Bek kiri Tim Nasional Australia Jordan Bos. (TVRI/Grafis/Yusuf) Foto: TVRI/Grafis/Yusuf
TVRINews – Rotterdam, Belanda
Bersama Timnas Australia, Jordan Bos siap membuktikan kelasnya sebagai salah satu bek kiri elite di Piala Dunia 2026.
Lahir pada 29 Oktober 2002 di Melbourne, Australia, Jordan Jacob Bos dibesarkan di Point Cook dan bermain untuk Hoppers Crossing SC sebelum bergabung dengan Melbourne City FC.
Bos berhasil memenangi penghargaan Pemain Muda Terbaik A-League Men 2022-2023 setelah musim yang luar biasa bersama Melbourne City.
Setelah sukses di Melbourne City, pada tahun 2023, Bos pindah ke klub Liga Pro Belgia KVC Westerlo dengan biaya transfer Australia yang dilaporkan memecahkan rekor, sekitar 2 juta dolar Australia. Bos tercatat 46 kali membela Westerlo selama dua musim.
Kehebatan Bos berhasil menarik salah satu klub raksasa Eredivisie (Liga Belanda), Feyenoord Rotterdam. Alhasil, pada Juli 2025, ia menandatangani kontrak empat tahun dengan Feyenoord senilai sekitar 5 juta euro, yang mengukuhkan statusnya sebagai salah satu talenta muda terbaik Australia.
Di level tim nasional, Bos melakukan debut untuk Socceroos pada 28 Maret 2023 saat kalah 1-2 dari Ekuador dalam pertandingan persahabatan. Seiring berjalannya waktu, Bos kini menjadi salah satu figur kunci dalam lini pertahanan Timnas Australia.
Tipe dan Gaya Permainan
Masih berusia relatif muda, 23 tahun, posisi natural Jordan Bos adalah bek kiri. Di Feyenoord, pelatih Robin van Persie sering memintanya untuk bermain sebagai bek kiri serang (attacking left-back) atau bek sayap kiri (left-wing-back).
Bos dikenal karena bek sayap yang dinamis dan berorientasi menyerang, yang dicirikan oleh kecepatan luar biasa, kemampuan menggiring bola, dan kepiawaian menciptakan peluang menyerang dari sisi lapangan.
Sebagai bek kiri maupun bek sayap kiri, area operasi Bos terutama di sayap kiri, berperan sebagai seorang full-back modern yang harus berperan signifikan di sepertiga area serang timnya.
Bos sangat mahir membawa bola ke depan, menggunakan kecepatannya untuk mengalahkan bek dalam situasi duel satu lawan satu.
Bos juga unggul dalam melakukan overlap, menemukan celah kecil untuk mengirimkan umpan silang berbahaya ke dalam kotak penalti, dan memotong ke dalam untuk memberikan umpan pendek atau menembak.
Ia juga digambarkan sebagai pemain gigih yang mampu menjaga seluruh sisi kiri lapangan sepanjang pertandingan, mampu melakukan tugas bertahan dan menyerang ke depan.
Kekuatan utamanya ada pada akselerasi yang kuat, teknik dribel yang mumpuni, dan tingkat kerja yang tinggi.
Statistik
Musim 2025-2026 ini, Bos tercatat 26 (hanya 4 dari main dari cadangan) kali dimainkan Feyenoord di Eredivisie dengan mencetak empat gol dan sembilan assist. Total, Bos 34 kali turun di semua ajang dengan empat gol dan 11 assist.
Untuk bek kiri pembuat assist di Liga Belanda, Bos berada di posisi kedua (bersama pemain PSV asal Brasil, Mauro Junior) dan hanya kalah dari Souffian El Karouani, bek FC Utrecht asal Maroko (10).
Data dari FotMob menunjukkan, di Eredivisie, Bos melepaskan 34 tembakan dengan 12 tepat ke gawang. Ia juga melakukan 798 operan sukses (85,7% dari total operan yang dilepaskan), 16 bola panjang akurat (44,4%), dan 34 menciptakan peluang termasuk 9 peluang emas.
Bos juga 33 kali melakukan dribel sukses (50%), 162 kali menang duel (57%), 50 kali memenangi duel udara (64,9%), dan 78 kali menyentuh bola di kotak penalti lawan.
Tidak hanya menyerang, statistik Bos untuk bertahan juga bagus. Ia tercatat 160 kali melakukan aksi bertahan, 66 tekel, 22 intersepsi, 106 kali mengambil bola lepas (ball recovery), dan 65 sapuan.
Di Timnas Australia, Jordan Bos sudah 25 kali bermain dengan mencetak empat gol dan tiga assist. Dua gol ia lesakkan masing-masing satu saat Australia menang 1-0 atas Kamerun dan 5-1 atas Curacau dalam dua pertandingan persahabatan pada akhir Maret lalu.