Bek Timnas Argentina, Nicolas Otamendi. Foto: TVRI/Grafis/Yusuf
TVRINews – Buenos Aires, Argentina
Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) telah mengajukan permohonan kepada FIFA agar Nicolas Otamendi dapat turun dalam pertandingan pertama Piala Dunia 2026.
Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) telah meluncurkan inisiatif penting dengan FIFA untuk memastikan bek tengah Nicolas Otamendi dapat bermain dalam pertandingan pembuka Argentina di Piala Dunia 2026.
Bek milik klub Portugal, SL Benfica, tersebut sedang menjalani hukuman larangan bermain satu pertandingan karena kartu merahnya melawan Ekuador di babak final kualifikasi Piala Dunia zona Amerika Selatan (CONMEBOL). Tetapi AFA secara resmi telah meminta amnesti khusus.
Permintaan tersebut diumumkan di situs web resmi AFA. Diketahui bila Presiden AFA Claudio Tapia yang didukung Alejandro Dominguez selaku Presiden CONMEBOL telah memulai proses negosiasi dengan FIFA.
Permintaan tersebut juga akan menguntungkan Moises Caicedo, gelandang Timnas Ekuador dan salah satu pemain kunci dalam tim yang dikelola oleh pelatih asal Argentina, Sebastian Beccacece.
“Asosiasi Sepak Bola Argentina telah mengambil langkah-langkah dengan Biro FIFA untuk membuat Nicolas Otamendi memenuhi syarat untuk pertandingan pertama Piala Dunia FIFA 2026,” demikian sebagian isi pernyataan resmi AFA.
Idenya adalah bahwa Otamendi dapat bermain pada 16 Juni mendatang, ketika Argentina menghadapi Aljazair dalam pertandingan pembukaan Piala Dunia. Staf pelatih Timnas Argentina yang dipimpin Lionel Scaloni yakin bahwa FIFA akan mengambil langkah luar biasa sebelum turnamen dimulai.
Kartu Merah yang Mempersulit Keadaan bagi Otamendi
Pengusiran Otamendi terjadi pada 9 September di Guayaquil, saat La Albiceleste takluk 0-1 dari tuan rumah Ekuador pada pertandingan kualifikasi terakhir di Stadion Monumental Banco Pichincha.
Pada menit ke-31 babak pertama, Otamendi menjatuhkan Enner Valencia saat striker Ekuador tersebut berhadapan langsung dengan kiper Dibu Martinez. Wasit asal Kolombia, Wolmar Roldan, pun tanpa ragu memberinya kartu merah langsung.
Beberapa pekan kemudian, FIFA mengonfirmasi skorsing satu pertandingan dan juga mendenda AFA sebesar 5 ribu franc Swis (sekitar Rp112 juta). Dengan keputusan itu, Otamendi secara otomatis tidak dapat bermain di laga pertama Piala Dunia 2026.
Namun, dengan upaya terakhir yang dilakukan AFA dengan didukung CONMEBOL, nasib Otamendi sekarang bisa berubah.
Timnas Argentina memang membutuhkan pengalaman dan kemampuan Otamendi untuk mempertahankan gelar di Piala Dunia 2026.
Melakukan debut pada 20 Mei 2009, Otamendi tercatat sudah 130 kali memperkuat Argentina dengan mencetak delapan gol. Ia merupakan bagian dari Timnas Argentina di Piala Dunia 2010 (sampai perempat final), 2018 (16 besar), dan selalu dimainkan di semua tujuh pertandingan pada 2022 (juara).
Kendati sudah berusia 38 tahun, pengalamannya di sejumlah klub elite Eropa seperti FC Porto dan Benfica (Portugal), Valencia CF (Spanyol), dan Manchester City (Inggris), sangat dibutuhkan untuk lini pertahanan Argentina.
Kartu Merah Bisa Mengakhiri Musim Otamendi di Benfica
Sabtu (2/5/2026) lalu dalam pertandingan di kandang FC Famalicao dalam lanjutan Liga Portugal, 10 menit babak kedua berlangsung, Otamendi melakukan tekel keras terhadap Mathias de Amorim dan mendapat kartu merah.
Meskipun wasit Gustavo Correia awalnya menunjukkan kartu kuning, ia mengubah keputusannya setelah meninjau ulang lewat VAR.
Saat itu Benfica unggul 2-0, tetapi pertandingan kemudian berakhir imbang 2-2, menempatkan mereka dalam posisi sulit dalam perebutan gelar.
Pengusiran terbaru ini juga bisa berarti akhir masa baktinya di Benfica. Dengan skorsing minimal dua pertandingan dan hanya tersisa dua pertandingan di Liga Portugal, Otamendi akan absen hingga akhir musim.
Apakah ini bakal menjadi perpisahannya? Akankah Otamendi kembali ke Argentina, mengingat minat CA River Plate untuk merekrutnya setelah Piala Dunia?