Pelatih Yordania, Jamal Sellami. Foto: TVRI/Grafis/Yusuf
TVRINews - San Francisco, Amerika Serikat
Saat ini Yordania berada di posisi ketiga grup, unggul selisih gol dari tim juru kunci Aljazair.
Pelatih tim nasional Yordania, Jamal Sellami, menegaskan anak asuhnya tetap bisa menegakkan kepala setelah menyajikan penampilan yang maksimal pada laga debut di Piala Dunia. Dalam pertandingan perdana Grup J tersebut Al-Nashama dikalahkan Austria dengan skor 1-3 di San Francisco Bay Area Stadium, Rabu (17/6/2026) siang WIB.
Austria memimpin terlebih dahulu sepakan melengkung Romano Schmid yang menghujam pojok atas gawang. Namun, Yordania langsung bangkit setelah turun minum dengan berhasil menyamakan kedudukan berkat gol balasan dari Ali Olwan.
Gol bunuh diri Yazan Al-Arab kembali membuat Austria berada di atas angin. Meskipun Yordania terus keluar menyerang demi menyamakan kedudukan, eksekusi penalti pemain pengganti Marko Arnautovic di masa injury time akhirnya menyudahi perlawanan gigih mereka.
Hasil pertandingan tersebut menempatkan Yordania di posisi ketiga klasemen sementara grup berkat keunggulan selisih gol atas Aljazair. Aljazair sendiri harus merosot ke dasar klasemen setelah menelan kekalahan telak 3-0 dari Argentina di laga sebelumnya.
Sellami menilai skor akhir pertandingan tersebut terlalu menguntungkan Austria dan tidak mencerminkan kerja keras yang ditunjukkan oleh anak asuhnya. Ia merasa hasil itu tidak adil bagi perjuangan gigih yang telah diperlihatkan sepanjang laga.
"Saya rasa hasil pertandingan ini tidak mencerminkan kerja keras yang telah dilakukan oleh tim Yordania, tetapi secara pribadi saya sangat senang dan bangga atas penampilan mereka," kata Sellami selepas laga dikutip dari Reuters.
Yordania selama ini dikenal karena kemampuan dalam melancarkan skema serangan balik yang cepat dan mematikan. Namun, penampilan kali ini jauh lebih mengesankan lewat cara mereka berani menggempur lini pertahanan Austria, bahkan saat kedudukan masih imbang 1-1.
"Tidak ada yang mengira kami akan tampil seberani itu, seproaktif itu, dan begitu mampu memanfaatkan setiap peluang yang ada dengan sangat baik," ucapnya.
Pada akhirnya, faktor pembeda terbesar antara kedua tim tersebut adalah kualitas kedalaman skuad yang dimiliki oleh Austria. Keunggulan materi pemain itu terlihat jelas dari bangku cadangan dengan masuknya sang pencetak gol terbanyak sepanjang masa, Marko Arnautovic.
"Kami belum mampu meraih kemenangan melawan Austria karena mereka memiliki deretan pemain kelas dunia yang merumput di Real Madrid (David Alaba) dan Bayern Munchen (Konrad Laimer)," tuturnya.
Selain itu, Sellami juga sangat menyesali absennya penyerang andalan Yazan Al-Naimat yang harus menepi akibat menderita cedera lutut parah pada Desember lalu. Kehilangan striker utama tersebut dinilai sangat mengurangi ketajaman lini depan Yordania di Piala Dunia 2026.
"Jika Naimat bisa bersama kami hari ini, hasil akhir pertandingan pastinya akan berbeda," ungkapnya.