TVRINews – Jakarta

Berbagai rekor menarik  di Piala Dunia, mulai dari clean sheet terbanyak, kartu merah tercepat, hingga tim yang paling sering kalah dalam adu penalti.

Sepanjang sejarahnya, Piala Dunia sudah digelar sebanyak 22 kali. Dimulai sejak 1930, turnamen yang digagas oleh FIFA terus berkembang hingga menjadi ajang olahraga paling populer di dunia.

Jutaan pasang mata mengarahkan pandangannya untuk menjadi saksi bagaimana keseruan tersaji di setiap pertandingan. Mereka tak mau ketinggalan momen-momen menarik yang muncul di setiap edisinya.

Berbagai rekor pernah terukir di Piala Dunia. Berikut kami sajikan lima di antaranya yang menarik untuk diketahui.

1. Clean Sheet Terbanyak

Peter Shilton dan Fabian Barthez menempati posisi teratas kiper yang berhasil mencatatkan clean sheet terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia. Keduanya memiliki catatan yang sama, yakni 10 kali tidak kebobolan dalam 17 pertandingan.

Shilton mencatatkan empat clean sheet saat membela Inggris pada Piala Dunia 1982. Empat tahun berselang, ia berhasil menjaga gawang tidak kebobolan dalam tiga pertandingan.

Piala Dunia 1990 menjadi edisi terakhir Shilton menjadi bagian dari Inggris. Dalam kesempatan ini, ia berhasil mencatatkan clean sheet sebanyak tiga kali.

Barthez juga tampil dalam tiga edisi Piala Dunia. Ia memulainya saat Prancis menjadi tuan rumah dan keluar sebagai juara. Lima pertandingan dilaluinya tanpa mengalami kebobolan.

Pada Piala Dunia 2002, performa Prancis jeblok. Langkah mereka terhenti di fase grup, dan Barthez berhasil mencatatkan clean sheet dalam satu pertandingan.

Empat tahun kemudian, saat Prancis melangkah sampai ke final Piala Dunia 2006, Barthez masih menjadi andalan di bawah mistar gawang. Kiper berkepala plontos itu sukses mencatatkan empat kali tanpa kebobolan.

2. Kartu Merah Tercepat

Bek Uruguay, Jose Batista, tercatat sebagai pemain yang mendapatkan kartu merah tercepat dalam sejarah Piala Dunia. Ia diusir keluar lapangan oleh wasit ketika pertandingan baru berjalan 52 detik.

Saat itu, Uruguay menghadapi Skotlandia dalam pertandingan Grup E Piala Dunia 1986. Kedua tim sama-sama sedang memburu tiket ke babak 16 besar.

Hanya beberapa detik setelah wasit Joel Quinio meniupkan peluit tanda pertandingan dimulai, Skotlandia mendapatkan lemparan ke dalam. Arthur Albiston mengambilnya dan memberi bola kepada Gordon Strachan.

Saat Strachan sedang mengontrol bola, datang Batista dari arah belakang dan melakukan pelanggaran. Quinio tanpa ragu mengeluarkan kartu merah dari sakunya.

3. Pertandingan Paling Banyak Kartu

Pertemuan Portugal vs Belanda dalam babak 16 besar Piala Dunia 2006 berlangsung sengit dan panas. Wasit asal Rusia, Valentin Ivanov, sampai mengeluarkan empat kartu merah dan 16 kartu kuning.

Dalam duel yang berakhir dengan kemenangan 1-0 untuk Portugal ini, kedua tim sama-sama menerima dua kartu merah. Sementara itu, Portugal mengoleksi sembilan kartu kuning dan tujuh sisanya diberikan kepada Belanda.

Hingga kini, belum ada pertandingan lain di Piala Dunia yang menyamai jumlah kartu tersebut. Laga yang berlangsung di Frankenstadion, Jerman ini pun dikenang dengan sebutan Battle of Nuremberg.

4. Gol Bunuh Diri Terbanyak

Sepanjang 22 edisi Piala Dunia yang sudah dilalui, ada satu yang memiliki jumlah gol bunuh diri terbanyak, yakni 2018 Rusia. Total, ada 12 gol bunuh diri yang terjadi sepanjang turnamen tersebut.

Sebanyak 12 pemain berbeda dari 11 tim peserta mencetak gol bunuh diri di Piala Dunia 2018. Tunisia menjadi tim yang paling sering mengalaminya, yakni dua kali melalui Aziz Bouhaddouz dan Yassine Meriah.

Catatan tersebut dua kali lipat lebih banyak dibandingkan rekor sebelumnya di Piala Dunia 1998 dengan enam gol bunuh diri.

5. Paling Banyak Kalah Adu Penalti

Di Piala Dunia, momen adu penalti selalu menegangkan bagi para penonton. Bukan cuma ketenangan pemain yang jadi faktor penentu, tapi juga keberuntungan.

Spanyol menjadi tim yang paling sering kalah saat adu penalti. Mereka pertama kali mengalaminya pada Piala Dunia 1986 saat bertemu Belgia di perempat final.

Kegagalan Spanyol dalam adu penalti kembali terjadi di perempat final Piala Dunia 2002 menghadapi tuan rumah Korea Selatan. Setelah itu, Spanyol kembali tersingkir lewat adu penalti di babak 16 besar Piala Dunia 2018 saat menghadapi Rusia.

Hasil serupa kembali dialami Spanyol di Piala Dunia 2022. Langkah mereka terhenti di babak 16 besar setelah dikalahkan Maroko melalui adu penalti.