariknya, pilihan keduanya berasal dari generasi yang berbeda.

"Kalau saya pribadi yang terfavorit justru lagu resmi Piala Dunia tahun ini yang dinyanyikan IShowSpeed, judulnya World Cup Champions," Ecko mengungkapkan.

Berbeda dengan rekannya, Hany memilih bernostalgia dengan lagu yang begitu populer pada Piala Dunia 2010.

"Kalau saya soundtrack Piala Dunia yang dinyanyikan K'Naan, itu tahun 2010, judulnya Wavin' Flag," kata Hany. "Meskipun itu sebenarnya lagu dari sponsor iklan minuman ringan ya, bukan lagu official, tapi sangat terkenal waktu itu." 

Ketika ditanya artis internasional yang paling ingin diajak berkolaborasi jika mendapat kesempatan tampil dalam proyek musik Piala Dunia, jawaban keduanya langsung kompak.

"Jelas, Shakira," kata Ecko dan Hany hampir bersamaan. "Kami ingin membawakan lagu Waka Waka bareng dia," ucap mereka.

Menutup perbincangan, keduanya juga memiliki bayangan sendiri mengenai partai final ideal Piala Dunia 2026. Sebagai pendukung Brasil, mereka berharap Selecao bisa berjumpa Portugal dalam laga puncak.

"Portugal lawan yang paling pas buat Brasil. Itu berdasarkan feeling saya saja ya," ujar Ecko. Hany pun mengamini prediksi tersebut. "Ya, setuju Portugal. Tahun ini skuad mereka bagus-bagus, apalagi ada Cristiano Ronaldo juga di sana," katanya.

"Tiap tim itu pasti butuh sosok yang jadi anutan, dan Ronaldo saya pikir adalah sosok yang tepat di Timnas Portugal," Hany menuturkan.