Panini masih akan menemani penggemar kartu koleksi dan striker di Piala Dunia 2026 dan 2030. (TVRI/Grafis/Yusuf) Foto: TVRI/Grafis/Yusuf
TVRINews – Zurich, Swis
Presiden FIFA Gianni Infantino mengumumkan berakhirnya kemitraan bersejarah dengan Panini selaku pembuat album stiker Piala Dunia untuk memberi jalan bagi perusahaan Amerika, Fanatics.
Bagi pencinta sepak bola sejati, nama Panini jelas tidak bisa dikesampingkan begitu saja, utamanya menjelang turnamen terbesar garapan Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA), Piala Dunia.
Panini Group adalah perusahaan asal Italia yang memproduksi kartu koleksi (trading cards) atau stiker resmi yang sangat populer di kalangan kolektor, terutama untuk tema sepak bola seperti edisi Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat (AS), Kanada, dan Meksiko, mulai 11 Juni sampai 19 Juli mendatang.
Kartu dan stiker keluaran Panini sangat menarik dan layak dikoleksi karena tidak hanya menampilkan foto pemain namun juga tim dan informasi statistik. Itulah mengapa banyak kolektor mengumpulkan kartu dan stiker-stiker itu di setiap edisi Piala Dunia.
Koleksi kartu dan stiker edisi Piala Dunia dari Panini sepertinya bakal semakin mahal dan diburu menyusul pengumuman yang dikeluarkan FIFA pada Kamis (7/5/2026) lalu yang berisi kemitraan bersejarah mereka dengan Panini untuk produksi album stiker Piala Dunia.
Kolaborasi yang telah berlangsung selama lebih dari 50 tahun itu akan berakhir setelah edisi ke-100 turnamen (Piala Dunia) pada tahun 2030 yang akan digelar di Portugal, Spanyol, dan Maroko. Posisi Panini akan digantikan oleh Fanatics, Inc.
Kemitraan antara FIFA dan Panini dimulai sejak Piala Dunia 1970 di Meksiko dan akan mencapai ulang tahun ke-60 ketika perjanjian tersebut berakhir.
Mulai tahun 2031, Fanatics akan mengambil alih produksi barang koleksi untuk semua turnamen dan acara FIFA, seperti yang diumumkan oleh badan pengatur sepak bola dunia tersebut.
Pada Desember 2023, Panini menandatangani perjanjian baru dengan FIFA untuk tetap menjadi mitra eksklusif untuk kartu koleksi, kartu perdagangan, dan barang koleksi digital, yang mencakup Piala Dunia musim panas ini, turnamen 2030, dan Piala Dunia Wanita 2027, di antara acara-acara lainnya.
Gianni Infantino selaku Presiden FIFA membenarkan perubahan tersebut dengan menyebutkan inovasi yang telah ditunjukkan Fanatics di sektor ini.
“Dalam lanskap olahraga, semua melihat bahwa Fanatics mendorong inovasi besar dalam barang koleksi, memberikan penggemar cara baru dan bermakna untuk terhubung dengan tim dan pemain favorit mereka,” ujarnya.
Fanatics, Inc adalah platform olahraga digital global terkemuka asal New York, AS, yang menyediakan merchandise olahraga berlisensi resmi, kartu koleksi, dan layanan taruhan/permainan.
Didirikan oleh Michael Rubin pada 2011, Fanatics bertindak sebagai ekosistem komprehensif bagi penggemar olahraga, bermitra dengan lebih dari 900 properti olahraga—termasuk liga utama seperti NFL, NBA, MLB, dan NHL—dan memiliki lebih dari 100 juta penggemar di seluruh dunia.
Infantino menambahkan bahwa kemitraan dengan Fanatics ini akan memungkinkan globalisasi keterlibatan penggemar.
“Dari sudut pandang FIFA, kami dapat mengglobalisasikan keterlibatan penggemar ini justru berkat portofolio turnamen global kami. Dan ini menyediakan sumber pendapatan komersial penting lainnya yang, seperti biasa, kami salurkan kembali ke dalam permainan, ke dalam sepak bola,” ucapnya.
Sementara itu, Michael Rubin yang juga menjadi CEO Fanatics menganggap perjanjian dengan FIFA tersebut sebagai tonggak sejarah.
“Ini benar-benar hari bersejarah dalam sejarah perusahaan kami. Sepak bola global adalah peluang pertumbuhan terbesar dalam olahraga,” katanya.
“Dan ketika Anda menggabungkan kekuatan FIFA dengan inovasi dan tulang punggung kewirausahaan Fanatics, kami siap untuk meningkatkan narasi dan koleksi seputar permainan dengan cara yang belum pernah terjadi sebelumnya.”