TVRINews - Lisboa, Portugal

Luis Figo menilai Portugal bukan favorit juara di Piala Dunia 2026 karena faktor sejarah.

Bintang Timnas Portugal, Luis Figo, menilai Selecao das Quinas bukan tim favorit meraih gelar Piala Dunia 2026. Ada tim lainnya yang berada di garis depan terkait peluang meraih gelar dalam turnamen yang akan digelar mulai 11 Juni 2026 nanti.

Mantan bintang Barcelona dan Real Madrid menegaskan bahwa peluang Cristiano Ronaldo untuk membuat kejutan menjadi juara tetap ada. Namun, peluang itu tidak sebesar tim-tim yang memiliki sejarah kuat di turnamen sepak bola paling bergengsi ini dan semua itu karena faktor sejarah.

"Fakta bahwa Piala Dunia 2026 memberikan kesempatan bagi hampir semua tim. Portugal tidak punya faktor sejarah untuk menjadi favorit, tapi karena kualitas yang dimiliki tim ini," kata Luis Figo, kepada pers Spanyol, Marca, Minggu (19/4/2026) lalu.

Cristiano Ronaldo, Bruno Fernandes, Ruben Neves, Vitinha, Goncalo Guedes, Joao Felix, Paulinho, Francisco Conceicao, hingga Pedro Neto atau Francisco Trincao, barisan pemain top di sepak bola Eropa bahkan dunia. Mereka memiliki kualitas yang di atas kertas dapat membawa Portugal melangkah lebih jauh dibandingkan dengan pencapaian sebelumnya.

Ini akan menjadi Piala Dunia ke-9 dalam sejarah Portugal. Pencapaian terbaik Selecao das Quinas meraih peringkat ketiga di Piala Dunia yaitu pada 1966 silam. Sedangkan di Piala Dunia 2006, Portugal yang juga tampil dengan bintang mereka saat itu seperti Luis Figo meraih peringkat keempat.

Setelah itu, Portugal hanya sampai 16 besar di 2010, lalu hanya di fase grup pada 2014, dan 16 besar lagi di Piala Dunia 2018, dan terakhir pada Piala Dunia 2022, berhasil ke perempat sebelum akhirnya takluk dari Maroko.

Jika Portugal ingin melangkah lebih jauh di Piala Dunia 2026, mereka tidak akan bergantung hanya kepada Cristiano Ronaldo. Kapten berusia 41 tahun ini memang dalam performa terbaik. Terakhir, dia Kembali mencetak gol untuk klubnya, Al-Nassr dalam kemenangan 4-0 atas Al-Wasl yang membuat klubnya melangkah ke semifinal Liga Champions Asia musim ini.

Dengan gol itu pula, Cristiano Ronaldo telah mengoleksi 41 gol sepanjang musim ini (26 gol dengan Al-Nassr dan 5 gol dengan Portugal). Pencapaian tersebut membuat Cristiano Ronaldo menatap Piala Dunia dengan performa terbaiknya. Gol tersebut juga membuat CR7 kini mengoleksi 969 gol dalam karier profesionalnya, semakin dekat dengan targetnya untuk mencapai 1.000 gol.

Namun, banyak yang menilai Cristiano Ronaldo saja tentu tidak cukup bagi Portugal untuk mengukir rapor yang lebih baik lagi di Piala Dunia 2026. Portugal bahkan dikenal sebagai "Brasil-nya Eropa" tapi untuk meraih trofi Piala Dunia, tim ini selalu mengalami kesulitan.

Yang dibutuhkan Portugal adalah satu gelar Piala Dunia atau setidaknya mencapai final, yang akan membuat mereka menjadi tim yang memiliki sejarah kuat di turnamen ini. Dengan rekor di Piala Dunia sebelumnya, peluang untuk membuat kejutan di Piala Dunia 2026 ini idealnya sangat terbuka bagi Portugal karena kualitas yang dimiliki tim ini.

Namun, seperti yang disampaikan Luis Figo, selain Portugal, ada tim-tim lain yang juga memiliki kualitas yang jauh lebih baik. Bahkan, beberapa di antaranya memiliki kualitas yang juga membuat mereka sangat berpeluang meraih gelar Piala Dunia 2026.

"Ada Prancis yang banyak memiliki variasi pilihan dari skuad mereka. Lalu ada Spanyol, Brasil, dan Argentina. Untuk Argentina mungkin bukan yang favorit di tahun ini. Inggris juga memiliki tim yang bagus. Di antara mereka adalah yang paling favorit," Luis Figo, yang bermain untuk Timnas Portugal sejak 1991 hingga 2006 ini menegaskan.

Legenda hidup sepak bola Portugal ini menempatkan tim seperti Prancis, Spanyol, dan Brasil adalah tiga tim yang paling memiliki peluang untuk meraih gelar Piala Dunia tahun ini yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Menurut Luis Figo lagi, peluang untuk lolos ke fase knockout bagi Portugal memang sangat terbuka. Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan ada di Grup K bersama Kolombia, Uzbekistan, dan Republik Demokratik Kongo. Namun demikian, ada kemungkinan pula Portugal lolos sebagai runner-up.

Jika itu yang terjadi, tentu akan lebih sulit bagi Portugal karena mereka akan menghadapi runner-up Grup L antara Inggris, Kroasia, Gana, atau Panama. Melihat situasi tersebut, Kroasia dan Gana bisa menjadi kandidat kuat yang mengadang jika Portugal lolos sebagai runner-up Grup K.

Penilaian Luis Figo tentu beralasan. Portugal bahkan pernah tidak menang dalam dua laga beruntun kualifikasi, yaitu saat imbang 2-2 melawan Hungaria pada Oktober 2025 dan kalah 0-2 dari Timnas Republik Irlandia pada November 2025.

Dalam dua laga uji coba terakhir pada Maret 2026 lalu, mereka imbang 0-0 lawan Meksiko namun kemudian berhasil menang 2-0 atas Amerika Serikat. Empat pertandingan terakhir tersebut tentu menjadi tanda bagi Portugal bahwa mereka akan menghadapi tantangan yang sangat sulit, bahkan sejak dari fase grup.