TVRINews - San Francisco, Amerika Serikat

Rangnick mengakui taktik berani yang diterapkan Yordania sukses meredam agresivitas anak asuhnya.

Pelatih tim nasional Austria, Ralf Rangnick, memberikan apresiasi tinggi terhadap kualitas tim debutan Piala Dunia 2026, Yordania setelah pasukannya harus bersusah payah meraih kemenangan 3-1. Skuad Burschen beberapa kali sempat kerepotan menghadapi permainan berani yang ditunjukkan pasukan Al-Nashama di San Francisco Bay Area Stadium, Rabu (17/6/2026) siang WIB.

Meski lebih diunggulkan untuk menang mudah, Austria baru bisa mengunci poin penuh berkat eksekusi penalti pemain pengganti Marko Arnautovic pada masa injury time babak kedua. Ekspektasi publik terhadap Austria sebenarnya sempat melonjak tinggi setelah mereka tampil sangat impresif pada Euro 2024 lalu.

Namun, performa kurang meyakinkan saat melawan Yordania ini tampaknya bakal menurunkan ekspektasi tersebut, terutama menjelang laga berat kontra pemuncak klasemen Grup J, Argentina. Tim Tango sendiri sukses mengawali kampanyenya dengan sangat mulus setelah mencukur Aljazair lewat kemenangan telak tiga gol tanpa balas.

Kendati demikian, Rangnick tidak ragu memberikan pujian kepada Yordania yang dinilainya sukses meredam agresivitas anak asuhnya sepanjang laga berjalan. Ia menganggap Yordania bermain sangat taktis sehingga membuat pasukannya kesulitan mengembangkan permainan terbaik.

"Saya rasa hal itu disebabkan oleh faktor tim lawan. Yordania melakukan pekerjaan yang sangat luar biasa di sepanjang pertandingan," kata Rangnick usai pertandingan dikutip dari Reuters.

"Kami memang memperkirakan lawan yang sulit, kami tahu mereka tidak akan mudah dihadapi, tetapi hari ini mereka menampilkan jenis permainan sepak bola yang sangat berani. Mereka melampaui ekspektasi saya."

"Saya tahu beberapa dari Anda berpikir bahwa kami akan menjadi tim favorit dalam pertandingan ini, tetapi kami jelas bukan tim favorit," Rangnick menambahkan.

Rangnick juga menyatakan sangat menyambut baik keputusan FIFA terkait ekspansi jumlah peserta Piala Dunia 2026 menjadi 48 tim karena memberikan kesempatan bagi lebih banyak negara untuk ikut berpartisipasi. Ia menilai penambahan kuota kontestan ini sebagai sebuah pengalaman yang sangat memperkaya dunia sepak bola internasional.

Lebih lanjut, mantan juru formasi Manchester United itu menegaskan negara-negara yang selama ini dianggap kecil terbukti tidak hanya sekadar menjadi pelengkap turnamen semata. Ia kemudian merujuk pada beberapa hasil mengejutkan lain yang terjadi di laga pembuka Piala Dunia kali ini.

Salah satu kejutan besar yang Rangnick soroti adalah hasil imbang tanpa gol yang diraih tim raksasa Spanyol saat menghadapi Tanjung Hijau. Selain itu, ada pula kemenangan mengejutkan Australia atas Turki, hingga perlawanan gigih Haiti saat merepotkan barisan pertahanan Skotlandia.

"Tidak semudah itu untuk meraih kemenangan selama turnamen ini berjalan – kita memiliki 48 tim dan tidak akan ada satu pun lawan yang mudah," tuturnya.

"Tim-tim sepak bola saat ini benar-benar telah mengejar ketertinggalan mereka dalam kurun waktu sekitar 15 tahun terakhir, jadi saat ini memang sudah tidak ada lagi tim yang lemah," ia melanjutkan.

Pernyataan dari Rangnick tersebut sekaligus menjadi alarm peringatan bagi anak asuhnya agar tidak meremehkan siapa pun lawan berikutnya. Fokus penuh kini harus segera Austria alihkan demi mempersiapkan taktik terbaik jelang bentrok krusial melawan Argentina, di Dallas Stadium, Selasa (23/6/2026).