Wasit asal Somalia, Omar Abdulkadir Artan. Foto: TVRI/Grafis/Yusuf
TVRINews - Miami, Amerika Serikat
Keputusan FIFA untuk tetap membayar penuh dianggap sebagai bentuk dukungan terhadap Omar Artan sebagai salah satu wasit terbaik yang dimiliki Afrika saat ini.
FIFA memastikan tetap membayar penuh honorarium wasit asal Somalia, Omar Abdulkadir Artan, untuk Piala Dunia 2026 meski ia gagal bertugas di turnamen tersebut setelah ditolak masuk ke Amerika Serikat oleh petugas imigrasi.
Artan, yang dijadwalkan menjadi salah satu ofisial pertandingan pada Piala Dunia 2026, mengalami nasib tidak terduga saat tiba di Bandara Internasional Miami pada pekan lalu. Setelah menjalani pemeriksaan dan interogasi selama 11 jam oleh petugas imigrasi Amerika Serikat, ia akhirnya diberitahu bahwa dirinya tidak diizinkan memasuki negara tersebut.
Petugas perbatasan AS menolak paspor diplomatik dan visa masuk tunggal yang dimiliki Omar Artan. Menurut keterangan yang diterimanya, keputusan itu diambil karena dugaan adanya “asosiasi dengan anggota yang dicurigai terkait organisasi teroris”.
Dalam pemeriksaan tersebut, Artan ditanyai mengenai kemungkinan keterkaitannya dengan kelompok militan Somalia, Al Shabab. Namun, wasit berusia 34 tahun itu menegaskan bahwa dirinya tidak mengetahui apa pun mengenai organisasi tersebut dan membantah memiliki hubungan dengan kelompok itu.
“Saya memiliki dokumen yang sah dan semuanya lengkap. Saya memiliki visa yang sah,” kata Artan dikutip dari Reuters, Minggu (14/6/2026).
Setelah keputusan penolakan itu diambil, Artan dipulangkan ke Somalia dengan penerbangan berikutnya. FIFA kemudian memberikan pendampingan kepada sang wasit. Menurut laporan BBC Sport, badan sepak bola dunia tersebut juga berkomitmen untuk tetap membayarkan honor yang seharusnya diterimanya selama bertugas di Piala Dunia.
Artan mengaku sangat terpukul karena kesempatan tampil di ajang sepak bola terbesar di dunia harus sirna di depan mata. Meski demikian, ia tetap berusaha tegar menghadapi situasi tersebut.
“Saya hanyalah seorang wasit yang berusaha mewujudkan mimpinya, mimpi terbesar dalam hidup saya, yaitu datang ke Piala Dunia,” ujar Artan.
Hingga kini, besaran pasti honor yang akan diterima para wasit setelah Piala Dunia 2026 belum diumumkan secara resmi. Namun, keputusan FIFA untuk tetap membayar penuh Artan dianggap sebagai bentuk dukungan terhadap salah satu pengadil lapangan terbaik yang dimiliki Afrika saat ini.
Jadi Wasit Piala Super 2026 antara PSG Vs Aston Villa
Terlepas dari insiden yang dialaminya, reputasi Artan sebagai wasit elite di Benua Afrika tetap tidak tergoyahkan. Ia bahkan dinobatkan sebagai Wasit Pria Terbaik Afrika 2025 oleh Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF).
Kariernya juga terus menanjak di level internasional. Artan telah ditunjuk untuk memimpin pertandingan Piala Super UEFA yang mempertemukan Paris Saint-Germain dan Aston Villa di Salzburg, Austria, pada 12 Agustus mendatang.
Sebelumnya, ia juga dipercaya menjadi wasit pada leg kedua final Liga Champions Afrika yang mempertemukan Pyramids FC dan Mamelodi Sundowns, salah satu pertandingan paling bergengsi di sepak bola Afrika.
Setelah kembali ke Somalia, Artan menyampaikan rasa terima kasih kepada masyarakat yang memberikan dukungan kepadanya di tengah situasi sulit tersebut. “Saya berterima kasih kepada rakyat saya dan negara saya,” ucap Artan.
Meski gagal tampil di Piala Dunia 2026, Artan menegaskan bahwa mimpinya belum berakhir. Ia bertekad untuk terus mengembangkan karier dan kembali mengejar kesempatan tampil di panggung sepak bola terbesar dunia pada edisi berikutnya.
Wasit Somalia itu bahkan telah memasang target besar untuk dirinya sendiri: memimpin pertandingan di Piala Dunia 2030 dan menuntaskan mimpi yang tertunda akibat penolakan masuk ke Amerika Serikat tahun ini.