TVRINews - Arlington, Amerika Serikat

Luka Modric telah memberikan warisan berharga bagi sepak bola Kroasia.

Piala Dunia 2026 akan menampilkan kembali salah satu laga menarik di pertandingan pertama fase grup. Laga Inggris vs Kroasia yang akan bergulir malam ini waktu setempat atau Kamis (18/6/2026) mulai pukul 02.00 WIB.

Pertandingan ini menampilkan legenda Kroasia, Luka Modric. Laga ini akan menandai penampilan kapten dari tim berjulukan Vatreni tersebut di edisi kelima Piala Dunia dalam kariernya.

Dia akan menjadi salah satu dari barisan generasi terakhir yang akan menjadikan Piala Dunia tahun ini merupakan Piala Dunia terakhir dalam kariernya seperti halnya Cristiano Ronaldo (Portugal), Manuel Neuer (Jerman), dan Lionel Messi (Argentina).

Jelang lawan Inggris, Luka Modric menyatakan bahwa dirinya hanya ingin menikmati setiap momen Piala Dunia sebelum dia benar-benar meninggalkan turnamen ini. Dalam konferensi pers jelang menghadapi The Three Lions, keinginannya untuk menikmati berarti memberikan permainan terbaik yang paling maksimal dalam pertandingan nanti.

“Berada di sini di usia saya sungguh istimewa. Saya merasa bangga mewakili Kroasia. Kita semua di sini, kita semua memiliki keinginan dan mimpi, dan kita berusaha untuk menjadi juara dunia,” kata Luka Modric seperti yang dikabarkan pers Spanyol, As, hari ini.

“Setiap pertandingan bersama tim nasional itu spesial dan penting, terutama di turnamen besar. Kita semua ingin mengakhiri karier kita dengan cara terbaik,” dia menambahkan saat menjawab tentang Piala Dunia terakhir dalam kariernya ini.

“Yang terpenting adalah memberikan yang terbaik dan juga menikmatinya, karena saya tahu saya berada di tahap akhir karier saya. Saya mencoba menikmati setiap pertandingan dan setiap sesi latihan,” kata Luka Modric lagi.

Pertandingan melawan Three Lions akan menjadi penampilan ke-199 sang gelandang untuk Kroasia. Pada laga ini pula dia akan menjadi salah satu pemain yang tampil di Piala Dunia di usia 40 tahun. “Saya hanya bisa berjanji bahwa kami akan memberikan segalanya untuk mencapai hasil terbaik dan mewakili Kroasia dengan cara terbaik,” dia menambahkan.

Luka Modric selalu menjadi pemain kunci ketika berbicara tentang Piala Dunia. Dia bagian dari generasi penting Timnas Kroasia setelah era Zvonimir Boban atau Davor Suker di Piala Dunia 1998 silam Ketika meraih peringkat ketiga.

Dalam generasi Luka Modric dengan pemain seperti Ivan Perisic yang juga berada di era akhir kariernya sebagai pemain timnas, Kroasia berhasil meraih runner-up pada Piala Dunia 2018. Lalu, empat tahun kemudian, meraih peringkat keempat di Piala Dunia 2022.

Ya, dua penampilan terakhir Kroasia di Piala mereka menghasilkan final di Rusia dan semifinal di Qatar. Negara Balkan ini tampil sangat baik di turnamen Piala Dunia, seperti yang ditunjukkan di Prancis 1998 itu.

Secara total, Kroasia telah memainkan 30 pertandingan Piala Dunia, dengan rekor 13 kemenangan, 8 hasil imbang, dan 9 kekalahan. Dengan demikian, Kroasia telah memposisikan diri sebagai salah satu negara paling kompetitif di dunia, dengan Luka Modric sebagai pemimpinnya.

Kini, Piala Dunia 2026 menjadi peralihan generasi dari veteran kepada para pemain muda. Jika Kroasia meraih hasil lebih baik lagi tentu ini akan menjadi momen yang bersejarah dalam sepak bola negeri ini.

"Dia masih pemain utama untuk tim ini. Dia adalah kekuatan pendorong yang membuat tim ini berhasil," kata Zlatko Dalic, pelatih Kroasia, menjelang turnamen. Apa yang telah dilakukan Luka Modric adalah warisan bersejarah dalam sepak bola Kroasia.

Apakah Kroasia akan bisa kembali ke final di Piala Dunia 2026 ini? Memang sulit tapi bukan tidak mungkin. Peluangnya memang tidak mudah karena hampir tidak ada yang tersisa dari Kroasia yang dulu. Hanya satu veteran lainnya: Ivan Perisic.

Kroasia saat ini adalah tim yang dalam tahap pembangunan kembali. Mereka memiliki banyak pemain muda berbakat, seperti Luka Vuskovic, Martin Baturina, dan Petar Sucic, bersama dengan bintang-bintang mapan seperti Josko Gvardiol dan Ante Budimir.

Luka Modric pertama kali tampil untuk Kroasia pada Piala Dunia 2006 silam, tahun yang bahkan pemain seperti Luka Vuskovic belum lahir. "Kapten dan saya adalah contoh terbaik dari perubahan generasi. Ada lebih dari 20 tahun perbedaan usia di antara kami," kata Luka Vuskovic.