Bek legendaris Timnas Italia dan Juventus, Giorgio Chiellini. Foto: TVRI/Grafis/Dede Mauladi
TVRINews - Roma, Italia
Duta Besar Rusia untuk Italia, Aleksey Paramonov, mengirimkan surat terbuka yang berisi dukungan kepada Andrea Pirlo.
Krisis penunjukan pelatih baru Tim Nasional Italia semakin melebar dan kini menyeret sejumlah nama besar sepak bola Negeri Pizza.
Setelah pencalonan Andrea Pirlo sebagai calon pelatih kepala batal akibat kontroversi kerja samanya dengan perusahaan taruhan Rusia, posisi Direktur Teknik FIGC, Paolo Maldini, juga dikabarkan berada di ujung tanduk.
Jika Maldini memutuskan mundur, Giorgio Chiellini disebut menjadi kandidat terkuat untuk menggantikannya.
Maldini Dikabarkan Pertimbangkan Mundur
Paolo Maldini baru sekitar dua pekan menjabat sebagai Direktur Teknik Federasi Sepak Bola Italia (FIGC). Namun, laporan media-media Italia menyebut mantan kapten AC Milan itu mulai mempertimbangkan untuk mengundurkan diri setelah proses pencarian pelatih baru berubah menjadi kekacauan.
Awalnya FIGC berharap bisa menunjuk Pep Guardiola atau Carlo Ancelotti sebagai pelatih Gli Azzurri. Setelah keduanya menolak, Maldini kemudian mengarahkan pilihan kepada mantan rekan setimnya di AC Milan, Andrea Pirlo, yang saat ini masih melatih Dubai United di Uni Emirat Arab.
Namun, rencana tersebut gagal total setelah terungkap bahwa Pirlo merupakan duta global perusahaan taruhan asal Rusia, Fonbet. Hubungan tersebut memunculkan persoalan hukum, moral, dan politik yang membuat pencalonannya diblokir.
Pada Senin (27/7/2026), Andrea Pirlo sendiri memastikan bahwa dirinya tidak lagi menjadi kandidat pelatih Timnas Italia.

Mantan bek dan pemain Timnas Italia Paolo Maldini ditunjuk menjadi Direktur Teknis FIGC pada 11 Juli 2026.
Foto: TVRI/Grafis/Yusuf
Giorgio Chiellini Masuk Daftar Pengganti Maldini
Situasi itu membuat posisi Maldini menjadi tidak menentu. Harian La Gazzetta dello Sport melaporkan bahwa apabila Maldini benar-benar mundur, Presiden FIGC, Giovanni Malago, siap mempertimbangkan Giorgio Chiellini sebagai penggantinya.
Mantan bek Timnas Italia itu saat ini menjabat sebagai Chief Club Affairs Officer setelah sebelumnya bertugas sebagai kepala hubungan kelembagaan.
Pengalamannya sebagai mantan kapten Juventus dan Timnas Italia dinilai menjadi modal penting untuk membantu membangun kembali struktur sepak bola nasional.
Laporan yang sama juga menyebut bahwa apabila Chiellini dipercaya mengisi posisi tersebut, ia kemungkinan akan mencoba menunjuk mantan pelatih Juventus, Antonio Conte, sebagai pelatih baru Timnas Italia.
Presiden FIGC: Kami Harus Mengembalikan Kredibilitas Italia
Presiden FIGC, Giovanni Malago, mengakui bahwa situasi yang terjadi membuat federasi berada dalam tekanan besar. Ia berjanji akan segera berbicara dengan semua pihak terkait.
"Saya sudah menerima begitu banyak pesan sejak pagi ini. Saya akan berbicara dengan semua pihak secepat mungkin, karena memang itulah yang harus dilakukan," ujar Malago kepada Il Sole 24 Ore melalui Sky Sport Italia.
Ia bahkan menggambarkan betapa sibuknya situasi saat ini. "Saya ingin tetap menghadiri agenda ini bersama Anda, tetapi dalam waktu 25 menit saya akan menerima sekitar 700 pesan baru."
Menurut Malago, persoalan Timnas Italia tidak hanya sebatas mencari pelatih baru. Ia menilai pembenahan sepak bola nasional harus dimulai dari pembinaan usia muda.
"Kami harus memulihkan kredibilitas kami di level tertinggi, di mana tidak ada lagi yang bisa dianggap remeh. Itu berarti bekerja dengan anak-anak yang saat ini berusia sekitar 13 hingga 16 tahun."
Ia melanjutkan bahwa perubahan harus dilakukan pada sistem akademi sepak bola. "Untuk melakukannya, kami harus mengubah rantai pembinaan akademi sepak bola, baik dari sisi pembentukan maupun budaya, dan itu juga berkaitan dengan pelatih."
Malago menutup pernyataannya dengan optimistis. "Ini soal menanam benih. Kami memiliki gagasan yang sangat jelas."
Keinginan melakukan reformasi inilah yang disebut membuat Maldini dan penasihat khususnya, Leonardo, kurang sepakat apabila Italia kembali menunjuk pelatih berpengalaman seperti Antonio Conte atau Roberto Mancini yang sebelumnya sudah pernah menangani Gli Azzurri.
Duta Besar Rusia Bela Andrea Pirlo

Legenda Timnas Italia, Andrea Pirlo.
Foto: TVRI/Grafis/Dede Mauladi
Sementara itu, di tengah polemik tersebut, Duta Besar Rusia untuk Italia, Aleksey Paramonov, mengirimkan surat terbuka yang berisi dukungan kepada Andrea Pirlo.
Dalam suratnya, Paramonov mengaku prihatin melihat Pirlo kehilangan peluang menjadi pelatih Italia hanya karena statusnya sebagai duta Fonbet.
"Yang terhormat Andrea Pirlo, sayangnya kita belum pernah bertemu secara langsung. Namun seperti semua penggemar sepak bola di dunia, saya mengenal gol-gol Anda yang menjadikan Anda legenda sepak bola."
Ia juga menyebut bahwa memiliki sosok seperti Pirlo sebagai duta merupakan sebuah kehormatan. "Dalam situasi diplomatik saat ini, memiliki Anda sebagai duta tentu merupakan kehormatan besar bagi negara atau organisasi mana pun."
Paramonov kemudian mengkritik keras pihak-pihak di Italia yang menurutnya berusaha "membatalkan" atau cancel Pirlo karena hubungannya dengan perusahaan Rusia.
"Sangat disayangkan, meskipun Anda telah memberikan kontribusi besar bagi olahraga dan citra Italia di dunia, kini Anda menghadapi ancaman untuk 'dibatalkan' di negara Anda sendiri oleh kelompok yang mengatasnamakan demokrasi."
Ia menutup surat tersebut dengan menyampaikan dukungan penuh kepada legenda Italia tersebut.
"Mungkin ini tidak banyak membantu secara praktis, tetapi kami menyampaikan solidaritas yang tulus kepada Anda. Itu tetap berlaku meskipun tim nasional Italia yang mungkin suatu hari Anda latih bisa menjadi lawan tangguh bagi Rusia di ajang Piala Eropa maupun Piala Dunia."