Personel Feel Koplo (dari kiri): Wildan Indra Sugara, Maulfi Ikhsan, dan Tendi Ahmad. Foto: TVRI/Aprelia Wulansari
TVRINews - Jakarta
Grup musik elektronik asal Bandung, Feel Koplo, berharap ada juara baru di Piala Dunia 2026, jagokan Norwegia dan Jepang lolos ke final.
Demam Piala Dunia 2026 tidak hanya dirasakan para pecinta sepak bola, tetapi juga para musisi Tanah Air. Grup musik elektronik asal Bandung, Feel Koplo, turut menjadi bagian dari kemeriahan konser "Semarak Bola Gembira" yang digelar TVRI Pusat di Lapangan TVRI Senayan, Jakarta, Kamis (11/6/2026) malam.
Tampil dengan energi khas mereka yang memadukan musik elektronik, koplo, dan hiburan interaktif, trio Feel Koplo yang beranggotakan Tendi Ahmad (Disc Jockey), Maulfi Ikhsan (MC), dan Wildan Indra Sugara (Penata Artistik/Sutradara) sukses menghibur penonton yang memadati area konser.
Di sela penampilan mereka, ketiganya berbagi cerita kepada TVRI Sport mengenai kecintaan terhadap sepak bola hingga prediksi mereka untuk Piala Dunia 2026.
Ikhsan mengaku bangga bisa terlibat dalam rangkaian acara menyambut pesta sepak bola terbesar di dunia tersebut. Menurutnya, kesempatan tampil dalam acara yang berkaitan dengan Piala Dunia merupakan pengalaman yang istimewa.
"Yang jelas pasti senang ya, ini kan ajang besar, Piala Dunia. Kami bangga diundang di pra-opening Piala Dunia oleh TVRI untuk menghibur masyarakat di sini," ujar Ikhsan.
Senada dengan rekannya, Wildan menilai keterlibatan mereka terasa semakin spesial karena TVRI menjadi pemegang hak siar resmi Piala Dunia 2026 di Indonesia.
"Senang ya diundang, apalagi TVRI sebagai broadcaster resmi Piala Dunia 2026. Jadi kita dukung lah dan buat fans bola, nontonlah di platform resmi TVRI, jangan di jaringan ilegal," kata Wildan, yang langsung diamini Ikhsan dengan mengingatkan para penggemar untuk menonton melalui jalur resmi.
Saat ditanya mengenai tim favorit di Piala Dunia, masing-masing personel ternyata memiliki pilihan yang berbeda. Tendi tanpa ragu menjagokan Norwegia karena keberadaan Erling Haaland yang menjadi idolanya.
Sementara itu, Ikhsan memilih mendukung Argentina yang datang ke turnamen sebagai salah satu kandidat kuat juara. Berbeda dari kedua rekannya, Wildan justru menjatuhkan pilihan kepada Jepang.
"Saya Inggris dan Jepang, tapi kalau harus pilih satu ya Jepang," ujarnya sambil bercanda mengenai kedekatan historis Indonesia dan Jepang.
Menariknya, ketika pembicaraan beralih ke prediksi final Piala Dunia 2026, Feel Koplo justru tidak memilih negara-negara unggulan yang selama ini mendominasi turnamen. Wildan berharap kompetisi kali ini menghadirkan kejutan besar dengan munculnya finalis-finalis baru.
"Saya penginnya yang masuk final justru tim-tim kejutan. Misalnya Norwegia ketemu Jepang di final. Jadi ada juara baru, enggak itu-itu saja. Bosen lah," katanya.
Dukungan terhadap Norwegia juga kembali ditegaskan oleh Tendi. Menurutnya, skuad berjulukan The Lions memiliki mental petarung yang bisa membawa mereka melangkah jauh di turnamen.
"Yang jelas Norwegia maju terus, kayak prajurit Viking. Jangan gentar," ujar Tendi penuh semangat.
Wildan menambahkan bahwa dirinya juga menyukai cara Norwegia membangun identitas tim, mulai dari konsep pengumuman skuad hingga koreografi para suporternya yang identik dengan budaya Viking.
Bahkan, Tendi melontarkan prediksi berani mengenai performa Haaland jika Norwegia mampu melaju hingga partai puncak.
"Kalau Norwegia sampai final, saya yakin Haaland bisa cetak belasan gol. Mbappe lewat," katanya sambil tertawa.
Menurut Wildan, daya tarik Norwegia justru terletak pada status mereka sebagai tim kuda hitam. Ia mengaku lebih senang mendukung tim-tim yang belum banyak dijagokan publik.
"Norwegia itu underdog. Kami mendukung yang underdog-underdog saja. Kalau tim superior mah sudah banyak yang mendukung," ucapnya.
Menjelang akhir perbincangan, Feel Koplo juga membahas lagu-lagu resmi Piala Dunia yang selalu menjadi bagian tak terpisahkan dari kemeriahan turnamen. Wildan mengaku mengikuti perkembangan soundtrack Piala Dunia 2026 yang jumlahnya mencapai belasan lagu dan melibatkan banyak musisi dunia.
Meski demikian, jika harus memilih satu lagu yang paling membekas di ingatannya, ia tetap menjatuhkan pilihan kepada lagu legendaris milik Shakira pada Piala Dunia 2010. "Kalau urusan Piala Dunia, yang paling nempel menurut saya tetap Waka Waka. Itu ikonik banget," kata Wildan.