TVRINews – Chicago, Amerika Serikat

Federasi Sepak Bola AS mungkin akan mencari manajer baru untuk Timnas AS setelah menjadi tuan rumah Piala Dunia 2026

Tim nasional sepak bola pria Amerika Serikat (AS) sepenuhnya fokus pada persiapan Piala Dunia 2026, di bawah Mauricio Pochettino sebagai pelatih kepala. Namun, dengan kontraknya yang berlaku hingga akhir turnamen, masa depan sudah di depan pintu.

Dalam beberapa bulan mendatang, tampaknya pelatih asal Argentina tersebut akan meninggalkan posisinya di USMNT (United States Men's National Team, sebutan timnas pria AS) dan kembali menangani klub, sesuatu yang telah ia akui "rindukan," setidaknya di level Liga Primer, saat memimpin program USMNT. 

Meskipun performa di Piala Dunia dan potensi pertumbuhan basis penggemar tim nasional dapat memengaruhi rencana, prospeknya tentu saja adalah untuk menciptakan jalan ke depan tanpa Pochettino sebagai pelatih kepala. 

Rencana tersebut juga mengalami perubahan signifikan baru-baru ini, ketika Matt Crocker meninggalkan posisinya sebagai Direktur Teknik Federasi Sepak Bola AS (USSF), sehingga federasi kehilangan orang yang berhasil mendatangkan Pochettino dan pelatih wanita yang sangat dihormati, Emma Hayes, masing-masing untuk USMNT dan USWNT (timnas wanita).

TVRI coba melihat dan menganalisis lima calon pengganti Pochettino—yang dikontrak mulai April 2024 sampai Juli 2026—sebagai pelatih timnas AS, dari berbagai sumber.

Didier Deschamps

Didier Deschamps menjadi salah satu pilihan yang lebih ambisius yang bisa dipertimbangkan USMNT jika federasi menginginkan pelatih veteran. 

Pelatih timnas Prancis yang kini menduduki peringkat pertama dunia ini akan meninggalkan posisinya bersama Les Bleus setelah Piala Dunia. Prancis sendiri menjadi salah satu kandidat kuat untuk mengangkat Piala Dunia pada 2026 ini di New Jersey pada 19 Juli nanti. 

Pria berusia 57 tahun ini telah memimpin Prancis sejak 2012, setelah meninggalkan karier klubnya yang pernah melatih AS Monaco, Juventus FC, dan Olympique de Marseille. 

Bersama tim Prancis, Deschamps telah membawa tim tersebut meraih gelar Piala Dunia 2018, final Piala Dunia 2022, final Euro 2016, dan gelar Liga Bangsa-Bangsa UEFA (UEFA Nations League).

Meskipun jika melatih AS nantinya Deschamps tidak akan berurusan dengan talenta setara dengan Prancis, dan kemungkinan besar akan diharuskan tinggal di AS seperti yang dialami oleh para pelatih USMNT sebelumnya, pilihan untuk tantangan baru di Amerika Utara bisa menjadi faktor yang menarik baginya.  

Josep “Pep” Guardiola

Jika USSF mau berupaya lebih keras, Pep Guardiola adalah targetnya. Pelatih Manchester City itu memang memiliki kontrak hingga 2027 dengan klub Liga Primer tersebut. 

Namun tetap ada kemungkinan untuk membawa pelatih berpaspor Spanyol itu masuk untuk tahun 2027 dan persiapan menuju Piala Dunia 2030 atau menemukan cara untuk mengakhiri tahun terakhir kontraknya.

Sebagai catatan, Guardiola pernah tinggal di New York sebelumnya, di antara masa melatih FC Barcelona dan FC Bayern Munchen, sehingga potensi kepindahan ke AS kemungkinan besar bukan masalah bagi pria berusia 55 tahun itu. 

Meskipun gaya bermainnya yang khas dengan umpan cepat dan pergerakan yang mungkin tidak sepenuhnya cocok dengan skuad USMNT saat ini, para pemain muda dapat masuk ke dalam rencana tersebut, dengan tujuan untuk mengembangkan mereka selama tiga hingga empat tahun sebelum mencoba meraih gelar Piala Dunia pada tahun 2030.

Steve Cherundolo

Jika USSF menginginkan seseorang dengan pengalaman melatih di dalam negeri yang luas, maka Steve Cherundolo kemungkinan besar berada di urutan teratas daftar. 

Baru-baru ini, bersama LAFC, Cherundolo memimpin klub tersebut meraih MLS Cup (Piala MLS) dan Supporters’ Shield 2022, dan diikuti dengan US Open Cup (Piala AS Terbuka) 2024, sambil memastikan tim tersebut tetap menjadi salah satu kandidat juara setiap tahun selama masa jabatannya.

Saat ini tidak aktif di dunia sepak bola, pria berusia 47 tahun ini memilih untuk mengundurkan diri dari perannya bersama Black and Gold pada akhir musim 2025 untuk kembali ke Eropa bersama keluarganya. 

Namun, masih ada kemungkinan untuk membujuknya kembali ke AS, mengingat tahap kariernya dan sejarah panjangnya di sepak bola domestic. 

Selain pengalamannya sebagai pelatih, Cherundolo juga memiliki 87 penampilan untuk timnas AS sebagai pemain, membela Stars and Stripes di Piala Dunia 2006 dan 2010, yang memberinya keunggulan karena mengetahui bagaimana rasanya mewakili negara di panggung internasional. 

Pellegrino Matarazzo

Pelatih Real Sociedad saat ini, Pellegrino Matarazzo yang berasal dari New Jersey, telah mencetak sejarah sebagai pelatih asal AS pertama di La Liga dan yang pertama meraih trofi. 

Itu terjadi saat Sociedad merebut Copa del Rey 2026 dengan mengalahkan Atletico Madrid lewat adu penalti, 4-3 (usai imbang 2-2), di final yang berlangsung pada Sabtu (18/4/2026) lalu di Estadio La Cartuja, Sevilla, Spanyol.

Meskipun sebelumnya pernah menolak tawaran melatih timnas AS dan menekankan bahwa senang dengan situasi saat ini, mungkin ada peluang bagi USSF untuk membujuk Matarazzo setelah musim ini dan Piala Dunia. 

Pria berusia 48 tahun ini akan menjadi salah satu pilihan termuda di antara para calon potensial, tetapi akan membawa pengalaman dari level klub-klub Jerman dan Spanyol, tempat beberapa pemain AS di antaranya Johnny Cardoso, Malik Tillman, dan Gio Reyna, menghabiskan tahun-tahun terakhir mereka.

Jesse Marsch

Pelatih timnas Kanada saat ini, Jesse Marsch, mengakui bahwa ia yakin telah mendapatkan pekerjaan sebagai pelatih USMNT pada tahun 2023 setelah meninggalkan Leeds United. 

Berdasarkan informasi yang diperolehnya dari proses panjang dengan USSF, ia memilih untuk menolak tawaran dari Leicester City sebelum AS akhirnya menunjuk kembali Gregg Berhalter sebagai pelatih utama di negara tersebut.

Sejak mengambil alih peran sebagai pelatih Kanada pada Mei 2024, Marsch telah membawa tim tersebut naik ke peringkat 30 dunia untuk pertama kalinya, sekaligus memperluas basis pemain menjelang Piala Dunia 2026, dengan Kanada akan memainkan antara tiga hingga lima pertandingan di kandang sendiri. 

Ia akan menjadi pilihan yang menarik bagi USMNT mengingat pengalamannya sebagai salah satu dari sedikit pelatih AS yang melatih di luar negeri dan yang kedua melakukannya di Liga Premier, serta apa yang telah ia tunjukkan dalam mengembangkan program yang kuat dengan basis pemain yang serupa di Kanada. 

Pada saat yang sama, ia juga pernah mengikuti Piala Dunia bersama Timnas AS, bertugas di staf kepelatihan pada tahun 2010—salah satu peran kepelatihan pertamanya, setelah berkarier selama 14 tahun di MLS sebagai pemain.