Ilustrasi Cristiano Ronaldo bersama Timnas Portugal Foto: TVRI/Grafis/Mohamad Yusuf
TVRINews - Dallas, Amerika Serikat
Ronaldo debut di Piala Dunia 2006 pada usia 21 tahun, lalu menutup perjalanannya pada 2026 di usia 41 tahun. Artinya, ia tampil di Piala Dunia selama rentang 20 tahun terakhir.
Perjalanan panjang Cristiano Ronaldo di Piala Dunia resmi berakhir. Seusai tersingkirnya Portugal pada Piala Dunia 2026, penyerang berusia 41 tahun itu memastikan bahwa edisi 2026 menjadi penampilan terakhirnya di ajang sepak bola paling bergengsi tersebut.
Keputusan itu sekaligus menutup perjalanan luar biasa yang dimulai sejak Piala Dunia 2006 di Jerman dan berlangsung selama enam edisi berturut-turut.
Meski gagal mempersembahkan trofi Piala Dunia untuk Portugal, Ronaldo meninggalkan warisan yang sangat sulit ditandingi.
Berbagai rekor dan prestasi individu berhasil ia ukir berkat konsistensi, produktivitas, dan umur panjang kariernya di level tertinggi. Berikut sembilan torehan penting Cristiano Ronaldo sepanjang tampil di Piala Dunia.
1. Menjadi Pemain Pertama yang Mencetak Gol di Enam Piala Dunia Beruntun
Inilah rekor paling bersejarah milik Cristiano Ronaldo. Pada Piala Dunia 2026, ia menjadi pemain pertama dalam sejarah yang mampu mencetak gol pada enam edisi Piala Dunia berbeda, yakni 2006, 2010, 2014, 2018, 2022, dan 2026. Sebelumnya, Ronaldo juga menjadi pemain pertama yang mencetak gol di lima edisi Piala Dunia saat tampil di Qatar 2022.
Prestasi tersebut menunjukkan konsistensi luar biasa selama dua dekade. Tidak ada pemain lain yang mampu mempertahankan ketajaman di panggung Piala Dunia selama rentang waktu sepanjang itu.
2. Tampil dalam Enam Edisi Piala Dunia Beruntun
Sejak debut di Jerman 2006 hingga tampil di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko pada 2026, Ronaldo selalu menjadi bagian dari skuad Portugal di enam Piala Dunia berturut-turut.
Sepanjang periode tersebut, ia membukukan 27 penampilan di putaran final Piala Dunia. Catatan itu menempatkannya sebagai salah satu pemain dengan jumlah penampilan terbanyak dalam sejarah turnamen, sekaligus menjadi bukti daya tahan fisik dan kualitasnya yang tetap terjaga hingga usia 41 tahun.
3. Tampil di Enam Piala Dunia dalam Rentang 20 Tahun
Ronaldo menjalani debut Piala Dunia pada 2006 ketika masih berusia 21 tahun, lalu menutup perjalanannya pada 2026 di usia 41 tahun. Artinya, ia tampil di Piala Dunia selama rentang 20 tahun.
Hanya sedikit pemain dalam sejarah yang mampu mempertahankan level permainan di turnamen sebesar Piala Dunia selama dua dekade. Rekor tersebut menjadi simbol umur panjang karier Ronaldo sekaligus bukti dedikasinya menjaga performa di level elite sepak bola dunia.
Meski gagal mengangkat trofi Piala Dunia, Cristiano Ronaldo tetap meninggalkan jejak yang sangat kuat dalam sejarah kompetisi ini.
4. Mengoleksi 11 Gol dalam 27 Penampilan
Ronaldo menutup karier Piala Dunianya dengan koleksi 11 gol dalam total 27 penampilannya di Piala Dunia. Jumlah tersebut menempatkannya dalam jajaran pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah turnamen.
Gol-gol itu tersebar merata di enam edisi Piala Dunia. Menurut data FIFA, ia mencetak satu gol pada 2006, satu gol pada 2010, satu gol pada 2014, empat gol pada 2018, satu gol pada 2022, dan dua gol pada 2026 sebelum akhirnya totalnya bertambah menjadi 11 gol hingga akhir turnamen.
Ia pun kini menjadi pemain Portugal dengan penampilan dan gol terbanyak di Piala Dunia. Tidak ada pemain Portugal lain yang mendekati catatan tersebut.
5. Hat-trick Ikonik ke Gawang Spanyol pada 2018
Salah satu penampilan terbaik Ronaldo di Piala Dunia terjadi pada Rusia 2018 ketika Portugal bermain imbang 3-3 melawan Spanyol.
Kala itu, Ronaldo memborong seluruh gol Portugal, termasuk tendangan bebas spektakuler pada menit-menit akhir yang memastikan hasil imbang. Hingga kini, laga tersebut masih dianggap sebagai salah satu penampilan individu terbaik dalam sejarah Piala Dunia modern dan menjadi satu-satunya hat-trick Ronaldo di turnamen tersebut.
6. Pertama Kali Mencetak Gol di Fase Gugur pada Usia 41 Tahun
Selama bertahun-tahun, Cristiano Ronaldo kerap dikritik karena belum pernah mencetak gol pada fase gugur Piala Dunia. Penantian itu akhirnya berakhir di Piala Dunia 2026.
Golnya ke gawang Kroasia pada babak 32 besar menjadi gol pertama Ronaldo di fase knockout sepanjang kariernya di Piala Dunia. Rekor tersebut sekaligus menegaskan bahwa ia masih mampu memberikan kontribusi penting meski telah menginjak usia 41 tahun.
7. Menjadi Salah Satu Pemain Tertua yang Tetap Produktif
Ronaldo tampil di Piala Dunia 2026 pada usia 41 tahun. Ia bukan sekadar menjadi pemain senior di turnamen, tetapi juga masih mampu mencetak gol dan menjadi andalan Portugal.
Kemampuannya beradaptasi dari seorang winger eksplosif menjadi penyerang tengah membuatnya tetap kompetitif. Para pengamat menilai disiplin latihan, kondisi fisik, serta perubahan gaya bermain menjadi faktor utama yang membuat Ronaldo mampu bersaing dengan pemain-pemain yang jauh lebih muda.
8. Kapten Portugal dalam Empat Edisi Piala Dunia Beruntun
Cristiano Ronaldo tidak hanya menjadi mesin gol Portugal, tetapi juga sosok pemimpin yang dipercaya mengenakan ban kapten dalam empat edisi Piala Dunia berturut-turut, yakni Brasil 2014, Rusia 2018, Qatar 2022, dan Amerika Serikat-Kanada-Meksiko 2026.
Kepercayaan itu menunjukkan besarnya pengaruh Ronaldo di ruang ganti maupun di atas lapangan selama lebih dari satu dekade.
Sebagai kapten, Ronaldo memimpin Portugal melewati berbagai fase generasi pemain. Ia menjadi penghubung antara era veteran seperti Pepe dengan generasi baru yang dihuni Bruno Fernandes, Bernardo Silva, Rafael Leao, hingga Goncalo Ramos.
Perannya tidak hanya diukur dari gol yang dicetak, tetapi juga dari kepemimpinan dan pengalaman yang membantu Portugal tetap menjadi salah satu kekuatan sepak bola dunia.
9. Mengantar Portugal ke Semifinal Piala Dunia 2006
Salah satu pencapaian terbesar Ronaldo di Piala Dunia terjadi pada edisi 2006 di Jerman. Dalam turnamen pertamanya, pemain yang saat itu baru berusia 21 tahun membantu Portugal melaju hingga babak semifinal sebelum akhirnya dikalahkan Prancis melalui gol penalti Zinedine Zidane.
Portugal kemudian kalah dari Jerman pada laga perebutan tempat ketiga dan mengakhiri turnamen di posisi keempat. Hingga berakhirnya Piala Dunia 2026, pencapaian tersebut tetap menjadi hasil terbaik Portugal selama era Cristiano Ronaldo.
Pencapaian terbaik Portugal dalam ajang ini masih menjadi milik generasi Eusebio yang finis di peringkat ketiga pada Piala Dunia 1966.
Meski sempat mencapai perempat final pada 2022, Selecao das Quinas belum mampu kembali menembus empat besar seperti yang mereka lakukan pada 2006.