TVRINews - Berlin, Jerman

Alexander Zverev menilai Jerman memiliki peluang bagus untuk melangkah jauh.

Sepak bola kerap menembus batas, bahkan di dunia olahraga global. Olahraga terpopuler di dunia ini merupakan olahraga nomor dua bagi atlet-atlet cabang lain. 

Dari cabang tenis, misalnya, cukup banyak petenis yang menggemari sepak bola. Sesekali mereka, para petenis doyan sepak bola, memperlihatkan kemahiran melakukan juggling bola tenis--yang volumenya 30 kali lebih kecil daripada bola sepak--dengan kakinya. Sejumlah petenis yang ikut merumput sebagai selebritas dalam sepak bola amal. 

Salah satu petenis yang menggilai sepak bola adalah Alexander Zverev. Petenis bertinggi badan 198 cm ini pun mengutarakan harapan pada tim favoritnya di Piala Dunia. Tim jagoan Zverev tentu adalah Jerman, negaranya.

Sascha, panggilan Zverev, pernah meraih kesuksesan saat membawa nama Jerman di ajang olahraga multicabang terbesar, Olimpiade. Di Tokyo 2020, pria kelahiran Hamburg ini mengukir sejarah: petenis putra Jerman pertama yang mempersembahkan medali emas Olimpiade.

Eks gelandang Jerman, Bastian Schweinsteiger, menjadi salah satu pemberi ucapan selamat untuk pencapaian bersejarah Sascha tersebut. "Peraih medali tenis putra pertama dalam sejarah Jerman! Performa akhir yang mendebarkan dan sensasional darimu, selamat untuk medali Olimpiade," tulis Schweinsteiger di akun media sosial X.

Schweinsteiger merupakan salah satu pemain yang diidolakan Zverev. Cukup banyak pemain Die Mannschaft yang masuk daftar pemain favoritnya.

"Oliver Kahn, ia favorit saya saat saya masih kecil," ujar Zverev di situs FIFA. Mengingat Kahn tidak bisa menjadi juara dunia bersama Jerman, Zverev tentu senang bukan kepalang saat Die Mannschaft menjadi kampiun Piala Dunia 2014. Favoritnya bertambah.

"Dan, dari Jerman 2014, ada banyak. Schweinsteiger, (Lukas) Podolski, Manuel Neuer, yang saya adalah pikir pemain-pemain terpenting. Toni Kroos, tentu... Pokoknya banyak," tutur Zverev.

Sang petenis yang juga fan Bayern Munchen ini akan berharap Jerman di Piala Dunia 2026 mengikuti jejak keberhasilannya meraih medali emas. Hanya, Jerman memiliki tugas mengakhiri deret buruk. Menurut petenis berusia 29 tahun itu, Die Mannschaft mempunyai kans bagus untuk melaju jauh.  

"Saya pikir Jerman mempunyai kesempatan bagus. Saya pikir mereka akan bermain lebih baik daripada turnamen-turnamen sebelumnya. Saya pikir tim yang sekarang lebih mapan. Mereka jelas memiliki tim yang sangat muda, tapi saya merasa mereka akan tampil baik," kata Zverev.

Setelah juara di Brasil 2014, Jerman melempem di dua edisi berikutnya hingga gagal lolos dari fase grup. Di fase grup Piala Dunia 2026, Jerman berada di Grup E bersama Pantai Gading, Curacao, dan Ekuador.

Jadwal turnamen mungkin akan menyulitkan Zverev menonton Piala Dunia secara langsung seperti yang ia lakukan saat Jerman menjadi tuan rumah. Wimbledon, misalnya, akan berlangsung pada 29 Juni sampai 12 Juli dalam rentang gelaran Piala Dunia 2026 di Amerika Utara (11 Juni hingga 19 Juli). Namun, Zverev akan terus mengikuti perkembangan turnamen, terutama tentu Die Mannschaft.

"Saya rasa setiap orang tak sabar lagi menyaksikan Piala Dunia karena tergelar sekali setiap empat tahun. Piala Dunia merupakan ajang olahraga terbesar di dunia selain Olimpiade," tutupnya.