Pelatih Timnas Tunisia, Sabri Lamouchi, merupakan sosok legenda Timnas Prancis yang memiliki darah Tunisia. Foto: TVRI/Grafis/Jovi Arnanda
TVRINews - Guadalupe, Meksiko
Di bawah asuhan Sabri Lamochi, Tunisia hanya meraih satu kemenangan dari lima pertandingan dengan tiga di antaranya kalah.
Sabri
Lamouchi harus meninggalkan jabatannya sebagai pelatih Tunisia. Senin
(15/6/2026) lalu, Federasi Sepak Bola Tunisia (TFF) memutuskan memecat
pelatih berusia 54 tahun ini. Pemecatan tersebut dilakukan setelah tim
berjulukan Eagles of Carthage dihantam Swedia, 1-5 dalam laga Grup F
Piala Dunia 2026.
Pemecatan ini tentu saja
mengejutkan karena terjadi saat turnamen Piala Dunia tengah berjalan.
Dengan demikian pula, pemecatan tersebut menempatkan Sabri Lamouchi
sebagai pelatih pertama yang mengalami pemecatan saat baru melakoni satu
laga Piala Dunia.
Sabri Lamouchi menangani Tunisia baru Januari
tahun ini. Tepatnya 14 Januari 2026. Kontraknya berpeluang diperpanjang
hingga 31 Juli 2028 nanti. Namun, belum lagi kontraknya berakhir,
pelatih berusia 54 tahun ini harus pergi. Untuk menggantikan tugasnya, Federasi Sepak Bola Tunisia dikabarkan akan menunjuk Mondher Kebaier sebagai pelatih sementara.
Dalam sejarahnya, ini
bukan kali pertama Tunisia melakukan pemecatan di Piala Dunia. Mereka
pernah melakukan hal yang sama pada Piala Dunia 1998 silam. Ketika itu,
Tunisia memecat pelatih Henry Kasperczak. Pemecatan ketika itu terjadi
setelah Tunisia kalah dalam dua pertandingan fase grup.
Sebelum
pemecatan terhadap Sabri Lamouchi, pria asal Prancis tersebut menyatakan
bahwa kekalahan dengan skor 1-5 dalam Piala Dunia merupakan kekalahan
yang sangat berat. "Ini kekalahan yang berat. Rasanya menyakitkan.
Memulai kompetisi dengan kekalahan seburuk ini memang sulit," kata Sabri
Lamouchi saat itu.
"Ini adalah kekalahan yang sulit untuk
dipulihkan. Kami membuat banyak kesalahan. Kami memiliki harga diri.
Kami harus bereaksi," katanya lagi. Namun, tidak ada waktu lagi bagi
Sabri Lamouchi untuk menangani Tunisia.
Dalam laga tersebut,
gawang Tunisia kemasukan karena gol Swedia yang masing-masing diciptakan
Yasin Ayari (dua gol pada menit ke-7 dan 90. Sedangkan tiga gol lainnya
dari Alexander Isak menit ke-30, Viktor Gyokeres pada menit ke-59, dan
gol Mattias Svanberg di menit ke-84. Dengan kekalahan itu pula, Tunisia
total telah mengalami tiga kekalahan dari lima pertandingan di bawah
kepelatihan Sabri Lamouchi.
Sebelum tampil di Piala Dunia 2026
ini, Tunisia tidak pernah menang dalam tiga laga terakhir. Mereka takluk
dari Belgia 0-5, 0-1 dari Austria, dan imbang 0-0 lawan Kanada.
Satu-satunya kemenangan yang diraih Tunisia bersama Sabri Lamouchi
terjadi dalam laga uji coba lawan Haiti pada akhir Maret lalu.
Kekalahan
telak 1-5 ini juga meneruskan hasil buruk saat kalah dengan kemasukan
lima gol tanpa balas dari Belgia (0-5) pada 6 Juni lalu. Pertandingan
tersebut merupakan laga bagian dari persiapan menghadapi Piala Dunia
2026 ini.
Karena itu, melihat hasil tersebut, wajar jika kemudian
Federasi Sepak Bola Tunisia memutuskan untuk memecat Sabri Lamouchi.
Terkait pemecatan ini, Presiden FTF, Wajdi Aouadi mengatakan bahwa
keputusan diambil setelah evaluasi.
“Komite Eksekutif Federasi
memutuskan mengakhiri kerja sama dengan Sabri Lamouchi setelah melakukan
pertimbangan dari segala aspek. Penampilan tim pada laga pertama tidak
memenuhi standar kualitas, semangat juang, dan taktik yang diharapkan.
Kami melihat ketidaksesuaian antara apa yang kami inginkan dengan apa
yang kami miliki dalam skuad saat ini." kata Wajdi Aouadi.
Disebutkan
pula bahwa ada ketegangan antara pelatih dan sejumlah pemain terkait
peran di lapangan. Cara latihan yang diterapkan Sabri Lamouchi pun
dinilai tidak sesuai. Dengan semua itu memengaruhi atmosfer tim.