TVRINews - Glasgow, Skotlandia

Kebijakan ini memperkuat kolaborasi antara FIFA dengan klub-klub yang harus merelakan pemain bintang mereka bertugas di Piala Dunia 2026.

Celtic berpeluang meraup keuntungan finansial yang sangat besar pada musim panas ini berkat peningkatan dana Program Manfaat Klub FIFA. Skema ini dijalankan sebagai kompensasi bagi klub yang melepas pemain mereka untuk tugas negara menjelang perhelatan Piala Dunia 2026 yang dimulai 11 Juni hingga 19 Juli mendatang.

Total anggaran untuk Piala Dunia 2026 telah melonjak ke angka rekor sebesar 355 juta dolar AS atau sekitar Rp5,68 triliun, demi menghargai kontribusi klub-klub dunia. Angka tersebut menunjukkan kenaikan yang sangat signifikan dibandingkan dengan dana 209 juta dolar AS setara Rp3,34 triliun, yang dibagikan kepada 440 klub saat ajang tersebut digelar di Qatar empat tahun silam.

Seiring dengan perluasan jumlah peserta turnamen menjadi 48 tim, ekspektasi terhadap distribusi dana ini menjadi makin jelas bagi tim-tim besar. Makin banyak pemain yang terlibat berarti kian banyak pula uang yang dikucurkan, dan Celtic berada dalam posisi sangat strategis untuk memetik keuntungan tersebut.

The Hoops memiliki sejumlah pemain internasional yang sudah dipastikan masuk radar putaran final Piala Dunia 2026. Kieran Tierney dan Anthony Ralston diprediksi masuk skuad Skotlandia asuhan Steve Clarke jika tidak ada halangan yang mengganggu.

Alistair Johnston kemungkinan besar tampil membela Kanada di Piala Dunia 2026 meski sempat mengalami kendala cedera pada musim kompetisi kali ini. Di sisi lain, bek Auston Trusty juga masuk dalam bursa persaingan ketat untuk mengisi satu tempat di lini pertahanan Amerika Serikat.

Kehadiran Benjamin Nygren bersama Swedia menciptakan dinamika persaingan yang menarik di antara para penggawa Celtic lainnya. Ia berpotensi berhadapan langsung dengan Daizen Maeda dari Jepang dan Sebastian Tounekti yang membela Tunisia karena ketiga negara tersebut tergabung di Grup F.

Gelandang lincah Yang Hyun-jun juga berhasil masuk ke dalam rencana besar Korea Selatan setelah tampil sangat mengesankan di lapangan. Performa impresifnya selama beberapa waktu terakhir tidak luput dari pengamatan tim pelatih sehingga ia kini menjadi kandidat kuat untuk terbang ke Amerika Utara.

Presiden FIFA, Gianni Infantino, menyatakan penguatan program untuk Piala Dunia 2026 merupakan langkah lebih maju dalam memberikan pengakuan finansial bagi klub. Ia menekankan kontribusi pemain dari seluruh dunia sangat vital, baik selama babak kualifikasi maupun saat putaran final berlangsung.

“Sebanyak 355 juta dolar AS, jumlah yang fantastis, akan didistribusikan kepada klub-klub untuk melepas pemain mereka, dan ini memperkuat kolaborasi solid kami dengan Asosiasi Klub Eropa dan klub-klub di seluruh dunia,” kata Infantino beberapa waktu lalu.

Hingga saat ini, rincian pasti mengenai pembagian pembayaran tersebut masih dalam tahap finalisasi dan menunggu konfirmasi lebih lanjut dari otoritas terkait. Pada edisi Piala Dunia sebelumnya, setiap klub menerima bayaran harian sebesar 10.950 dolar AS atau sekitar Rp175,2 juta untuk setiap pemain yang bertahan di dalam turnamen.

Manchester City tercatat sebagai klub yang paling banyak meraup untung pada edisi sebelumnya dengan mengumpulkan pendapatan mendekati angka 4,6 juta dolar AS atau sekitar Rp73,6 miliar. Prestasi finansial tersebut menjadi tolok ukur bagi klub-klub lain dalam menghitung potensi pendapatan yang bisa diraih dari partisipasi pemainnya di Piala Dunia.

Celtic memang diperkirakan tidak menyentuh angka setinggi yang didapatkan oleh Manchester City dalam pembagian dana kali ini. Namun, dengan banyaknya jumlah pemain internasional yang menghuni skuad mereka, pemasukan yang akan masuk ke kas klub tetap diprediksi sangat menggiurkan.

Pemasukan tersebut tentu menjadi angin segar bagi manajemen klub untuk memperkuat struktur keuangan mereka di masa depan. Dukungan dari FIFA ini sekaligus membuktikan peran klub dalam kesuksesan turnamen internasional kini semakin dihargai secara profesional.