TVRINews - Manchester, Inggris

Sekilas kanal YouTube tersebut menampilkan foto saat skuad Garuda masih mengenakan jersei itu, yang ternyata dipakai ketika menghadapi Malta pada tahun 1991 silam.

Gelandang andalan Manchester City, Tijjani Reijnders, baru-baru ini menunjukkan sisi emosionalnya terhadap negeri leluhurnya, Indonesia, saat tampil di kanal YouTube AwayDays dalam sesi "Shirt Shopping". 

Diwawancara di sela-sela tumpukan jersei ikonik dunia, pemain yang kini menjadi pilar Timnas Belanda tersebut tampak sangat antusias ketika menemukan jersei retro Timnas Indonesia, tepatnya pada tahun 1991.

Momen menarik terjadi saat sang pembawa acara yang juga pemilik kanal Youtube tersebut, Ellis Platten, menyodorkan jersei klasik Indonesia berwarna putih dengan nomor punggung 16. 

Sesaat setelah melihatnya dari dekat, Tijjani langsung memberikan pujian spontan terhadap tampilan fisik seragam lawas itu. "Desainnya bagus ya, jersei yang ini sangat keren," ujar Tijjani saat pertama kali memegang bahan kainnya.

Sekilas kanal YouTube tersebut juga menampilkan foto saat skuad Garuda masih mengenakan jersei itu, yang ternyata dipakai ketika menghadapi Malta dalam ajang Piala Presiden Korea Selatan tahun 1991 silam. 

Menariknya, jersei nomor 16 yang diperlihatkan kepada Tijjani merupakan milik Ferril Raymond Hattu, yang kebetulan juga berasal dari Maluku seperti halnya Tijjani.   

Ia terus memperhatikan detail jersei tersebut dengan saksama. Setelah membolak-baliknya dan melihat nomor punggung serta tulisan di bagian belakang, ia kembali mengungkapkan kekagumannya.

"Ini benar-benar bagus, ya. Sangat keren. Ini luar biasa," kata Tijjani sambil tersenyum lebar.

Ketika diminta mencoba jersei tersebut, Tijjani tampak sangat pas mengenakannya. Sang pembawa acara pun langsung memuji tampilannya, yang disetujui oleh Tijjani bahwa memakai jersei tersebut memberikan kesan yang sangat baik.

Koneksi Darah dan Dukungan untuk Adik

Tanpa ragu, Tijjani mengakui bahwa Indonesia memiliki tempat spesial di hatinya karena faktor keluarga yang sangat erat. "Benar, dari sisi ibuku-lah aku memiliki keterkaitan dengan Indonesia," ucap pemain berusia 27 tahun itu.

Ia juga menyinggung sang adik, Eliano Reijnders, yang kini telah resmi menjadi bagian dari skuad Garuda. Keputusannya menjajal jersei ini seolah menjadi bentuk dukungan moral bagi adiknya.

"Saudaraku (Eliano) bermain untuk Timnas Indonesia. Ia selalu bercerita banyak hal luar biasa tentang pengalamannya di sana," ujarnya dengan nada bangga.

Kekaguman terhadap Fanatisme Suporter

Pembawa acara sempat menceritakan pengalamannya merasakan atmosfer luar biasa saat menonton pertandingan di Jakarta. Mendengar hal itu, Tijjani langsung mengiyakan betapa militannya pencinta sepak bola di Tanah Air.

"Fans di sana sangat gila (luar biasa)! Kamu tidak akan pernah menyangkanya jika tidak melihat sendiri. Mereka sangat mencintai sepak bola, terkadang sampai di level yang sangat fanatik," kata Tijjani.

Saat mengenakan jersei nomor 16 tersebut, ia pun sadar bahwa momen ini akan menjadi perbincangan hangat di kalangan netizen Indonesia.

"Orang-orang di Indonesia pasti akan sangat menyukai ini. Mereka akan sangat bersemangat melihatku memakai seragam ini," ujar mantan pemain AC Milan itu.

Selain jersei Indonesia, Tijjani juga menjajal jersei klasik Belanda tahun 1988 dan seragam biru milik Dennis Bergkamp. Baginya, setiap kain memiliki cerita sejarah yang harus dihormati. 

"Ini sangat keren. Mungkin aku harus membagikan momen ini di Instagram," katanya sambil bercermin melihat jersei biru Belanda yang ia kenakan setelah melepas jersei Indonesia.