Bintang Timnas Spanyol, Lamine Yamal (kiri), sempat berkunjung ke rumah idolanya, Neymar, sebelum Piala Dunia 2026. Foto: TVRI/Grafis/Yusuf
TVRINews - Rio de Janeiro, Brasil
Lamine Yamal beberapa kali mengakui bahwa gaya bermain Neymar memberikan pengaruh besar terhadap perkembangannya sebagai pesepak bola.
Lamine Yamal kembali mengungkapkan rasa kagumnya kepada Neymar. Penyerang muda Spanyol itu membagikan pengalaman unik saat menghabiskan waktu liburan bersama sang bintang Brasil di rumah mewahnya di Mangaratiba pada musim panas 2025.
Nama Neymar memang bukan sosok asing bagi Yamal. Pemain muda Barcelona itu berkali-kali menyebut mantan penyerang Santos, Barcelona, dan Paris Saint-Germain tersebut sebagai salah satu idola terbesar dalam perjalanan kariernya.
Oleh karena itu, kesempatan menghabiskan beberapa hari bersama Neymar menjadi pengalaman yang tak terlupakan.
Dalam sebuah episode terbaru program Tim Nasional Spanyol bertajuk La Estrella que Nos Une (Bintang yang Menyatukan Kami), yang dipandu Dani Martinez, Yamal hadir bersama rekan setimnya, Nico Williams. Keduanya ditanya tim nasional mana yang paling ingin mereka hadapi di Piala Dunia 2026.
Tanpa ragu, Yamal dan Nico sama-sama memilih Brasil. Dani Martinez kemudian bertanya apakah alasan mereka adalah karena ingin menghadapi Neymar. Keduanya pun mengiyakan sambil memuji kualitas sang pemain bernomor punggung 10 tersebut.
Percakapan itu kemudian membawa Yamal mengenang momen lucu saat pertama kali tiba di kediaman Neymar.
"Saya sampai di rumahnya dan bilang, 'Kasih saya kamar atau semacamnya.' Lalu dia malah bertanya, 'Kamar yang mana?'" ujar Yamal sambil tertawa, dikutip dari Marca.
Alih-alih langsung menunjukkan kamar, Neymar justru mengajak Yamal keluar rumah menuju lapangan futvoli yang dibuat menyerupai pantai.
"Dia membawa saya ke luar. Di sana ada lapangan futvoli yang dibuat seperti pantai. Dia berkata, 'Kamu main dengan orang ini, saya main dengan yang satunya lagi.' Saya kira mereka hanya teman-temannya. Ternyata mereka adalah dua pemain futvoli terbaik di dunia," kata Yamal.
Pengalaman tersebut membuat pemain berusia 18 tahun itu terkesan dengan keramahan Neymar sekaligus suasana santai yang diciptakan di rumah sang idola.
Liburan itu bukan sekadar waktu untuk beristirahat. Selama beberapa hari berada di Brasil, Yamal juga berkesempatan berlatih secara informal, bermain berbagai aktivitas olahraga, hingga berbincang langsung dengan salah satu pemain yang selama ini menjadi inspirasinya.
Hubungan keduanya memang telah terjalin cukup lama melalui rasa saling menghormati. Yamal beberapa kali mengakui bahwa gaya bermain Neymar memberikan pengaruh besar terhadap perkembangannya sebagai pesepak bola. Di sisi lain, Neymar juga pernah melontarkan pujian kepada talenta muda Barcelona tersebut.
Sayangnya, impian melihat duel langsung antara Yamal dan Neymar di Piala Dunia 2026 tidak akan terwujud.
Brasil harus mengakhiri perjalanan mereka di babak 16 besar setelah kalah 1-2 dari Norwegia di New York New Jersey Stadium. Erling Haaland mencetak dua gol yang memastikan langkah Norwegia ke perempat final.
Neymar sendiri baru masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-68. Ia sempat memperkecil ketertinggalan lewat gol penalti pada menit ke-90+10, tetapi gol tersebut tidak cukup untuk menyelamatkan Brasil dari kekalahan.
Pada usia 34 tahun dan setelah tampil dalam empat edisi Piala Dunia, perjalanan Neymar di turnamen terbesar sepak bola dunia itu berakhir dengan kekecewaan.
Sementara itu, Lamine Yamal masih melanjutkan perjuangannya bersama Spanyol di perempat final. La Furia Roja berhasil menang tipis 1-0 atas Portugal yang diperkuat Cristiano Ronaldo dalam laga 16 besar, Senin (6/7/2026) waktu setempat.